Human Error, Penyebab Insiden “Black Eagle” di Singapura

Tim akrobatik udara T-50 Black Eagle Korea Selatan. © Peter Gronemann via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Setelah melakukan penyelidikan selama sebulan atas kecelakaan pesawat terbang yang berpartisipasi dalam pameran udara internasional di Singapura pada bulan Februari, Angkatan Udara Korea Selatan mengumumkan pada hari Rabu, bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan pilot selama persiapan untuk lepas landas, seperti dilansir dari Korea Herald.

Menurut Angkatan Udara Korea Selatan, pilot dari tim aerobatic Black Eagles itu gagal mematuhi prosedur darurat ketika pesawat T-50 Golden Eagle tergelincir di landasan Changi Airport selama Singapore Airshow 2018 pada 6 Februari lalu.

Angkatan Udara mengatakan tidak ada cacat yang ditemukan di pesawat T-50, tetapi mereka akan bekerja dengan pabrikan Korea Aerospace Industries untuk mencegah kemungkinan kecelakaan serupa. T-50 dikembangkan oleh KAI bersama-sama dengan perusahaan Lockheed Martin, AS. T-50 digunakan sebagai jet pelatih oleh Angkatan Udara Korea Selatan.

“Kami menyimpulkan bahwa kecelakaan itu disebabkan kegagalan pilot untuk mengamati prosedur dalam situasi yang tidak normal. Kami akan mendidik semua pilot tentang kecelakaan dan membangun kembali prosedur yang relevan”, kata juru bicara Angkatan Udara Korsel.

Pesawat jet T-50 Golden Eagle itu terbakar setelah tergelincir dari landasan pacu dan menabrak rerumputan di sisi landasan pacu 1 Bandara Changi. Kecelakaan tersebut menyebabkan pilotnya mengalami luka ringan serta menyebabkan Angkatan Udara membatalkan pertunjukan yang dijadwalkan.

Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF) menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi ketika pilot melanjutkan dengan roda kemudi bagian depan yang terlepas sebuah sistem yang memungkinkan pesawat dapat diarahkan pada saat meluncur untuk lepas landas atau take-off ketika kerucut hidung pesawat dan roda depan tidak selaras sempurna, tutur juru bicara RoKAF.

Keputusan tersebut menyebabkan pesawat bersandar ke sisi kanan dan tergelincir dari landasan pacu. Meskipun upaya berulang untuk membawa pesawat di bawah kendali, pilot gagal untuk mencegah pesawat untuk berbelok dari landasan pacu.

“Pilot seharusnya membatalkan misi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Tapi pilot begitu bersemangat untuk mengatasi masalah yang dia coba berulang kali untuk mengendalikan pesawat tersebut”, menurut penjelasan RoKAF.

Setelah kecelakaan tersebut, RoKAF mengirimkan tim inspeksi yang beranggotakan 10 orang ke Singapura. Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan Jenderal Lee Sung yong memimpin penyelidikan tersebut.