Jul 182018
 

Prototipe helikopter utilitas KUH-1 Surion © Korea Aerospace Industries via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sebuah helikopter Korps Marinir Korea Selatan jatuh di sebuah bandara militer yang berada di kota Pohang, sebelah tenggara Seoul pada hari Selasa dan menewaskan 5 dari 6 anggota Marinir yang berada di helikopter tersebut, seperti dilansir dari laman Yonhap.

Helikopter MUH-1 Marineon itu sedang melaksanakan uji terbang di Pohang, sekitar 370 kilometer sebelah tenggara Seoul setelah di perbaiki. Helikopter itu jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter pada pukul 16:46 waktu setempat dan terbakar, menurut pejabat Korps Marinir Korea Selatan.

Lima dari enam penumpangnya tewas. Sementara penumpang yang selamat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Ulsan, sekitar 40 kilometer di selatan Pohang. Kelima orang yang tewas diidentifikasi sebagai personel Korps Marinir Korea Selatan. Seorang petugas pemadam kebakaran juga terluka saat memadamkan api di tempat kejadian.

Yang terluka, diidentifikasi sebagai Sersan Kepala bernama Kim, tidak sadar ketika dia tiba di rumah sakit pada pukul 17:57 waktu setempat, menurut para pejabat di sana. Mereka juga mengatakan bahwa Kim mengalami luka parah di bagian wajah dan kedua lututnya.

Militer akan membentuk komite investigasi untuk menentukan penyebab kecelakaan itu, kata para pejabat.

Helikopter yang jatuh tersebut diidentifikasi sebagai MUH-1, versi Marinir dari KUH-1 Surion yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI). Marinir menerima helikopter ini pada bulan Januari 2018.

MUH-1 adalah helikopter utilitas besar pertama yang dimiliki oleh 28.800 pasukan Korps Marinir sejak mereka diintegrasikan ke Angkatan Laut Korea Selatan pada tahun 1973. Marinir telah mengandalkan aset cabang lain untuk mengangkut anggota dan peralatan layanannya.

Helikpter MUH-1 dijuluki Marineon, kombinasi dari kata-kata Marine dan Surion.