Jul 012013
 
Helikopter Apache Longbow  AH-64D Belanda (photo:militaryphotos.net)

Helikopter Apache Longbow AH-64D Belanda (photo: Paul Johnson)

Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp 6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya. ”Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,” ungkap Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Semarang,(29/6/2013). “Harga satu unit helikopter Apache mahal senilai US$ 40 juta atau sekitar Rp 388 miliar. ”Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,” imbuhnya.

Rencana pembelian helikopter serang Apache diharapkan terealisasi, sebab dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan dan TNI AD akan melihat beberapa varian heli ini.

Menteri Pertahanan menjelaskan, rencana pembelian helikopter serang buatan AS dalam rangka membangun kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Beberapa negara di Asia seperti China dan Jepang sedang membangun kekuatan pertahanan di negara masing-masing. “Melihat kondisi seperti itu, kita juga mempersiapkan diri, tapi bukan untuk perang melainkan untuk menjaga kedaulatan RI,” ujar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Selain menjaga kedaulatan RI, rencana pembelian helikopter Apache merupakan bagian dari pembanguan kekuatan pertahanan untuk mengamankan sumber daya alam Indonesia yang berada di perbatasan dengan negara lain.

Helikopter Apache Longbow  AH-64D Belanda (photo:militaryphotos.net)

Helikopter Apache Longbow AH-64D Belanda (photo: Paul Johnson)

AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters (aviationnews.eu)

AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters (aviationnews.eu)

Helikopter Serang Apache Longbow (4.bp.blogspot.com)

Helikopter Serang Apache Longbow (4.bp.blogspot.com)

Masih terkait dengan pengadaan helikopter, Menteri Pertahanan menerangkan, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter anti-kapal selam yang bisa diangkut kapal perang, membuat armada perusak kapal rudal dan membangun kapal selam. “Alhamdulillah perekonomian Indonesia cukup baik sehingga sebagai dana bisa untuk kesejahteraan masyarakat dan membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapai ancaman ke depan nanti,” katanya. Semua itu untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih handal.(JKGR).

 Posted by on Juli 1, 2013