Mar 292019
 

Para personel Angkatan Darat India menembakkan howitzer Dhanush dalam latihan perang © Indian Ministry of Defense

JakartaGreater.com – Sejak Perang Kargil 1999, Korps Artileri Angkatan Darat India telah bekerja keras untuk menjadi ‘lengan tempur utama‘, alih-alih hanya menjadi ‘pendukung‘ semata-mata bagi infantri atau kavaleri, seperti dilansir dari laman The Print.

Sementara baru-baru ini India telah mengimpor howitzer swagerak (SPH) K-9 Vajra-T dan howitzer ultra ringan (ULH) M-777 telah menjadi sorotan, adalah howitzer kaliber 45/155 mm Dhanush asli India dijadwalkan secara resmi dilantik pada 26 Maret untuk memberi keunggulan bagi militer India, terutama di sepanjang daerah Line of Control (LoC).

Meskipun sebagai turunan dari Bofors Haubits FH-77B, Dhanush yang diproduksi oleh Ordnance Factory Board’s (OFB’s) adalah sebagai langkah besar dalam hal kemampuan dibandingkan FH-77B.

Terlebih lagi, dengan tingginya tingkat kandungan lokal, howitzer Dhanush lebih mudah dirawat daripada howitzer Bofors FH-77B kaliber 39/155 mm yang saat ini digunakan oleh Angkatan Darat India di LoC. Bahkan, produksi Dhanush akan membuat suku cadang asli tersedia untuk meningkatkan kemudahan servis FH-77B.

Korps Artileri Angkatan Darat India menembakkan howitzer Dhanush © Kementerian Pertahanan India

Jangkauan lebih jauh, akurasi lebih baik

Dhanush memiliki laras yang lebih panjang dari FH-77B, dengan sistem reload bi-modular ‘Zone-6’, memungkinkannya untuk menembakkan amunisi extended range full-bore base bleed (ERFB-BB) dengan jangkauan maksimum 38,4 km dibandingkan dengan FH-77B yang hanya 24 km. Dengan demikian, Dhanush mengungguli FH-77B sejauh 9+ km atau lebih jauh 6-8 km dari M-777.

Howitzer Dhanush juga memiliki kontrol dan akurasi tembakan yang lebih unggul apabila dibanding FH-77B sebab menggunakan automatic gun alignment and positioning system (AGAPS), yang memanfaatkan sistem komputerisasi (ETC) untuk perhitungan balistik on-board, sebuah radar kecepatan dan sistem pengamatan inersia (INS) berbasis GPS.

Pada FH-77B, perhitungan balistik dan rekaman kecepatan dilakukan ‘off-board’ ditingkat pos komando baterai. Setiap unit Dhanush juga dilengkapi dengan radio STAR-V, bersama dengan ETC dan unit display senjata kompatibel dengan Artillery Combat Command & Control System (ACCCS) Shakti yang mengotomatiskan operasi artileri dilingkungan yang berpusat pada jaringan.

Penggunaan AGAPS bersama dengan elektro-hidrolik yang cocok untuk peletakan meriam otomatis memungkinkan Dhanush diarahkan ke sasaran jauh lebih cepat daripada FH-77B, begitu data penargetan tersedia. Ini berarti bahwa Dhanush dapat lebih memanfaatkan data lokasi senjata musuh yang disediakan dari Weapon Locating Radar (WLR) Swathi dan drone yang digunakan oleh unit pencari dan target akuisisi (SATA) dari Korps Artileri.

Parade militer India menampilkan howitzer Dhanush yang diderek truk Angkatan Darat India © Indian MoD via Wikimedia Commons

Fleksibilitas memungkinkan mengepung target

Jangkauan yang lebih panjang, keunggulan akurasi dan fitur otonom howitzer Dhanush memberikan Korps Artileri India fleksibilitas yang diperlukan dalam hal penyebaran dan penempatan howitzer di pegunungan. Penghancuran pos-pos Pakistan yang dijaga ketat di sepanjang LoC membutuhkan tembakan artileri yang saling terkait dari berbagai arah.

Ini lebih mudah dicapai jika resimen artileri standar yang terdiri dari 18 meriam dapat dipisah dan dibagi menjadi beberapa unit tembak yang dirancang guna mengurangi target ‘terdaftar’.

Mengesampingkan Vajra-T yang baru diakuisisi dari Korea Selatan, yang dalam hal apapun adalah howitzer swagerak beroda rantai dimaksudkan untuk mendukung Korps Serangan Angkatan Darat India di dataran, Dhanush memiliki keunggulan mobilitas dibandingkan M-777 di area penempatan karena memiliki unit propulsi yang tidak dimiliki M-777.

Meskipun M-777 memiliki mobilitas strategis yang lebih besar karena dapat diangkat oleh helikopter, Dhanush lebih cocok untuk pukulan berat di seluruh LoC. Terlebih, Dhanush telah teruji jauh lebih luas daripada M-777 dalam kondisi India, baik dalam hal mobilitas dan daya tembak.

Saat ini, 114 unit Dhanush sedang dipesan dan 18 unit diharapkan dikirim sebelum akhir tahun 2019. Kebutuhan hingga 300 unit, lebih lanjut sedang diproyeksikan oleh Angkatan Darat India dengan produksi tahunan diperkirakan akan mencapai 60 unit.

  One Response to “Howitzer Dhanush, Senjata Utama Korps Artileri Yang Dikerahkan India di LoC”

  1.  

    Rakyat miskin dan kumuh tapi negara malah jor2an borong senjata militer….. aneh india ini… gak mikirin rakyat.. beda sama indonesiq ya 22 nya gk di fikirin wkwkwkwk