Hilang 30 Tahun, Satgas Pamtas RI-PNG Temukan Lima Patok Batas

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti diarak prajurit Satgas Pamtas RI- Papua Nugini usai upacara di Lantamal IV, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/5). 780 Personil Yonif Raider 700/WYC Kodam XIV/Hasanuddin yang mengamankan perbatasan RI-PNG sejak 29 Juni 2016 ditarik dari tugas.(ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI) dan Papua New Guinea (PNG) menemukan lima patok yang 30 tahun tertimbun di perbatasan dua negara itu.

“Dari 15 patok, Satgas Pamtas menemukan lima patok yang hilang sudah 30 tahun lalu,” kata Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti di sela upacara penerimaan Satgas Pamtas Darat RI-PNG Yonif Raider 700/WYC di dermaga Lantamal VI, Makassar, Sabtu.

Selain menemukan lima patok, Satgas Pamtas ini juga menemukan ladang ganja di tiga titik yang juga menjadi lokasi penemuan senjata standar yang di antaranya buatan Jepang.

Ia menyebutkan sebanyak 780 personel Kodam XIV/Hasanuddin itu dengan bermodalkan peralatan seadanya, yakni kaki, karena medannya cukup sulit. Namun, ternyata mampu menemukan lima patok sehingga dapat menjadi referensi perbatasan antarnegara.

“Tugas pokok dari prajurit ini adalah tempur. Namun, kondisi keamanan stabil maka melakukan tugas pembinaan teritorial,” katanya.

Hal lain yang juga ditemukan oleh personel Raider 700/WYC, lanjut Pangdam, penemuan kampung baru yang bernama Kampung Digi di Kabupaten Gunung Bintang, Papua. Kampung dengan penduduk sekitar 100 jiwa itu sebelumnya tidak terdeteksi dan tidak ada pada peta.

Pernyataan itu dibenarkan Danyon Raider 700/WYC Letkol Infanteri Horas Sitinjak. Menurut dia, dari informasi di lapangan diketahui, awalnya penduduk desa itu berjumlah sekitar 200 jiwa. Namun, kini tinggal 100 jiwa karena sebagian sudah berpindah.

Sumber: Antara

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar