Dari Super Tucano ke Astros II

27
424

MLRS Astros 2 Brazil

Pengkajian tentang Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang harus dibeli TNI AD, sudah berlangsung panjang. User di perbatasan Kalimantan juga sudah berteriak-teriak menginginkan MLRS segera datang, untuk mengimbangi kekuatan militer yang digelar Malaysia di perbatasan. Peninjauan MLRS ke negeri pembuatnya pun telah dilakukan, antara lain ke China dan Brazil. Namun peluncur roket multi laras mana yang dibeli, belum juga ketahuan.

Kementerian Pertahanan dan TNI AD sepaham bahwa MLRS harus mengisi alutsista satuan Armed, untuk mengejar Pembangunan Kekuatan Minimum (Minimum Essential Force) TNI AD 2010-2029. Armed harus berdaya dan mampu meladeni/melenyapkan potensi ancaman ke pasukan infanteri yang sedang bergerak di medan perang. Untuk itu Armed Kostrad ini, memerlukan alutsista yang modern, jarak jangkau yang jauh, berdaya ledak besar dan mobile.

Astros 2 Brazil
Kandidat MLRS tersebut adalah: Astros II Brazil, Himars Amerika Serikat, T-122/300 Turki dan WS-2 China. Kandidat terkuat dari semua itu adalah Astros II Brazil. Dari segi harga Astros II lebih mahal dibandingkan T-122 Sakarya Turki, namun MLRS Brazil memiliki keunggulan: daya jangkau, daya hancur, berteknologi modern, anti-serangan zat kimia dan biologi, serta bisa diangkut hercules c-130. Brazil pun siap berbagi teknologi dengan PT Pindad, untuk lapis baja pengangkut MLRS Astros II.

Kandidat lain yang diajukan TNI ke Kementerian Pertahanan adalah T-122/300 Turki. Namun dari segi kualitas MLRS Turki ini, jauh di bawah Astros II, walau harganya lebih murah. MLRS Turki ini juga tidak bisa langsung diangkut oleh Hercules, kecuali sebagian komponennya dilepas terlebih dahulu. Secara Teknologi MLRS T-122/300 Turki hampir sama dengan WS-1 China. T-122 Sakarya Turki mengadopsi MLRS BM-21 Grad yang sudah jadul, produksi tahun 1964. Bahkan Rusia sendiri telah mengeluarkan varian terbaru BM-30 Smerch, yang juga telah ditolak oleh Indonesia.

MLRS T-122 Sakarya, Turki
TNI AD sendiri menginginkan MLRS Astros II untuk mengisis alutsista Armed Kostrad. Saingan Astros II adalah Himars. namun, Himars tampaknya akan dikesampingkan karena harganya terlalu mahal, sehingga dari sisi kuantitas tidak masuk ke dalam jumlah minimum yang dibutuhkan.

Melihat lancarnya proses pembelian pesawat Super Tucano ke Brazil, peluang lolosnya MLRS Astros II mejadi MLRS Armed, semakin besar. Apalagi tim Kemenhan dan TNI AD telah meninjau MLRS tersebut ke Brazil.

Astros II

Berbagai Munisi Astros 2

Astros II (Artillery Saturation Rocket System) dikembangkan oleh Avibras Aerospacial SA, Sao Paulo, Brazil sejak tahun 1983, dan telah digunakan Angkatan Darat Brazil, Arab Saudi, Qatar dan Malaysia. Arab Saudi menggunakan MLRS Astros II dalam perang Irak-Koalisi tahun 1991. Pada tahun 2002, Malaysia membeli 18 unit Astros II dan kembali melakukan pembelian 18 Astros II di tahun 2007.

Astros II menembakkan lima jenis roket dengan kaliber yang berbeda dari ukuran 127 mm hingga 300 mm. MLRS ini bisa menembakkan 3 baterai sekaligus, untuk target yang ditetapkan command and control lewat radar dan komputer. Astros II bisa digunakan sebagai rudal anti-kapal di pertahanan garis pantai dengan cara dikombinasikan dengan AV-CBO, yakni radar mobile penjejak kapal.

Astros 2, Malaysia
Satu grup MLRS Astros II terdiri dari satu mobil command and control vehicle/fire control beserta dua mobil peluncur roket dan amunisi. Untuk roket caliber 127mm (SS-30), Astros II menembakkan 32 roket sekaligus dengan jarak jangkau 9- 30 km. Untuk roket kaliber 180mm, memuat 16 roket dengan jarak tembak 15-35km. Sementara untuk roket kaliber 300mm, memuat 4 roket dengan jarak tembak 20- 80 km. Selain dilengkapi armour protection, MLRS ini bisa dioperasikan malam hari dan bisa menyasar berbagai jenis target.

Avibras Aerospacial telah mengembangkan misil yang ditembakkan melalui Astros II dengan jangkauan 300 km dengan memuat berbagai jenis hulu ledak. Kendaraan pengangkut roket multi laras ini, lapis baja 6×6 dengan kecepatan maksimum 90km/ jam atau setara dengan mesin diesel Mercedes-Benz 280hp.

Misil Astros II, 300 Kilometer
Kita tunggu kedatangan MLRS Astros II. Semoga tidak ada kejutan kali ini. Maksudnya, jangan sampai Astros II yang ditunggu kedatangannya, namun yang muncul malah yang lain, kecuali diganti Himars. Transfer of technology (ToT) memang sangat penting, seperti yang ditawarkan oleh produsen T-122/300 Turki. Namun kualitas alutsista juga tidak kalah penting. Jangan sampai demi mengejar transfer of technology, semua alutsista “di-ToT-kan” yang mengakibatkan kualitas alustista meleset dari keinginan user. (Jkgr).

27 KOMENTAR

  1. Yang perlu diingat malas_sia itu selalu ingin diatas negara” tetangganya, bisa diliat dr peralataan tempurnya, klo kita beli F16 mereka beli F18, klo kita beli Kapal selam mereka juga beli, kalau kita punya leopard mereka punya saingannya, klo kita punya yakhont mereka juga beli brahmos, kalau kita punya SS1 mereka berusaha punya M4, kalau kita punya KCR mereka juga beli dari Rusia, kita mau buat fregat mereka juga cari saingan fregat kita.

    Jadi intinya tidak ada dikamus mereka, kalau senjata mereka di bawah kita, paling cuma di quantity nya aja kita menang, bukan maksud mengecilkan cuma TNI butuh gebrakan lebih jauh misal S-300 series, kapal selam kelas Paus, Rudal anti kapal, dan yang penting adalah Satelit Mata-mata multi fungsi

  2. kalau nurutin itu terus, kita pasti akan kalah terus (modal), jalan satu-satunya adalah memproduksi secara mandiri alutsista tersebut, hal inilah yang akan sulit dikejar oleh malingsia. sampai kapan malingsia mampu beli terus ???.

    • Mereka juga membuat peralatan tempur bedanya, klo kita merintis dari awal sedangkan mereka cendrung membeli lisensi, jelas langkah mereka selangkah lebih didepan karena pemerintah mendukung dengan modal yg kuat,

      Kita mau beli leo aja ributnya sudah sampai kemana_mana, baru meluncurkan proyek korvet aja sudah dikibulin sama VOC.Kita tau yg namanya belajar itu butuh duet banyak, jngkan TOT alutsista, kita mau bisa matematika saja kudu les atau privat sama Bimbel. jadi intinya butuh modal dan konsekuensi pemerintah juga, pemerintah dalam hal ini adalah DPR krn inilah yg sering menjegal dengan alasan politis, HAM dll

      • Jangan berkecil hati. Dalam penguasaan teknologi, kita sdh jauh di depan Malaysia. kita sdh bisa buat roket RHan 122 dan satelit sendiri. ke depan roket ini akan berdaya jangkau ratusan km (yg terjauh 500km) dan berpemandu. Dan satelit kita akan bisa diorbitkan oleh roket buatan kita sendiri di fasilitas peluncuran kita sendiri di Pulau Enggano (Ini kerja keras LAPAN), apakah Malaysia sdh bisa? . PINDAD ; sdh bisa buat Panser sendiri (ANOA), Panser canon 20mm, Joint prod. panser tarantula , Semua jenis peluru senapan serbu,mesin,pistol, sniper, (terakhir akan buat peluru kaliber 20mm). Pembuatan senapan serbu terbaru SS-2 (bukan lisensi), Meriam dll.( malaysia blm bs buat panser. senapan serbu jg baru mau buat pakai lisensi) PT.DI ; Pembuatan semua jenis helikopter (lisensi), CN-235 (versi MPA adalah pengembangan sendiri), perakitan NC295, Pengembangan N219 (buatan sendiri), komponen pesawat komersial, Torpedo SUT, Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX stealth bersama dgn Korsel (sejak 2011). PAL ; pengembangan KCR-60 (buatan sendiri), lisensi pembutan kapal selam dr Korsel (malaysia mau beli KCR dari Rusia+lisensi/kapal selam beli jadi dr perancis). dll. Banggalah jadi bangsa Indonesia. Sekarang urutan ke 16 ekonomi terkuat dunia. di 2015 menjadi urutan 10 ekonomi terkuat di dunia. Dengan SDM dan ekonomi yg kuat, akan menjadi yg terkuat di ASEAN.

  3. salam…super tucano indonesia patutnya dibeli pukal dlm 100 buah serta ToT nye,,selenggara dan pakej amunisi…. utk su-27/30 ditetapkan di jakarta utk kuatkan pertahanan udara motherland…cthnya airstrip indonesia ade 10 buah…tempatkan dlm 25 buah super tucano utk setiap airstrip… 25×100 = 250 buah super tucano indonesia lg praktikal sbb ditetapkan standard bomb,rocket,machine gun dan missile anti udara/darat jrk pendek…lg bgs dusahakan agar kedaulatan indonesia x tergugat oleh singapork… jgnlah asyik nk meyalahkan malaysia dlm militer …sy org malysia,,,admin org indonesia…kita sama2 melayu…majulah bangsa melayu supaya x menjadi bangsa arab yg sudah rosak….sekian …..

  4. Sedikit terjemahannya ramlee
    X=Tidak..
    Jadi terhibur ne lihat komentnya ramlee
    Bangsa Indonesia gakk memusuhi bangsa lu Ramlee..
    Asal kita bertetangga dengan baik dan memakai azas SETARA..
    Rakyat kamii memang banyakk bekerja dinegaramu
    Tapi bukan berarti derajat kita dibawah bangsa mu
    Dan itu harus kalian ingat
    Hamas yang kecil bisa menyurutkan bangsa Israel
    Apalagi kami bangsa terbesar nomer 4 pasti sangat menakutkan bila diusik

  5. HAHAHA RAMLEE …… RAMLEE, memang lu orang melayu asli???? kita tak ada permusuhan dengan malaysia tapi orang malaysia memandang rendah indonesia. Jangan lupa kulit kacang ramlee.!!!! 40% orang malaysia adalah pendatang entah keturunan jawa, sumatera (aceh, minang, mandailing, batak, palembang), bugis dan etc. Memang kalo kau melayu di malaysia bisa duduk bersama dengan orang keturunan cina atau india/pakistan/bangladesh???? Jadi jangan ajari kami Indonesia tatacara bergaul, Sedangkan PM mu sendiri keturunan jawa, masih BONGOKKAH ORANG INDONESIA???? Saat saya di universiti ada pelajar dari malaysia kalo tidak salah UIM (Universiti islam M’sia). dia kasi teman saya omong “jangan bergaul dengan laki-laki indonesia, mereka orang bodoh”. itu menyakitkan teman. Saat saya jumpa pelajar malaysia itu dan saya tebak dia keturunan jawa akhirnya dia mengaku memang ayahnya keturunan jawa asli karena orangtua ayahnya diperbantukan kerajaan dimalaysia dan menjadi warga malaysia. Artinya yang bodoh itu IBU PELAJAR M’SIA yang mau dinikahi oleh oarang jawa (INDONESIA ASLI). Asal kau tahu saya pun orang melayu asli dan memang kakek buyut saya orang johor tempat lanun, perogol dan etc. Stop acting like U’re Know everything. Basiiiii RAMLEEEEEE

  6. Good idea, daripada malon (yang sekedar nyontek kreasi mereka) lebih bagus mala-sya atau mala-sia.

    Bentuk mal- dalam bahasa Inggris mula-mula berarti ‘buruk’, kemudian bermakna juga ‘tidak normal, salah, mencelakakan, jahat’.
    Dalam bahasa Jawa Kuna terdapat bentuk mala- yang diserap oleh bahasa Melayu karena memang sesuai dengan bentuk mal- Inggris dan maknanya ‘noda, cacat, membawa rugi, celaka, sengsara.’ Dalam bahasa Indonesia, mala- merupakan unsur terikat yang tidak dapat berdiri sendiri berfungsi sebagai sebuah kata dengan arti tertentu.
    Dengan demikian, padanan istilah Inggris malpractice adalah malapraktik, bukan malpraktik,malfunction –> malafungsi; malnutrition –> malagizi.
    (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud)

  7. Hoi Ramlee, you don’t know sh*t about being open minded, Anwar Ibrahim punya pandangan berbeda maka difitnah dengan keji, dipenjarakan, berdemo ditindas dengan bengis. You are a zombie because you have been oppressed all your life, you don’t know what’s freedom of expression all about. Di Indonesia orang bisa berdemo setiap hari.

    Kau kira ukuran kekayaan hanya GDP/capita?. Kekayaan yang jauh lebih berharga adalah kebebasan berpendapat, berserikat and you’re so deprived of it.
    Kekayaan lain yang jauh lebih luhur adalah kekayaan budaya, dan bangsamu seringkali tertangkap basah mencuri budaya orang lain, sudah tergolong residivis dalam urusan pencurian budaya.

    Betul lebih banyak orang miskin materi di Indonesia, tapi mengangkat kesejahteraan 240 juta orang jauh lebih sulit daripada mengurus 29 juta rakyat Malaysia. And we are working hard on it, as a matter of fact we’re one of the world’s fastest growing economy.

    And we are proudly the world’s third largest democracy (while in terms of being democratic, you’re one of the world’s pariahs!).

  8. Ramlee, sekarang tuu…urusin sabah diregol oleh Sultan Sulu, askar buat tuu…sabah menjadi tempat griyawan moro berkumpul dan saya punya SPR(senjata penimbak runduk) kalau mau beli oleh NKRI di beri kridit…..satu…dua… door nah…kena kan ATM.