Hyundai Rotem Siap Produksi Panser K808 dan K806 untuk Militer Korea Selatan

Hyundai Rotem berharap untuk memulai produksi 600 unit kendaraan lapis baja beroda (panser) untuk Angkatan Darat Republik Korea (RoKA). Produksi yang akan dilaksanakan pada 2018 dengan kapasitas produksi sekitar 100 kendaraan per tahun, kata juru bicara perusahaan itu. Ini akan menempatkan panser K806 6×6 dan panser K808 8×8 dalam pelayanan RoKA.

Insinyur utama di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hyundai Rotem, Shin Yong-Cheol mengatakan perusahaan menargetkan pesanan dari pemerintah Korea Selatan pada bulan Oktober 2016, yang akan meminta produksi awal 16 unit kendaraan agar dikirimkan ke RoKA untuk uji coba lapangan yang dijadwalkan berlangsung sampai akhir 2017. Produksi massal akan dimulai setelah dari 2018.

Menurut Shin, 600 kendaraan panser tersebut akan terdiri 100 unit panser 6×6 K806 dan 500 unit panser 8×8 K808. Ini akan dilengkapi dengan stasiun senjata terlindung dilengkapi senapan mesin M2 HB. Sepertinya tidak ada rencana RoKA untuk melengkapi kendaraan baru tersebut dengan stasiun senjata jarak jauh untuk mengurangi biaya akuisisi, namun Shin mengatakan bahwa perusahaan siap untuk memasok sistem ini jika diminta.

Baik panser 16 ton 6×6 K806 maupun panser 20 ton 8×8 K808 memiliki banyak karakteristik dan kinerja yang sama. Menurut spesifikasi terbaru yang disediakan oleh Hyundai Rotem, kedua kendaraan didukung oleh mesin diesel 420 hp Hyundai Motor Company yang menyediakan kecepatan jalan maksimal 100 km/jam melalui transmisi otomatis tujuh kecepatan. Mereka juga dioperasikan oleh kru dua orang dengan akomodasi hingga 9 tentara bersenjata lengkap.

korsel-k808-and-k806
Panser K808 (kiri) untuk melakukan operasi tempur, Panser K806 (kanan) untuk melakukan peran eselon.

Namun, Shin menjelaskan bahwa konsep operasi untuk kedua jenis kendaraan tersebut cukup berbeda, dimana K806 bertujuan melakukan peran eselon belakang seperti pertahanan fasilitas sipil dan militer serta perlindungan konvoi logistik sedangkan K808 akan melakukan operasi tempur intensitas tinggi bersama layanan tank tempur utama K1A1 dan K2.

Sumber: IHS Jane

Tinggalkan komentar