Hikmahanto Minta Kemlu Tegas Terhadap Negara Pemilik Drone Bawah Laut

20170314antarafoto diskusi parlemen 230816 juwono 800x534 1 e1609588093396

Jakarta, JakartaGreater   – Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia harus tegas terhadap negara pemilik pesawat nir-awak (drone) mata-mata bawah laut.

“Bila sudah diketahui asal usul negara yang memiliki drone tersebut, Kemlu harus melakukan protes diplomatik yang keras terhadap negara tersebut dan bila perlu tindakan tegas lainnya,” kata Hikmahanto Juwana dalam keterangan pada Sabtu 2-1-2021 di Jakarta, dirilis Antara.

Hikmahanto Juwana mengatakan drone bawah laut ditemukan nelayan di dekat Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Saat ini TNI AL tengah mengamankannya.

Protes keras dan tindakan tegas ini dilakukan terlepas apakah negara tersebut adalah negara sahabat, bahkan adanya ketergantungan Indonesia secara ekonomi, ujar Rektor Universitas Jenderal A. Yani itu.

Hikmahanto Juwana mengatakan jangan sampai terulang kembali insiden atas agen intelijen Jerman. “Kemlu hanya puas dengan klarifikasi Kedubes Jerman dan agen tersebut dipulangkan oleh Kedubes tanpa ada protes diplomatik,” ucap Hikmahanto Juwana.

Seharusnya, lanjut Hikmahanto Juwana, Kemlu melakukan tindakan yang lebih tegas lainnya bila kegiatan mata-mata terkuak. Ini semua dilakukan agar diplomasi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI benar-benar diperankan oleh Kemlu, ujar Hikmahanto Juwana.

“Jangan sampai Indonesia dianggap lemah bahkan mudah untuk diajak berkompromi saat tindakan mata-mata yang dilakukan oleh negara lain terkuak,” kata Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana.

 

Leave a Reply