Mar 252019
 

Helikopter tempur Mi-29N Havoc © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Rusia dikabarkan akan mengubah helikopter serang seperti Mi-28 dan Ka-52 menjadi helikopter serangan berat karena rencananya itu dilengkapi dengan bom berat seperti yang digunakan pada pembom tempur Sukhoi Su-34 Fullback, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet pada hari Sabtu. (23/3/2019)

Berdasarkan rencana yang diungkapkan oleh Angkatan Udara Rusia, helikopter serang utama Rusia saat ini, Mi-28 dan Ka-52, akan dilengkapi dengan bom 500 kg FAB-500. Setelah paket integrasi ini diimplementasikan, itu akan memungkinkan helikopter ini untuk menyerang posisi musuh dibalik dibentengi, dimana pesawat bersayap tetap tak mungkin menyelesaikannya.

Untuk menyelesaikan integrasi bom di semua helikopter serang Rusia saat ini, pabrikan dan Kementerian Pertahanan Rusia harus bekerjasama dalam waktu dua tahun. Uji coba pertama dari helikopter yang dilengkapi FAB-500 akan dilakukan pada tahun ini. Tidak hanya dilengkapi dengan bom berat, Ka-52 Hokum juga akan dilengkapi sistem tempur elektronika (EW) generasi baru.

“Helikopter serang Ka-52 akan dilengkapi dengan sistem pertahanan terbaru. Ini persis versi baru dari sistem pernika Vitebsk. Sistem meningkatkan viabilitas, memungkinkan pesawat untuk mencegah dan memblokir semua jenis rudal udara-ke-udara dan darat-ke-udara”, kata sumber dari Grup Rostec.

Helikopter tempur Ka-52 Hokum Angkatan Udara Rusia © Kemhan Rusia

Komponen dasar dari Vitebsk adalah digital active noise station (TsSAP) dengan kode L-370-3S. Stasiun ini memiliki kecepatan yanglebih tinggi daripada tipe analog dalam kombinasi lain, seperti Sorbtsiya pada Su-27 atau Gerdeniya pada MiG-29.

Vitebsk tidak hanya mengevaluasi radiasi radar musuh, tapi juga memberi tekanan pada sinyal dalam jangkauan yang lebih luas. Selain TsSAP, kompleks juga mencakup sistem perlindungan anti-rudal dipandu inframerah (TGSN). Sistem ini menggunakan lampu laser untuk membutakan misil musuh.

Saat ini, komponen terpisah dari Vitebsk telah dipasang pada helikopter serang Ka-52 dengan kode L-370P-2, seperti yang telah dipasang di helikopter transport kelas berat Mi-26 Halo dan jet serang ringan Su-25 Frogfoot.

Namun, setelah sistem itu diuji tempur di Suriah, itu dimodifikasi untuk meningkatkan efektivitasnya di lingkungan yang keras seperti di Timur Tengah. Faktanya, helikopter tidak sesuai untuk digital active noise station (TsSAP).

Helikopter tempur Mi-29N Havoc Angkatan Udara Rusia © Kemhan Rusia

Selain itu, kompleks Vitebsk juga akan diintegrasikan di pesawat angkut Il-476. Namun hingga saat ini produsen pesawat dan Angkatan Udara Rusia belum dapat menyepakati volume, ukuran dan lokasi perakitan di kabin pesawat Il-476.

“Teknologi pertahanan udara tidak berjalan di tempat, itu menjadi canggih. Frekuensi, metode pengkodean sinyal telah berubah dan dasar bagi segala sesuatu di mana-mana adalah teknologi digital. Pertarungan elektronik untuk angkatan udara ini sepenuhnya memenuhi persyaratan modern”, kata Anton Lavrov, pakar militer independen.

Dia juga setuju dengan pandangan Komando Angkatan Udara Rusia ketika memutuskan untuk melengkapi Vitebsk terlebih dahulu dengan helikopter dan pesawat serang.

Menurutnya bahwa itu beroperasi lebih dekat dari yang lain, sehingga mereka sering diserang oleh kendaraan pertahanan udara. Dengan paket peralatan baru, Ka-52 dan Mi-28 berubah menjadi pesawat EW tetapi memiliki kekuatan serangan yang setara.

  One Response to “Helikopter Tempur Rusia Akan Dilengkapi KAB-500”

  1.  

    Kaboom 😆