HMS Trent, “Tong Bubuk” dan Kisah Ketegangan di Ukraina Timur

Kapal Inggris e1622939406378

Militer Internasional  –  Kapal militer internasional diizinkan berada di Laut Hitam berdasarkan Konvensi Montreux 1936, tetapi jumlah dan tonase dibatasi mengingat masalah keamanan nasional negara-negara pesisir di kawasan itu.

Kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Trent terlihat dalam perjalanan melalui Selat Bosphorus di Turki setelah meninggalkan Laut Hitam, ujar Daily Mail melaporkan, dirilis Sputniknews.com, Sabtu 5-6-2021.

Bulan lalu, media Inggris melaporkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan telah mengirim kapal HMS Trent ke Laut Hitam di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina Timur.

Kala itu pejabat di Republik Donbass yang memisahkan diri menuduh Kiev (Ukraina -red) mempersiapkan serangan militer besar baru. Akibatnya, Washington, sekutu Eropanya, dan Kiev, pada bagian mereka, menuduh Moskow mengerahkan pasukan di perbatasan dan mencari “provokasi”.

Rusia, pada gilirannya, mendesak Kiev dan Republik Donbass untuk tetap berpegang pada ketentuan gencatan senjata Minsk.

Pada saat itu, Moskow memperingatkan bahwa AS dan NATO “sengaja mengubah Ukraina menjadi tong bubuk” dengan pengiriman senjata, dan menekankan bahwa jika ada eskalasi yang terjadi, “tanggung jawab atas konsekuensi dari eskalasi semacam itu akan sepenuhnya berada di kaki Kiev dan kurator Baratnya”.

HMS Trent melakukan panggilan perdananya ke Gibraltar pada 9 Agustus 2020 dan terjebak di sana untuk jangka waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan karena masalah teknis yang dihadapinya di laut.

Kapal itu dikerahkan untuk berpatroli di Laut Mediterania Tengah dan Timur sebagai bagian dari Operasi Penjaga Laut, sebagai upaya NATO untuk mengatasi terorisme maritim serta penyelundupan senjata dan perdagangan manusia.

Namun saat ini. Kapal Perang HMS Trent Inggris terlihat telah Kembali dari Misi Laut Hitam

File : Dok. HMS Trent (P224) (@commons.wikimedia.org)

Leave a Reply