Aug 302018
 

Pilot mendapat pengarahan di kokpit jet tempur F-35C © US. Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Amerika (US. Navy) sudah hampir memperbaiki bug teknis pada helm canggih untuk jet tempur F-35 yang merupakan rintangan berbahaya bagi penerbang yang berusaha mendarat di gelapnya malam pada kapal induk yang bergerak, seperti dilansir dari laman Military.com.

Pilot F-35C menggambarkan bug sebagai “cahaya hijau” yang muncul dari pemasangan teknologi LED pada layar helm generasi ketiga, yang menyilaukan dan mencegah mereka melihat lampu kapal induk di malam hari.

“Pada malam hari di kapal induk adalah yang paling gelap ketika tidak ada bulan”, kata Tommy “Bo” Locke, komandan Skuadron Tempur Angkatan Laut (VFA) 125 di hanggar pesawat kapal induk USS Abraham Lincoln, Senin.

Selama seminggu terakhir, skuadron Locke telah berpartisipasi dalam Pengujian Operasional I, sebuah tonggak yang mewakili pertama kalinya jet tempur F-35C Lightning II telah bergabung dalam operasi penerbangan kapal induk reguler di lautan.

US Navy telah berusaha untuk memperbaiki masalah helm dengan update perangkat lunak yang memungkinkan pilot meredupkan cahaya hijau, namun sejauh ini, hanya pilot F-35C yang paling berpengalaman yang diizinkan untuk mendarat di kapal induk pada malam hari.

Saat ini, untuk memenuhi persyaratan mendarat di kapal induk dalam kegelapan tanpa adanya perbaikan pada helm F-35, pilot membutuhkan 50 pendaratan di kapal induk, kata para pejabat.

“Ada beberapa kompleksitas dengan cahaya hijau yang kita hadapi sekarang, tetapi kita hanya melakukannya dengan pilot berpengalaman”, kata Locke. “Di lingkungan yang sangat gelap itu, Anda tidak dapat menurunkan layar di mana Anda masih dapat memproses gambar di layar dan setelah Anda membawa layar ke tempat yang cukup tinggi di mana Anda mendapat informasi dalam konfik dengan dunia luar”.

US Navy sedang mengerjakan sebuah solusi yang bergantung pada teknologi “LED organik” atau disebut sebagai OLED, yang seharusnya siap digunakan awal tahun depan”, kata Locke.

“OLED ini mengurangi cahaya hijau, ada banyak gambar yang lebih tajam yang akan memungkinkan kita untuk menghindari disorientasi dengan cahaya hijau”, katanya.

Pilot F-35C pertama kali melaporkan masalah dengan helm seharga US $ 400.000 atau sekitar Rp. 5,89 miliar pada tahun 2012. Sejak saat itu, Angkatan Laut AS telah berusaha memperbaiki masalah dengan update perangkat lunak, namun tidak berhasil.

“Secara umum apa yang terjadi pada helm lama, ketika Anda ingin meredupkannya, Anda memutarnya kebawah dan masih ada belakang pesawat yang bersinar dan yang menyebabkan cahaya hijau”, kata Laksda Dale Horan, direktur Kantor Integrasi Armada F-35C.

Dengan helm baru yang menggunakan OLED, “ketika Anda ingin bekerja, Anda menyalakannya dan menaikkan ke tingkat yang Anda butuhkan, jadi ketika itu tidak berfungsi maka akan padam. Jadi itu tidak menciptakan latar belakang bersinar hijau”, tambah Horan.

Horan menyebut perbaikan yang melibatkan LED organik adalah sebagai “solusi yang elegan”.

Bagikan:

  2 Responses to “HMDS F-35 Akan Diganti OLED Untuk Memudahkan Pilot Pemula”

  1.  

    njir, perangkat lunak atau firmware, ardunio mah lewat, ya boy ?

  2.  

    Ini pespur masih pengembangan terus padahal sudah ada yang di produsi dan digunakan… kapan dipakai perang???

 Leave a Reply