Jun 282018
 

JakartaGreater.com – Euforia dalam membangun pertahanan dengan induksi Light Combat Aircraft (LCA) pribumi ke dalam Angkatan Udara India (IAF) tampaknya telah mereda dan Kementerian Pertahanan India membentuk komite guna memeriksa kenapa harga sebuah HAL Tejas Mark 1A bisa “sangat tinggi”.

Sebagaimana dilansir dari laman Indian Express, narasumber mengatakan bahwa sebagai tanggapan atas permintaan proposal untuk 83 unit jet tempur Tejas MK-1A yang telah dikeluarkan oleh IAF pada bulan Desember tahun lalu, HAL menyebut bahwa harga satu unitnya sebesar 4,63 miliar rupee pada bulan April atau sekitar US $ 67,3 juta. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi pemerintah, karena harga tersebut jauh lebih mahal dari jet tempur asing yang lebih modern.

“HAL memasok jet tempur Su-30MKI yang lebih modern, yang dirakitnya di Nashik, hanya seharga US $ 60,3 juta. Sementara bila itu dipasok dari Rusia maka hanya seharga US $ 48 juta. Gripen Swedia ditawarkan kepada India seharga US $ 66,1 juta sedangkan F-16 Blok 70 AS ditawarkan seharga US $ 55,2 juta dan keduanya akan dibuat di India” menurut sumber tersebut.

Jet tempur multiperan Su-30MKI Flanker-H Angkatan Udara India. © USAF via Wikimedia Commons

Prihatin dengan harga jet tempur pribumi, yang sangat ingin dipromosikan pemerintah di bawah skema Make in India, Komite yang dibentuk oleh Kementerian Pertahanan India ini akan mempertimbangkan harga peralatan militer yang diproduksi oleh PSU pertahanan.

Komite tersebut akan dipimpin oleh Penasihat Keuangan Utama yang ada di Kementerian Pertahanan dan kemungkinan akan menyerahkan laporannya dalam beberapa minggu ke depan.

Setelah Komite menyerahkan laporannya, kementerian akan membentuk komite negosiasi komersial (CNC) untuk menurunkan harga yang diajukan oleh HAL untuk jet tempur Tejas MK-1A. Kontrak untuk pengadaan 83 unit jet tempur akan memakan waktu satu tahun lagi sebelum akhirnya ditandatangani, menurut sumber itu.

Jet tempur F-16 Blok 40 Angkatan Udara AS. © US. Air Force via Wikimedia Commons

Menurut sumber-sumber, Kementerian Pertahanan juga prihatin tentang keterlambatan pasokan dari pesanan yang ada untuk 40 unit jet tempur Tejas. Dalam 3 tahun terakhir, hanya ada 9 unit jet tempur dalam mode Initial Operational Clearance (IOC) sedangkan yang dipesan adalah 20 unit.

Pesanan 20 unit jet tempur Tejas lainnya dalam mode Final Operational Clearance (FOC) bahkan masih belum dimulai, karena mode FOC belum tercapai oleh pesawat yang ada. Kementerian Pertahanan India juga telah sepakat bahwa HAL akan memasok 8 unit jet pelatih tempur dari 40 unit pesanan, setelah 36 unit Tejas MK-1 dipasok.

“Rencana adalah bahwa HAL akan bisa menghasilkan 18 unit jet tempur Tejas per tahun. Itulah satu-satunya cara kami dapat memberikan jet tempur kepada IAF sebagai ganti pesawat tempur tua yang saat ini ada dalam layanan. Tetapi malah terjadi penundaan dan kami berhubungan dengan HAL mengenai hal itu”, terang narasumber.

  5 Responses to “Heran, Harga Tejas MK-1 Lebih Mahal dari F-16 Blok 70 dan Su-30MKI”

  1.  

    Yah, namanya aja buat sendiri, ya harus balikin modal dulu dong 😛 wkwkwkw

  2.  

    Diduga karena mendapat teguran keras dr pemerintah india dan IAF, HAL berencana ganti profesi jual roti canay dan roti prata.

  3.  

    Hidup Tejas!he3. Karena buat sendiri tentu lbh mahal akan lbh murah klu membuat lbh banyak termasuk eksport tapi sapa yg mau beli?he3

  4.  

    Tetangga sebelah dah pesan nich barang

  5.  

    Senasib dengan Mitsubishi F2 Jepang karena India dan Jepang belum mampu membuat bagian2 vital dari sebuah pespur yg pada akhirnya membuat harga membengkak karena harus impor…belajar donk sama Pakistan yg joint sama Cina