Sep 212014
 
tiga pswt f-16 hibah

Tiga Pesawat F-16 C/D TNI AU asal Hibah AS

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya mengapa pemerintah AS berbaik hati mau memberikan (hibah) 24 buah pesawat tempur canggih F-16 C/D Block-25 kepada Indonesia untuk memperkuat armada tempur TNI AU. Ada pendapat yang meremehkkan bahwa F-16 itu adalah pesawat bekas pakai US Coast Guard yang di modifikasi. Tetapi sedikit sekali yang mengetahui bagaimana pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Pertahanan berhasil melakukan lobi untuk mendapatkan 24 pesawat tempur canggih dengan kondisi yang murah dan menguntungkan.

Pemerintah Indonesia telah memilih untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara melalui upgrade dan regenerasi dari program EDA (Excess Defence Article)  yang  berada dibawah Departemen Pertahanan AS (Department of Defense). Yang bertanggung jawab dan mengatur program EDA adalah The Defense Security Cooperation Agency (DSCA). Pesawat-pesawat F-16 yang dihibahkan kepada pemerintah RI adalah alutsista yang tidak lagi dipakai oleh US Coast Guard dan dinyatakan kelebihan dari Angkatan Bersenjata Amerika.

US Coast Guard memiliki misi penegakan hukum maritim (dengan yurisdiksi di  perairan domestik dan internasional) dan juga mempunyai misi sebagai  badan pengawas federal. Badan ini beroperasi di bawah US Department of Homeland Security selama masa damai, dan dapat dialihkan penugasannya dibawah  Departemen Angkatan Laut oleh Presiden AS setiap saat, atau oleh Kongres AS dalam masa perang.

Menurut ketentuannya, kelebihan alutsista ini dapat dikurangi atau  ditawarkan dengan tanpa biaya kepada pihak penerima (negara) asing yang berhak dengan dasar “as is, where is”  untuk mendukung tujuan-tujuan keamanan nasional  dan kebijakan luar negeri. Menurut UU Bantuan Luar Negeri AS, dinyatakan bahwa transfer EDA tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi  teknologi nasional AS serta basis industrinya, disamping  tidak akan  mengurangi peluang industri AS untuk menjual peralatan baru kepada pihak yang diusulkan menerima program EDA.

Pada saat proses awal dalam program EDA, pemerintah Indonesia telah memilih untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya melalui upgrade dan regenerasi dari kelebihan pesawat AB Amerika Serikat, yaitu pesawat tempur F-16 Block 25. Pemerintah AS pada bulan Agustus 2011 menyetujui memberikan  pesawat dalam proses hibah.  Saat persetujuan itu, Indonesia sudah memiliki  10 pesawat tempur  F-16 A / B Block 15.  Akuisisi dan regenerasi hibah 24 buah  F-16 C / D melalui proses EDA memungkinkan pemerintah Indonesia untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas pertahanan udara tanpa mengorbankan anggaran pertahanan dan prioritas nasional lainnya.

Pada awalnya  Indonesia meminta secara  total 30 pesawat F-16, dengan dengan perincian 24 F-16 Block 25  untuk regenerasi, empat F-16 Block 25 dan dua F-16 Block 15 untuk digunakan sebagai suku cadang. Termasuk juga dalam rangkaian hibah adalah  28 buah engine Pratt dan Whitney. Indonesia telah mengalokasikan dana untuk regenerasi 24 pesawat F-16 dan perbaikan dari 28 engine.

Setelah penandatanganan proses  hibah pada bulan Januari 2012, pemerintah Indonesia membayar  sekitar US$ 670 juta, untuk proses administrasi penghapusan 24 pesawat tempur F-16  dari tempat penyimpanan, biaya  perbaikan, upgrade dan refurbish (regeneration) keseluruhan pesawat.  The Ogden Air Logistics Complex, atau ALC, akan merombak sayap, landing gear, dan komponen lain pada setiap pesawat disebut Falcon Star atau Falcon Structural Augmentation Roadmap . Program ini terkait dengan penguatan struktur pesawat sehingga masa usia pakai pesawat bisa digunakan secara maksimal hingga mencapai 10.800 EFH.

Dilakukan Avionic Upgrade,  yang mencakup penggantian semua sistem avionik F-16 Block 25 menjadi setara Block 52. Penggantian yang paling menonjol dan mampu meningkatkan kemampuan dalam hal air superiority secara signifikan adalah digunakannya Radar APG-68 yang memiliki cakupan hingga 184 nm (296 km) dan software persenjataan yang mampu menembakkan rudal AMRAAM (Advanced Medium Range Air To Air Missile). Hal lain yang cukup penting adalah penggunaan Modular Mission Computer (MMC) sebagai sistem komputer yang mampu mengintegrasikan semua jenis senjata mutakhir pada F-16.

Selain itu, sesuai perjanjian,  minimal tiga puluh penerbang tempur TNI AU  akan mengikuti latihan terbang di Amerika Serikat, disamping  para instruktur pilot  mobile dari Amerika Serikat akan melatih penerbang dan mekanik  dari TNI AU.

Menurut siaran pers  dari Gedung Putih pada November 2011,  kesepakatan itu merupakan transfer atau hibah  terbesar dari kelebihan alutsista pertahanan AS dalam sejarah kerjasama  bilateral antara  AS-Indonesia, dan akan memungkinkan pemerintah Indonesia untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas pertahanan udara tanpa mengorbankan anggaran pertahanan serta prioritas nasional lainnya.

Sebagai realisasi proses  hibah, pada tanggal Jumat (25/7/2014) pada  pukul 11.25 WIB, tiga pesawat bagian hibah dari 24 pesawat F-16 C/D 52ID  dari pemerintah AS telah tiba di fighter home base, Lanud Iswahyudi   Madiun. Ketiga pesawat diterbangkan dari  Anderson AFB (Air Force Base) Guam ke IWY  dalam waktu 5 jam 16 menit dengan melaksanakan empat kali air refueling  oleh pesawat Tanker KC-10 yang berasal dari pangkalan AU Amerika, Yokota AFB Jepang. Flight F-16 (Viper Flight)  ini terbang pada ketinggian 26.000 kaki dan terus di kawal pesawat tanker hingga memasuki wilayah udara Indonesia. Setelah diterimanya tiga unit pertama, F-16C/D berikutnya akan diterbangkan ke Indonesia secara bertahap hingga selesai pada akhir 2015.

Sesuai rencana maka mulai awal bulan Agustus 2014 enam orang instruktur penerbang F-16 A/B-15OCU TNI AU (versi lama yang sudah dimiliki TNI AU) akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi “differential flying training” F-16 C/D-52ID di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi tiga instruktur penerbang dari US Air Force Mobile Training Team. Apabila ke 24 pesawat tempur F-16 hibah tersebut sudah lengkap, Ke-24  F-16 C/D 52ID TNI Angkatan Udara ini selanjutnya akan menjadi kekuatan satu skadron 16 di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru (16 pesawat) dan sisanya melengkapi F-16 yang sudah ada di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun.

Dengan demikian maka wilayah perbatasan Barat akan terdapat penggelaran F-16 serta Hawk 100/200, wilayah Tengah dipertahankan oleh gabungan F-16, F-5E serta wilayah Timur oleh pesawat pempur Sukhoi 27/30. Dari beberapa latihan gelar kekuatan, maka kombinasi pertahanan udara akan cepat terisi dengan penggeseran skadron tempur seperti yang selama ini dilakukan. Beberapa pangkalan udara TNI telah mampu menerima kedatangan pesawat tempur.

Dengan kondisi riil dan penuh kepastian maka pada tahun 2015, TNI AU akan sudah memiliki beberapa skadron tempur unggulan lengkap dengan persenjataannya yang canggih. Seluruh wilayah akan dapat dipertahankan dengan dukungan coverage radar Kohanudnas.

Disamping kekuatan yang sudah ada, berita baik lainnya bagi TNI AU dan Kohanudnas adalah dilanjutkannya proyek kerjasama pembuatan pesawat tempur  KFX/IFX. TNI AU  akan memiliki pesawat tempur yang setidaknya cukup untuk persediaan 20 tahun ke depan. Itu berarti TNI AU telah memiliki cukup Sukhoi untuk saat ini dan Indonesia juga menanamkan investasi dalam program KFX/IFX bersama Korea Selatan, yang nantinya akan menghasilkan jet fighter yang ditujukan untuk menggantikan pesawat seperti F-5 dan F-16.

Indonesia  akan membeli jet tempur fighter KFX/IFX sebanyak 3 skadron, masing-masing 16 pesawat. Itu akan memenuhi program jangka panjang, demikian ditegaskan oleh Sekjen Kemenhan saat itu (Marsdya Eris Heryanto).  Program KFX/IFX dihentikan sementara oleh pemimpin baru Korea Park Geun-Hye pada akhir 2012 setelah meninjau kondisi finasial di negaranya. Proyek prestisius ini digarap sejak awal 2011, tak lama setelah Presiden Lee Myung-bak dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan kerjasama bilateral di bidang pertahanan di Jakarta. Dari Fase Technology Development yang telah dituntaskan, tim ilmuwan telah menyelesaikan sejumlah desain yang kemudian mengerucut menjadi dua.

Kedua desain itu adalah model jet tempur siluman peraih keunggulan udara bermesin ganda dengan horizontal-tails di belakang, dan satunya lagi dengan canards di depan. Konfirmasi tentang kelanjutan program pembuatan front-liner jet fighter Korea-Indonesia diterima Kementerian Pertahanan RI pada 3 Januari 2014. Pemberitahuan ini selanjutnya diumumkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan, Rabu, 8 Januari 2014, di sela-sela Rapim Kemenhan di Jakarta. Penjelasan disampaikan terkait paparan rencana pengadaan alut sista dalam Renstra II, 2015-2019.

Pemerintah Indonesia berharap proyek pembuatan jet tempur generasi 4,5 itu bisa terlaksana karena bakal jadi rujukan program alih teknologi untuk melepas ketergantungan dari negara lain. Program ini ditargetkan menelurkan jet tempur dengan performa yang sepadan atau lebih unggul dari jet tempur lawan yang di antaranya adalah Sukhoi Su-35, ini adalah keinginan dari Pemerintah Korea Selatan yang mengukurnya dari alutsista Korea Utara.

Apabila proyek KFX/IFX tetap berjalan dengan normal sesuai rencana, maka pada tahun 2020 Indonesia akan mempunyai kekuatan udara yang sangat kuat, dimana paling tidak tujuh skadron udaranya akan diisi oleh jenis pesawat tempur canggih, dengan tulang punggung F-16, Sukhoi 27/30 dan Boramae (KFX/IFX). Dengan demikian maka daya kepruk TNI AU akan meningkat paling tidak tiga kali lipat.

Pada saat itu  maka Indonesia akan menjadi negara penyeimbang dalam hal kekuatan udara apabila kawasan di Laut China Selatan bergolak. Paling tidak pesawat-pesawat tempur TNI AU bisa unjuk gigi dalam mempertahankan kedaulatan negara di udara. Dalam hal ini jelas Amerika sudah berhitung tentang kemungkinan memanasnya wilayah Laut China Selatan di masa mendatang, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara memang harus siap dalam menghadapi setiap kemungkinan terburuk. Oleh karena itu maka program EDA kepada Indonesia disetujui.

Apakah China akan melakukan ekspansinya dalam penguasaan kawasan? Kita semua tidak ada yang tahu, yang terlihat kini, China mulai mencari wilayah yang memiliki potensi sumber energi dan wilayah itu ada di kawasan kepulauan Spratley dan Paracel. Beberapa langkah militer telah dilakukan oleh China, termasuk penetapan ADIZ dan pengerahan kekuatan serta kapal induknya. Bahkan, bukan  tidak mungkin kawasan Natuna juga akan menjadi incaran selanjutnya. Oleh karena itu, memang pemerintah Indonesia harus menyadari bahwa kita membutuhkan peralatan tempur yang mampu mempertahankan wilayah tanah air.

Bila kita tidak berfikir secara geopolitik dan geostrategi serta dengan dasar intelijen strategis, maka suatu saat kita akan terkejut, menghadapi betapa dalam sebuah persaingan hidup di dunia ini, intervensi akan dilakukan oleh siapapun yang merasa  dirinya kuat. Mungkin begitu.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, pengamat intelijen www.ramalanintelijen.net

  97 Responses to “Hibah F-16 dan Program KFX/IFX”

    • yezzz,,,,berhasil..:D

    • bisa juga hibah ini kenang2an dr obama buat indonesia.. krn obama dl waktu kecil pernah tinggal dan sekolah di indonesia… heheheh

      analisa awam wiraswasta

    • Saya berharapnya sih setelah 2020 kita punya:
      IFX sebagai tempur medium-heavy multirole
      Su-35 sebagai tempur heavy air superiority
      PAK FA sebagai tempur stealth strategis
      utk patroli sekelas gripen aja cukup

      • Beberapa hari ini jd kurang bersemangat jika berkunjung ke warjag semenjak para sesepuh pada ngambek gara2 banyak komen yg ngetrol di artikel paparan pembangunan kekuatan TNI AU. Mga sj ngambeknya gak pake lama.

    • Kl sy melihatnya justru itu kecerdikan amerika untuk membendung niat indo u lebih jauh bermitra dng rusia dengan akuisisi SU35. Dengan hibah trsbt dan jg program kfx (korsel adlh anak amerika) maka nafsu indo u menambah sukhoi family mnjadi tertahan. Smoga sj kita tetap bungkus itu su35.

    • Iseng buka naskah kuno warjag berjudul
      ” AS Tawarkan Pesawat F-35 Stealth untuk RI ”
      Tertanggal 6 maret 2012
      Terukir komen – komen bung diego, bung satrio, bung WH, bung Melektech dll, sangat mencerdaskan dan berbobot bagi yang bener dahaga akan diskusi pengetahuan militer.
      Sangan berbeda dengan sekarang, bisa juga karena perkembangan teknologi informasi yg lebih maju dan popularitas yg naik dari warjag ini jadi semua orang bebas koment, “yang penting komen”,, hehe maaf kalau ada yg gak berkenan,, maklum haus ilmu

  1. Selamat sore…!!!

  2. Blom baca artikelnya udh pada komen aja makanya bisa dapet pertamax yah bung MU15..hehe

  3. 5 besar kah,,,,

  4. kaping gangsal

  5. blok 60 / 61 bagus juga lho untuk memperkuat armada udara tni

  6. Jadi penyeimbang memang harus punya banyak alutsista mumpuni dan prajurit2 profesional…

  7. Hadiah obama untuk indonesia

  8. absen dl

  9. He..he..iya bung,di tikungan pertamax e udah habis,menurut bung muis paparan artikel di atas gimana….???seperti itukah garis besar TNI AU ke depannya…??salam hangat dari kami bung MU15….

  10. Indonesia butuh banyak alutsista penggentar bagi semua musuh potensialnya.

  11. Kasian flanker kita musti multi peran jadi workhorse ma tkang gebuk buat wilayah timur…udah gt radarnya msh bolong2..mga cepet terealisasi tu kfx,bebas nempatin dmana,ga da yg larang dtempatin dtimur

  12. ane pilih jin rafa buat gebuk cina. masak su 27 skm mau dilawan elang botak ya mampus duluan kalah jangkauan radar. lagian aim 7 sparrow masak dikasih sama asu 😛

  13. Iya, Indonesia dikasih mainan, tapi freeport dan nyumont diperpanjang, dan ditemukannya kandungan minyak yg bnyak di Bagansiapiapi harus usa yg nggapap.
    Indonesia sdah puas hanya diberi mainan dikit, dan membiarkan usa mengeruk sda kita sampai hbis.

    Ampeg neng dodo.

  14. Perkuatan TNI AU melalui Hibah 24 F-16 Program
    Excess Defence Article dan Program KFX/IFX Akan
    Meningkatkan Daya Kepruk
    HADIRRRRRRRRRRR

  15. Kok pengamat intel Nulis F 16 kita bekas United State Coast Guards?? USCG itu organsasi Sipil tapi kalau USA dalam keadaan perang, USCG masuk dibawah US Navy.
    USCG semenjak berdiri ngga punya fighter aircraft! Adanya pesawat seperti Hercules, CN 235 versi maritime patrol , helicopter dolphin, Seahawk.
    F 16 kita ex Air National Guard! Yang teliti pak pengamat intelligent

  16. Kita bersyukur dgn kebaikan2 yg sdh diberikan USA kpd kita. USA emang beda, sebuah negara yg membebaskan banyak bangsa di dunia dr tirani. Beda dgn komunis Rusia yg hanya menawarkan dan mmberikan barang2 rongsokan utk TNI.

    • Beda dgn komunis Rusia yg hanya menawarkan dan mmberikan barang2 rongsokan utk TNI???

      ^sales detected :mrgreen:

    • There’s no free lunch.

      Justru USA adalah pendukung utama rejim2 tiran. USA pada dasarnya tidak perduli apakah sebuah adalah negara demokratis, tiran/dictatorship selama negara tersebut tunduk dan mendukung kepentingan USA.

      Puluhan tahun USA mendukung berbagai diktator maupun rejim militer di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah dan Asia.

      Silahkan di-googling dengan kata kunci “United States support of authoritarian regimes”

      • Banyak tuduhan2 itu tdk berdasar akibat ekses dr kebebasan informasi di USA, dan semua itu diterima di USA sbg informasi yg biasa aja. nah kalo Rusia ex Soviet sdh jelas jejak tangan2 berdarahnya yg mendukung tirani, di Afganistan (sblum digempur oleh yg namanya mujehedin), di Suriah (diktator Asad), Libya (Kadafi), Irak (Sadam), Korut (KimJong Un), Kuba (Castro) dll……..

        • Betul bung, sekarang bikinan mereka ISIS mulai.digunakan sebagai alasan untuk gempur Suriah dan Iran, karena disitulah mereka bermula dan berkembang

        • Belom lagi kasus Caltexddi tahun1959 dan PRRI-Permesta dimana terang2 USA kasih dana operasionaljg alutsista seperti P-51Mustang,B25 bomber jangan lupa Allan Lawrence Pope yg membom makassar,ambonddldlm peranssbg mercenaries”The Tiger Squad” Permesta. Hayoo mau komen apa lg,tak jabanin

      • Haduh yonhap hrs belajar ilmu “Dirty War & Mercenaries”. Harus belajar sejarah jg, siapa negara yg post cold war berlaku sbg wasit & juri bahkan exsekutor negara lain/kawasan. RUSIA bukan negara Komunis bung tp pecahan Uni soviet,negara berhaluan komunis murni cma hanya Korut,sdg cina & Kuba hny landasan negaranya sj komunis tp berpaham ekonomi global.

        Sy prnh diskusi panjang dg slh satu mantan Pati dlm bid intelijen, Beliau bilang ” Dik,negara kita 10tahun kedepan akan berperang dg negara sekawasan jk pemimpin & pengambil kebijakan dlm Militer tdk segera mengambil langkah strategis & taktis dlm alutsista strategis maka kita dik akan menjadi korban”. Sy melihat apa yg sdh di lakukan Kemenhan & rekan di Mabes sdh Tepat & Cermat dlm sikapi kondisi Rill kawasan,harapan sy utk Matra Udara lbh Gahar lg utk antisipasi AU sbg Mata & Telinga TNI sdg AL & AD jg di tingkatkn utk fungsi Penggebuk nya. Above of all sy ucapkan BRAVO utk mrk yg terlibat dlm hal ini khususnya Tim Lobby strategisnya krn tdk gampang melobi si SHERIFF. There’s always a back Door in every situation.

    • emang ya f16 dari asu bukan termasuk barang rongsokan hehehe

      • buka barang rongsokan bung,itu di atas tertulis alutsista yang kelebihan, cuma kelebihanya yaitu lebih kuno dan lebih gak terpake daripada punya mereka yang laen, he he

  17. ahh F16 lagi,di formil kaskus bakal dibully bikin trit F16 wkwkwkwkw,hina bangat dah nh F16 :mrgreen:

    • Membeli dan memenuhi kebutuhan persenjataan ga gampang. bro. Analisanya rumit. Apalagi dengan anggaran yang terbatas.

      Kalau menuruti keinginan MFB ya semua bakal di-bully. MFB pasti maunya semua yang ideal dan gahar. Mereka berpikirnya pendek dan sempit.

      Imho, formil kaskus masih di bawah JKGR bobot ilmiahnya. Kalau asal “celometan” semua orang pasti bisa. Apalagi cuman bilang PERTAMAX. Tetapi membuat sebuah esai panjang (bahkan satu paragraf saja) tidak semua orang bisa.

      Ga percaya? Tengak saja komentar2 di atas atau di bawah. Apalagi di kaskus 😀

    • klo komen tuh di pikir pake otak dulu jgn asal mangap…mendingan sr aja dulu drpd komen ga jelas …

    • waduh bung, give the author some credit (sori sulit terjemahannya), mantan user dan pati lho,

      dibully di kaskus? emang siapa aja di kaskus, asosiasi insinyur aeronautika dan perancang pesawat tempur ?

    • Paham saya bung,tapi formiler kaskus kebanyakan FMB,coba klo mereka di ajak nikmatnya “Loop,Barrloop dan rasakan 6G di kokpit” baru deh hoex2. Setiap Pespur punya karakter masing2, kalo kata anak squad 11 walau tua masih enak di ajak drag dan drifting loh.. tuh tnya pilot TT di IWJ yg prnh bikin bengong Aussie saat black flight di atas Alki 2 yg di hadang F5 jg hawkies 209..hehehe.

    • Apa yg salah dengan f16 bekas??emang yg bilang jelek itu bisa nyertir f16??
      Sama seperti orang yg gak pernah punya mobil,alias kere trus bilang mobil baru lebih hebat dr mobil bekas wkwkwk

      Jika ego lebih dr segalanya…bangkrut kita wkwkwk

  18. Terpenting dari itu semua adalah ‘kemandirian’ kita dalam melengkapi alutsista kita …
    Kalau belum bisa ya … Harus cari alutsista GAHAR dari negara lain dengan skema TOT …
    Kata kunci : GAHAR dan KEMANDIRIAN

  19. Gpp Hibah 24 Pesawat F16..sambil menunggu kemandiriin Alutsista..untuk Pesawat Tempur menunggu hasil kolaborasi Korea & Indonesia untk Pesawat KFX/IFX..love NKRI..

  20. Syukurlah Lokheed Martin dr USA ikut ngembangin program KFX/IFX. Sekali lg USA is the best friend.

    • Radarnya gk nahan bung, baru bocor sekarang. Apg 68 v5, memang masih dibawah singapur sih yg udah V9

      • cieee blok barat lagi reunian nih :mrgreen:

        top komeng nih “F16 ini Deterannya Di Perhitungkan juga DaLam Dog Fig, BeLum Lagi RudaL2 nya yg Bisa mengendus jet2 Asing yg betingkah Seperti ULar2 yg BerKamuFLase”

    • Sepengetahuan saya masih tahap pemantapan Design akhir bung. Krn pembuat/memproduksi pespur lbh rumit & jelimet.dr pd pesawat komersil.. hehehe.. tunggu kejutannya aj bung ntr juga muncul kok

  21. boramae ????

  22. Indonesia bnyk di tawari TOT dari Prancis & Inggris jg Rusia..jd ga harus dari LM kan untuk bantu PesPur IFX..

  23. Secara alutsista, Indonesia belum menjadi negara penyeimbang…

  24. Lumayan lah f-16nya buat nakut2tin f-15 & f-35 punya singaaus…hahihuhehoo

  25. Pemerintah mengejar kuantitas untuk memenuhi kuota MEF lll smp 2024.rencana asal adalah pembelian 6 pesawat F16 blok 60/61 dgn biaya $600 milyar. tapi pemerintah USA nawarin hibah/upgrade 24 pesawat F16 blok 25 dgn biaya upgrade $670-700 milyar.oleh kemhan dipersetujui krn sama type dgn yg dimiliki oleh TNI AU sebelumnya yaitu F16 blok 15 .cmiiiw

    • KePada Oom Surya, Gimana Om KabaR F16 Sisa Lainnya Apakah Sudah DimaRi Bersama Dengan Apache, BLaCK Hawk, DLL,,,,Oh iya itukan Di Angkut Dengan KaPaL induk, Dengar2 KapaL induk nya MaLah Di Hibahkan Ke Vietnam,,,,Terus Gimana Kabar Jetenbi Kita Apakah Hanya Prototipe BeLaka Atau Sudah Di Produksi MassaL

  26. mantap, jangkauan radarnya radarnya ternyata 296 km,, tak kira cm 150 km,,

  27. Jgn terlalu berharap IFX memakai avionic timur, kita gak boleh egois, korsel juga punya kepentingan, bukan cm semau n se’enak udelnya moyang Indonesia, IFX pake avionic timur? Trus kepentingan korsel trhadap ancaman dr korut mau dikemanain, yg benar itu Avionic dr BARAT, kemampuan mesin n kelincahan meniru TIMUR

  28. setelah kita pernah dan berhasil dalam proyek KFX / IFX , sangat mungkin team yang terlibat di dalamnya mampu melakukan improvisasi teknologi yang sesuai dg kebutuhan selanjutnya . maaf sekedar pendapat bakul pecel

  29. pembelian pesawat F 16 dr US termasuk langkah yg tepat ditengah keterbatasan anggaran dan minimx kuantitas dan kualitas dari pespur kita. namun kedepan kita tidak boleh lagi terus berharap pada program hibah semacam ini yang pasti diikuti persyaratan lain dr US.

    ada 2 PR besar bagi AU kita kedepan (paling tidak hingga 5 tahun ke depan) yaitu mencari pengganti ideal bagi F 5 dan penambahan skuadron pespur sekalian mengantisipasi jika proyek IFX mengalami hambatan

    • Nah loh inilah bung fadhiil@ yg bikin kita mikir panjang,menurut statment menhan thn 2022 kita ga beli sukhoi lagi…dan statment kemhan sewaktu sign F16 c/d 52id pemerintah hny beli pespur yg bertype sama dgn pespur terdahulu,sedangkan MEF mensyaratkan pembelian alutsista sbg pengganti F5 tiger hrs diiringi dgn ToT.marilah kita berimajinasi sendiri menurut kepercayaan masing masing….imho.

      • secara pribadi sy blm yakin kalau pada tahun 2022 KFX sdh bs di produksi massal perhitungan saya malah ada dikisaran tahun 2025. pada tahun segitu sukhoi batch 1 kita kemungkinan performanya sudah menurun (jika tidak dilakukan program refurbish). oleh karena itu sy berharap selain penggantian F5 maka ada baiknya penambahan 1 sku lagi untuk heavy fighter. dan jagoan ane tetap SU 35/SU 30 MK3 dan grippen

      • Hayo di cerna “membeli pespur yg bertipe sama dgn pespur terdahulu” itu pak Poer lg ksh clue loh..

        Happy hunting

  30. kenapa setiap artikel alutsista barat ada banyak sales yang komen,,,pake ngerendahin kualitas russia lagi,yang smart pasti tau kalo pespur blok barat lebih inferior dibanding blok timur,lierr euy

  31. 7 squadron … moga2 ga ambil squadron T50i .. hitung2an secara real tanpa ghoib2 yg belum jelas …( 1.)10 unit F16 A/B ocu upgrade telah disetujui USA + 8 F16 52id madiun (2.) 16 unit f16 52id roesmin nuryadin (3.) 16 unit Su27/30 makassar (4,5,6) rencana beli kfx/ifx 3 squadron . Lha yang ke 7) semoga pesawat tempur 12 unit pengganti fe5 tiger … secara data2 resmi TNI AU

  32. bandingkan dgn sekutu asu di kawasan kita ..f16 hibah bukan apa2..cuma jd bulan2an..kuantitas diperbanyakin..tp kualitas tdk ada sma aja bohong..coba bayangin kita kejar kuantitas..1 pespur berkwalitas bagus bisa merontokan 8 pespur dalam bersamaan..seandainya 2 pespur kwalitas bagus dpat merontokan 1 skuadron pespur..kan anggaran sia2..sedangkan kebijakan kita selalu didekte asu..mrk ngasih yg barang ronsokan yg seharusnya sudah di besi tuakan tp bagi kita sudah sangat luar biasa gembiranya (oknum pendukung) gak tau dibalik hibah ada sesuatu hal yg diharapkan mrk lebih besar yg seadainya dikelola dgn baik oleh negara bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan alutsista kw 1..salam hangat buat smua..jayalah..NKRI.

  33. Indonesia alutsistanyee ada dari 2 jenis blok , blok barat dan timur , TNI AU pasti tau kelebihan dan kekurangan alutsista dari kedua blok itu , nah saya harap para insinyur indonesia bisa menciptakan IFX dengan rasa indonesia sendiri yaang memiliki kelebihan dari blok barat dan timur sesuai dengan kemaauan user (TNI) dan kalo emang bener bbener terjadi wahh saya rasa IFX akan sangat laku dipasaran , apalagi barang indonesia terkenal bandel dan murah .
    Plus rudal rudal nya pengembangan dari rudal RX series .
    Oh iya bang admin dan sesepuh ko pengembangan rudal nasional gada lagi sih berita nya ? Udah sejauh mana ? Colek bung @jalo

    Cmiw

  34. Ngapain jadi dicuci otak sii bang ?
    Sekarang gini ente jalan jalan ke pasar dstu ada tukang ayam ama tukang daging sapi
    Yang tukang ayam nawarin harga setengah
    Harga , Nah yang daging sapi lebih mahal , ente tau kalo tuh daging sapi enak, tapi berhubung duit ente terbatas jadi ente gak bisa beli daging sapi ,kenapa gak beli ayam aja yang sama sama daging juga , harga murah bisa makan enak lagi wkwkwkwk itu cuman perumpaan bung , selama kita bisa beli dengan harga murah dan barang nya juga kualitasnya masih bagus kenapa gak dibeli ? Toh TNI AU perlu juga ko F16 sebagai kuantitas broooo kalo kualitas kan udah ada sukhoi family dan jin rafa colek @erichhartman @pembururajawali

    • Perumpaan/saneponisasi yg simple dan mudah di cerna bung. Memang User itu ibarat Istri yg di kasih uang belanja Bulanan ngepres bin ngepas,jd hrs pinter siasatin anggaran. Percayalah para Shiruken yg berkepentingan sdh antisipasi konstilasi politik & keamanan kawasan regional scra matang.

      #ngomong opo toh aku iki rek..hehehe

  35. Bukannya TNI-AU lagi pesan itu AMRAAM?

    • Belum ada release resmi Mas, mungkin nungguin perpanjangan Freeport dan Newmont.

      Ini data dari SIPRI:

      Source: SIPRI Arms Transfers Database
      Information generated: 22 September 2014

      Supplier/ Year Year(s) No.
      recipient (R) No. Weapon Weapon of order/ of delivered/
      or licenser (L) ordered designation description licence deliveries produced Comments

      United States
      R: Indonesia (76) CT-7 Turboprop (1990) 1993-2013 (48) For 38 CN-235 transport and CN-235MPA MP aircraft produced in Indonesia; CT-7-9C3 version
      (25) Bell-412 Helicopter 2010 2012-2013 (9) Bell-412EP version; delivery 2012-2014
      (2) Cessna-180 Skywagon Light aircraft (2010) 2011 2 Cessna-182 version
      4 F100 Turbofan (2011) Second-hand; spares for F-16 combat aircraft
      24 F-16C FGA aircraft (2011) Second-hand F-16C Block-25 delivered as aid but modernized in $750 m deal before delivery to Block-32 (6 more delivered for spares only); delivery 2014-2015
      (16) F404 Turbofan 2011 2013 (16) For 16 T-50 trainer/combat aircraft from South Korea
      8 AH-64D Apache Combat helicopter (2012) $500 m deal; AH-64E version; selected 2012 but not yet ordered
      2 Hughes-300/TH-55 Light helicopter 2012 2012 (2) S-300C version; for training; option on 4 more
      4 Bonanza Light aircraft 2013 Bonanza G-36 version
      (100) FGM-148 Javelin Anti-tank missile 2013 Javelin Block-1 version

    • kayaknya masih nunggu ijin kongres bung……..

  36. Insya allah bung Antonov para punggawa litbang AU sdh punya jawaban nya kok sekalipun Amramm ga dikasih beli.. Percaya deh wong Ground power unit elang botak satu bisa utk idupin 4 pespur sekaligus..hehehe

    • maksudnya gmna bung PR kok rada ganjel penjelasannya. bisa dibabarin banyak gak. ngarep.

      • Maksud sy AU sdh pnya plan B jk Amramm ga di kasih, melihat aspek Politekman ( Politik,ekonomi,keamanan)rregional. Litbang AU sdh mempunyai jam terbang tinggi dlm hal modif munisi,sucad,frame utk slrh pespur,angkut,helo AU. Pespur barat dg rasa Timur prnh kok di coba.di slh satu pespur barat yg jd testbed nya. Tp maaf sy tdk berani explore lbh luas krn melihat kepentingan yg lbh luas lg.

  37. Blh jika sy tambahkan sedkit,3 hal yg bung antonov sbtkn memang bnr adanya. Kita menyebut aspek keberhasilan. Tp jg hrs di ingat bahwa menyerang suatu negara jg membutuhkan “sarapan” intel dr comnit+Signit+ verify by Humnit yg ada di sasaran lokasi. Tp percayalah,sekalipun kita Out Number,we will give them hell before they can get their foot in here. Hehehe

  38. Pembuat artikel kurang smart, hari gini masih ngandelin F16 neh pesawat 3 sd 5 th lg ga ada gunanya, lawong tetangga. Sudah punya F35 .ngenes .com . Buang-buang anggaran aja.

  39. itulah..kelicikan berbaju kebaikan

  40. Amerika kasih hibah indonesia F-16 sebagai reward sudah memperpanjang kontrak freeport 35 tahun kedepan.

 Leave a Reply