Agu 272016
 

Hampir setiap tahun Indonesia selalu bergelut dengan masalah kebakaran hutan. Indonesia juga berencana untuk membeli pesawat amfibi dengan kemampuan pemboman air dari Rusia atau Jepang.

Ada salah satu alternatif lain yang bisa dijadikan Indonesia untuk memadamkan hutan, meski saat ini masih dalam konsep dan sudah dipatenkan oleh perusahaan Boeing dari AS.

Perusahaan Boeing AS akan mengembangkan konsep baru pemadaman hutan, yakni dengan menggunakan meriam howitzer. Howitzer banyak digunakan dalam berbagai konflik didunia, dengan stok yang sangat melimpah, sebagian diantaranya tersimpan digudang atau bahkan menjadi besi tua.

379890B400000578-3759665-image-a-2_1472205802746

Ide terbaru Boeing adalah dengan menggunakan senjata howitzer yang dilengkapi dengan amunisi penghambat api untuk membantu mencegah kebakaran semakin meluas.

Ditempatkan pada jarak puluhan kilometer dari area kebakaran hutan, howitzer yang dilengkapi dengan amunisi pemadam api bisa membombardir kobaran api dengan tembakan dua amunisi permenit secara lebih aman.

Saat ini, petugas penanggulangan Karhutla Indonesia memadamkan kebakaran hutan dengan menggunakan helikopter atau pesawat amfibi dari Rusia. Sebagai perbandingan, satu baterai yang terdiri dari enam howitzer membutuhkan waktu kurang dari 6 jam untuk bisa menyebarkan 25.000 liter cairan pemadam api, sementara dengan menggunakan pesawat membutuhkan waktu 7,6 jam atau bila menggunakan helikopter bisa menghabiskan waktu sekitar 12 jam.

379890B000000578-3759665-image-a-3_1472205882090

Saat ini yang masih dalam tahap pengembangan adalah selongsong amunisi khusus untuk muatan cairan pemadam api, satu selongsong nantinya bisa memuat 4-22 liter cairan. Setiap amunisi menggunakan teknologi canggih yang terdiri dari timer, altimeter, accelerometer, perangkat gps, sensor suhu, sensor tekanan, atau alat pengukur jarak. Dengan cara ini, bahan kimia akan disebarkan persis di atas api atau di sekitar api untuk menghentikan penyebarannya.

 Posted by on Agustus 27, 2016