Jul 072017
 

Tokyo – Sedikitnya 10 orang tewas, termasuk seorang anak hilang dan 400.000 orang lainnya meninggalkan rumah, setelah hujan lebat melanda Barat Daya Jepang. Hujan deras ini menyebabkan sungai meluap, kata pejabat pemerintah dan media setempat.

Wilayah prefektur Fukuoka di pulau Barat Daya, Kyushu, diguyur hujan dengan debit mencapai 774  Milimeter selama  9 jam pada Rabu 6-7-2017. Debit air hujan itu mencapai sekitar 2,2 kali dari curah hujan normal pada Juli 2017, kata televisi nasional NHK.

Sebanyak 7.500 orang petugas penyelamat, termasuk Polisi, petugas pemadam kebakaran dan Tentara dari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), dikerahkan untuk membantu evakuasi dan mencari orang yang hilang. 40 Helikopter juga disiagakan sampai cuaca membaik.

Wilayah yang rusak akibat banjir di Toho-Mura, Fukuoka, Jepang, 7/7/2017 (Yochibi)

“Ada banyak laporan mengenai ancaman keselamatan, misalnya informasi ‘seorang anak hanyut di sungai’ dan pesan warga yang mengatakan ‘rumah saya hanyut dan saya tidak bisa menghubungi orang tua’,” kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam sebuah jumpa pers darurat pagi.

“Kami akan menjaga hubungan dengan daerah-daerah yang dilanda bencana dan bekerja dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa serta memeriksa  kerusakannya,” kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Prefektur Fukuoka dan Oita yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan, merupakan daerah yang paling parah rusaknya, karena hujan yang disebabkan oleh tekanan rendah di Lautan Pasifik menghembuskan udara hangat dan lembab ke dalam hujan musiman Jepang.

Warga di pusat pengungsian yang dibangun di sekolah dan gedung pemerintah di dataran tinggi, merasa cemas semalaman karena mendengar laporan tentang tanah longsor dan jalan yang banjir.

Wilayah yang rusak akibat banjir di Toho-Mura, Fukuoka, Jepang, 7/7/2017 (Yochibi)

“Bukan hanya hujan, juga ada petir dan kilat. Saya tidak dapat melihat apapun di depan saya,” ujar seorang perempuan di salah satu tempat pusat pengunsian kepada NHK.

“Saya belum mendengar berita tentang beberapa kawan saya dan saya benar-benar was-was,” ujar murid yang mengungsi bersama keluarganya, kepada NHK.

Rekaman gambar dari televisi menampakkan jalur kereta api rusak dan terputus akibat banjir. Daerah yang sama juga dilanda hujan deras pada awal minggu ini, akibat dari Badai Tropis Nanmadol, yang sudah mengalir ke laut, dilansir Antara/Reuters, 7/7/2017.

Bagikan:

  3 Responses to “Hujan Lebat di Jepang, 10 Tewas, Ratusan Ribu Mengungsi”

  1.  

    hujan itu berkah tapi klo hujan besar ditambah topan itu ajab… gk ada yg mampu menandingi kekuatan alam

  2.  

    Saat tsunami di aceh jepang banyk mmbantu ….

  3.  

    Negara maju..Dengan segala tekhnologi…Tapi tetap tak bisa mengalahkan tenaga alam

 Leave a Reply