Aug 082014
 
CN235 TUDM

CN235 TUDM

Matahari siang seperti belum puas melihat rerumputan yang meradang kepanasan. Bunga-bunga penghias jalanan lunglai terkulai tak berdaya, sementara sungai dan waduk-waduk sudah lama kering kerontang. Di beberapa tempat di sekitar Kuala Lumpur dan Selangor, secara bergantian mengalami giliran jatah aliran air bersih di rumah-rumah penduduk. Kondisi kering telah lama menghantui masyarakat ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Ironis, berita-berita di layar kaca justru lebih sering memperlihatkan bencana banjir yang kerap terjadi di Jakarta. Sehingga pertanyaan menggelitik seringkali terdengar di kalangan masyarakat etnis China yang pemukimannya mengalami pemutusan aliran air bersih, apakah hujan ini sudah dibeli semua oleh orang seberang? Hehehe..! Maklum, dalam tahun ini, Malaysia mengalami penurunan curah hujan yang drastis. Sering dilakukan usaha merekayasa hujan, tapi dari sepuluh kali hasil uji coba, hasilnya hanya dikisaran 10-20% saja. Apa yang salah dengan iklim di Malaysia?

Inilah sesungguhnya awal diskusi yang melibatkan para pakar teknologi di Kementerian Teknologi Hijau Malaysia. Harus diakui, meskipun kementerian ini memiliki anggaran yang relatif besar, namun fasilitas yang dimilikinya, ternyata jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan fasilitas milik LIPI. Dari sini pula, diskusi merambat kepada sektor kepemilikan dan penguasaan teknologi. Tidak diketahui jelas apa alasan yang mendasarinya, tiba-tiba Indonesia dijadikan sebagai objek pembanding. Padahal, biasanya Malaysia lebih memilih Thailand sebagai pembandingnya, mengingat kedua negara ini memiliki kesamaan letak geografis, yakni merupakan bagian dari mainland of Asia. Dari mulai sejarah kepemilikan satelit, penguasaan teknologi aeroangkasa hingga kepemilikan radar dan penguasaan teknologi yang menyertainya. Hingga pada akhirnya diskusi ini menyeret pada satu keyakinan bersama bahwa Indonesia telah menguasai sebuah teknologi yang tidak mereka kuasai. Sayang, saya bukan orang yang ahli dalam bidang aeroangkasa dan meteorologi, sehingga kurang bisa merangkai sebab akibat dari mengapa akhirnya mereka bisa sampai pada kesimpulan bahwa Malaysia harus segera mengakuisi CN235MPA versi terbaru produksi IAe(sebutan PTDI dalam bahasa Inggris). Selain itu mereka juga berminat dengan produk N295, dengan syarat semua spect N295 yang mereka pesan nanti harus sama persis dengan produk sejenis yang telah dimiliki Indonesia. Padahal sehari sebelumnya, Sultan Brunei belum berani memesan pesawat N295 ini, selama produk tersebut belum dibangun seluruhnya di Indonesia. Ada apakah gerangan, kira-kira seperti itulah pertanyaan kecil yang sering hinggap di pikiran.

Tadi siang, tiba-tiba handphone saya bergetar. Sebuah email dari seorang sahabat, dengan lantang mengucapkan selamat atas keberhasilan PTDI dalam merebut minat dari para petinggi di lingkungan TUDM. Dia juga tidak lupa meminta maaf karena selama kepergiaannya selama ini tidak pernah berkirim kabar. Rupanya dia telah diutus oleh atasannya untuk keliling ke berbagai negara, semata-mata untuk memantau tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk pesawat jenis CN235 atau C235 dalam berbagai versi. Hasilnya ternyata telah menuntun pada hasil sidang antar menteri terkait hari ini, dalam menentukan pilihan bagi armada angkutan ringan, sedang, dan marine patrol. Komisi ini telah merekomendasikan pesawat CN235 dan N295 IAe, sebagai armada baru yang mereka perlukan.

Tentu saja kebanggaan besar tiba-tiba menyeruak dalam hati saya ketika dia menambahkan bahwa ternyata US sendiri lebih mengandalkan pesawat ini untuk mengontrol perairannya. Bahkan lebih handal dari produk sejenis yang dikeluarkan oleh Italia dan Swedia, atau bahkan dengan produk USnya sendiri..! Hahaha..! Nah lho? Masih belum yakin juga dengan kemampuan insinyur PTDI ?.

CN 235 TUDM, Malaysia Made in IAe

CN 235 TUDM, Malaysia Made in IAe

Dia menambahkan bahwa CN235 Malaysia yang telah diupgrade pada tahun 2009, konon kini telah menjadi tulang punggung bagi pengawasan wilayah udara dan laut Malaysia yang tidak kecil nilainya. Latma Ex Thypoon beberapa waktu lalu adalah medan pembuktian pesawat mungil ini. Dalam diam, Malaysia telah menyusupkan pesawat ini dalam latihan. Ada keunggulan yang diluar perkiraan dan sangat membanggakan, sehingga MinDef merekomendasikan IAe sebagai pemasok tunggal bagi pengadaan keperluan armada yang telah ditentukan.

Terima kasih Pak Syafrie Syamsudin dan Pak Budi Santoso, yang tidak pernah lelah memperkenalkan buah karya anak bangsa ini ke persada dunia. Semoga kelak bisa menjadi sebuah kebanggaan bersama. Amien..! Salam hangat bung..! (by: yayan@indocuisine, Kuala Lumpur, 08 August 2014).

  128 Responses to “IAe: Durian Runtuh di Musim Luruh”

  1. uno, konsumen terpesona, PTDI memang mantaps

  2. Eksistensi anak bangsa makin diakui dan diketahui oleh bangsa lain dan bangsa sendiri.

  3. Absen

  4. Absen jam setengah 2 malem no4

  5. akhirnya bung yayan luluh jg hehehe mksih bung

  6. Alhamdulillah,,…
    PT DI atau IAe mulai klihatan pesonanya,,..
    Selain untuk dirinya sendiri (PT DI), secara tidak langsung telah manarik minat dunia untuk melihat industri2 strategis lain di Indonesia tercinta ini.

    Semoga N Seriesnya PT DI suatu saat dan smoga bisa dalam waktu cepat bisa mengandung 100% komponen lokal. Untuk kemandirian dan untuk daya saing di pasar Internasional,,..

    Jayalah Putra dan Ibu Pertiwi,,.. !!!!

    • Kalau melihat kandungan lokal yang ada dalam CN235 yang udah 60%, seharusnya cita-cita itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Pertanyaan baliknya, apakah angka 100% itu juga harus memasukan faktor engine? Jika iya, maka saya termasuk orang yang pesimis untuk bisa mencapai kesempurnaan lokal hingga di angka 100%. Karena hingga saat ini, belum ada satu perusahaan manufactur pesawat pun di dunia ini yang sudah mampu melakukannya. Boeing, Airbus, Embraer, Bombardier, Alenia Aermachi, dan lain-lain, semuanya belum ada yang bisa buat engine sendiri. Doa dan harapan saya semoga kedepannya industri hulu di Indonesia akan semakin mendapat perhatian, sehingga sektor manufactur permesinan produksi bisa turut berkembang, yang akhirnya bisa menyentuh titik yang kita impikan, yakni terwujudnya industri engine pesawat terbang. Amien..! The imposible is nothing..! Hehehe..! Salam hangat bung..!

      • Maka dari itu belum ada yang bisa. Maka IAe lah yang pertama melakukannya di dunia, kalau di luar bisa buat mesin masa sih dlm negeri tidak bisa ???? Pasti bisa bung , dan membutuhkan waktu ..!!!

      • Kalau pun bisa, nanti kena UU anti monopoli dah bung yayan. He he he he he. Maaf bercanda. Maklum saking bahagianya

      • Bung Yayan & Imperfection: correct.

        Di dunia memang belum ada pabrik pesawat sekaligus pabrik ban, mesin dst. Konsep bos saya (dulu) BJ Habibie adalah berawal di akhir dan berakhir di awal. Kalau kita mulai dari riset, produk akhirnya akan lama sekali terwujud dan laku. Kalau sudah bisa buat banyak pesawat sendiri, harapannya menjadi efek bola salju. Makin lama menggelinding akan semakin besar mengembangkan dan menarik industri lainnya: avionik, engine, material, landing gear, dst. Kalau produk2 ini sulit dilempar keluar, toh industri pesawat dalam negeri bisa menyerapnya krn pasar kita sangat besar.

        Tahun 97an, saya diminta ikut dalam tim memulai N2130 (twin jet, lebih dari 130 penumpang) dalam bidang tertentu. Waktu itu, percaya nggak percaya, pokoknya manut saja, kata pak Habibie 15 tahun ke depan pasar pesawat Asia Pasifik akan boom. Pabrik perakitan N250 (twin turboprop, 70 penumpang) bahkan sudah akan dibangun di AS. Gubernur salah satu negara bagian di AS sangat antusias menyediakan lahan utk pabrik, sewanya murah 1 US$ per hektar! Mereka sadar, demi lapangan kerja dll soal lahan welcome sekali, toh hanya sewa.

        Ironisnya, di Indonesia produk IPTN dicaci maki, nggak tahu siapa aktornya. CN235 Tetuko diledek sing teko ora tuku tuku, sing tuku ora teko teko (yg datang nggak beli beli, yg beli nggak datang2). Bikinnya mahal, jualnya ke Thailand ditukar dgn beras ketan. N2130 juga riuh rendah krn dianggap menggunakan dana reboisasi. Pada akhirnya semua ini diberangus IMF tahun 99. Karyawan IPTN dulu mencapai 16,000 termasuk 3,000 engineer, diminta turun jadi total 3,000 atau ditutup saja. Padahal iterasi pertama model 2 dimensi sayap N2130 sudah ditest di wind tunnel kecepatan transonik di Perancis.

        Dan kini 17 tahun kemudian, ternyata benar terjadi boom pesawat di Asia Pasifik. Yang akan merajai angkasa Indonesia bukan N2130 dan N250. Lion tahun lalu pesan 270 Boeing 737 dan 234 Airbus A320/321, Garuda 32 Boeing 737, Kartika ingin 30 Sukhoi Superjet, Sky Aviation 12 Sukhoi Superjet, dst. Total 578 twin jet yg dipesan perusahaan Indonesia, sebuah ceruk besar pasar domestik yg seharusnya bisa ikut dinikmati rakyat bangsa ini melalui N2130 dan N250.

        Saat ini kita sedang memulai kerjasama pembuatan IFX, kapal selam, rudal, fregat, dst. Jangan sampai gagal lagi, diteriakin dgn isu yg mengada-ada. Dan juga Neo N250 dst. Seluruh elemen bangsa jangan ada lagi gontok-gontokan mencibir road map yg sedang dijalani. Kritik boleh, asal membangun, bukan mendegradasi.

        Hallo pemerintahan dan DPR baru: yang amanah ya …. anda dipilih dan diharap-harap oleh rakyat Indonesia, bukan rakyat bangsa lain.

      • Kalau 100 % sih sulit, bukan soal bisa atau tidak melainkan soal cost juga. Sekelas boeing dan airbus saja tidak 100%, bahkan tidak sedikit komponen yang order dari pihak lain seperti PT DI.

      • yayan@indocuisine @ Dalam 10 bulan terakhir setiap membaca judul artikel di JKGR, 100 % tebakan saya tidak belum pernah meleset pasti penulisnya Bung Yayan, itu pertanda saya sudah menjadi fans dan pencinta berat karya karya tulisan Bung Yayan. Saya sampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas karya bung Yayan, teruslah berkarya untuk membangkitkan rasa optimisme bagi para Warjag agar jiwa Nasionalis kami makin bertumbuh demi kejayaan NKRI. Salam NKRI !!!

  7. ” mereka juga berminat dengan produk N295, dengan syarat semua spect N295 yang mereka pesan nanti harus sama persis dengan produk sejenis yang telah dimiliki Indonesia.”

    PT.DI jos..

  8. Maaf bung yayan hanya sekedar bertanya .. Bukannya cn235 itu buatan airbus eropa dan pt DI hanya sebagai penjahit saja..?? Setiap berita asing yg saya baca tdk pnah menyebutkan buatan PT DI akan tetapi buatan airbus atau cassa spanyol??

    • Yang buatan Spanyol itu C235, setahu saya sih begitu..! Hehehe..!

      • Bung@yayan lahirnya tahun berapa ya? CN 235 itu kerjasama Casa Spanyol Dan Industri Penerbangan Nasional Indonesia. SAngat dibanggakan oleh Rezim Orba, bahkan majalah anak SD. Bobo pun mengupas tuntas detail CN 235!(nama Indonesia: Teutuko)! Setelah itu Casa dan IPTN jalan sendiri2. Casa/Airbus melahirkan CN 295 tanpa campur tangan IPTN/DI. IPTN melahirkan Gatotkaca

        • Dulu almarhum bapak saya gawe Di MNA, sama bosnya IPTN disuruh keliling Timur Tengah jualan Teutuko CN 235. CN 235 menghadapi iklim Timteng no problem…tapi ironisnya malah MNA memilih pesawat Tiongkok!! Tapi memang after sales service Teutuko versi sipil payah! MNA pernah punya 2 kalo ngga salah

        • Hehehe..! Salam hangat bung Blackhawkdown..! Usia saya belum seberapa, terutama dalam hal penguasaan ilmu pengetahuannya. Tapi alhamdulillah, walaupun umur saya belum seberapa, saya udah dikaruniai dua orang puteri yang cantik-cantik kayak mamanya..! Hahaha..! Hormat saya yang setinggi-tingginya untuk almarhum ayahanda tercinta, yang telah menerbangkan CN235 hingga ke timteng. Saya yakin dan percaya, ayahanda bukan seorang pilot biasa. Semoga anda mewarisi segala kelebihan yang dimiliki beliau. Amien..! Salam hangat untuk anda beserta keluarga, dari kami di Kuala Lumpur..!

    • Saya luruskan ya .. CN235 hasil kerja patungan Indonesia – Spanyol dengan porsi 50% – 50%. Buah dari kerjasama ini kita bisa melahirkan N250, dan rencananya N2130 kalau tidak terganjal krismon dan IMF. Kalau sekarang sdg merancang N219, itu cukup mudah, tinggal dilakoni.

      Mudah2an dgn kerjasama KFX/IFX Indonesia – Korea dgn porsi 20% – 80% kita akan bisa membuat fighter baru berikutnya. Real ToT adalah kerjasama pengembangan desain bersama, bukan mendapatkan offset mencetak spare parts, sekedar karoseri. Dengar2 ToT Rafale ke Malaysia berupa offset pembuatan spare part ya?

      Demikian agar dimaklumi.

      • N2130 tu lho bagus bgt!!!!kenapa tidak direalisasikan?

      • Wah, terima kasih bung WH untuk penjelasannya, sangat bermanfaat..! Betul, tawaran Rafale memang seperti itu, semata-mata untuk manjangin umur perusahaan manufactur pesawat terbang mereka, CRTM Sdn. Bhd(M), yang sudah hidup segan mati tak mau. Tapi Malaysianya masih galau, karena ternyata diketahui bahwa Indonesia juga mengambil Rafale dan mendapatkan ToT yang jauh lebih baik. Konon disini ada campur tangan Bossnya Lion Air. Rusdi Kirana berhak mendapatkan offset yang besar dari Airbus, namun sebagian dihibahkan pada negara. Sekarang Malaysia lagi melirik Thypoon, tapi lagi-lagi mereka juga kecele, Indonesia udah bertapak duluan di situ. Mau ambil F18 Super Hornet, udah kadung kecewa dengan Singapore. Jas39 Gripen? Kayaknya mereka kurang pede ama kita, apalagi Brunei juga berencana ambil Gripen. Mereka gengsi dong mau disamain kekeuatannya dengan negara kecil yang dulu terang-terangan menolak bergabung dengan Malaysia, dan lebih memilih mengulur waktu untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Semuanya masih berubah. Suhu hubungan dengan Indonesia dan Singapore, akan membawa ke arah mana Malaysia harus berlabuh. Demikian bung yang bisa saya uraikan. Semoga bermanfaat. Salam hangat..!

        • Mantap penjelasannya bung Yayan, salam kenal hehehe…
          sepertinya Malaysia kok malah jadi ‘Terasing di Kawasan’, mungkin karena terlalu banyak pertimbangan gengsi ya.

        • Menarik nih kalau offset 234 Airbus A320/321 dilempar ke ToT Rafale demi IFX. Kalau offset 270 + 52 Boeing 737 kemana larinya ya?
          Bos Lion beli pesawat kayak beli kacang goreng. Jumlah 234 Airbus yg dibeli katanya didapat saat dianya merokok Dji Sam Soe (234).

        • pnjlasan yg mantap bung yayan…gengsiny malay trllu tnggi…kbnyakan iri hati & gbs brgaul yg baik…y akhirny akn trkucilkn dgn sndriny dari prgaulan.
          1000 tmn trllu sdkit,,tp 1 msuh kbnyakan…jadilah org yg baik,,mka org pun akn baik thd anda,,jdilah org yg baik scra tulus,,mka org pun akn brbuat baik scra tlus kpd anda,,,tp klo gk kdua2ny….yaaa….anda rsakn sndri akibtny.

          slm hngat bung Yayan

        • Bung yan, rafale dan typhon kita kapan nih nyampenya…..sptnya gak sembunyi2 kan datengnya…soalnya menhan kalo gak salah sdh pernah bilang mau ambil keduanya…

          • saya rasa tidak demikian adanya bung tupai, pelaku alias user sendiri sering nongol dimari kok bung, anda percaya kami pasti bisa!!!

      • klo indonesia jd ngk ngmbil rafa ngk bung dan dpt tot apa saja,atau cuma jd beli typhoon

    • CN itu atrinya Cassa Nurtanio

  9. pt di, maupun casa dulunya untuk cn235, sama 2 jahit hampir smua dari ribuan komponen dari suplyer di seluruh dunia. coba gogling sejarah dan perkembangan pt.iptn@g/di tentang cn 235.

    • ribuan komponen dari suplyer diseluruh dunia itu pastinya berdasarkan pesanan, dan pesanan itu berdasarkan rancangan tidaklah mungkin kita menggabungkan komponen tanpa merancangnya terlebih dahulu, jangan sepelekan tentang rancang bangun sebuah pesawat terbang, dan yang merancangnya adalah orang Indonesia diantaranya pak habibie.
      maaf ya… CMIIW

    • Di era knowledge economy, desain termasuk detil teknis nilai tambahnya akan lebih tinggi dari manufakturnya. Contoh paling sederhana, kalau kita beli keping CD kosong harganya mungkin 2000 rupiah. Tapi kalau sudah ada isi software, bisa jadi ratusan ribu bahkan jutaan.
      Yang kebagian manufaktur China misalnya mungkin hanya dapat )1500 per keping. Tapi dari per keping yang berisi software bagian terbesar masuk ke perusahaan yang merancang softwarenya, bisa ratusan atau bahkan jutaan rupiah.
      Memang sebaiknya kita juga memperkuat manufakturnya selain agar lebih banyak lagi value added yang masuk ke kita juga jika keadaan darurat kita tetap bisa produksi.
      Hanya jika mau pakai prioritas, yang sekarang harus digalakkan adalah kemampuan merancang, mendesain sampai ke detil teknisnya karena keterbatasan keuangan. Manufaktur yang prioritas yang secara ekonomi paling menguntungkan. Sambil mengumpulkan surplus dari hasil desain dan rancangan serta manufaktur yang profitable, secara bertahap masuk ke manufaktur yang lebih padat modal dan perlu investasi besar.

  10. salut buat PT DI…SALUT BUAT INDONESIA

  11. Artikel yang bagus bung @ Yayan, oh ya bung apakah dalam merekayasa cuaca mereka ( malaysia) juga menggunakan CN235? salam hangat dari saya bung untuk anda & keluarga tercinta!

  12. Bisa nggak cn 235 dipakai sebagai gun ship..
    Mohon pencerahannya.
    Salam nkri

    • Saya gak yakin dengan peran tersebut, mengingat pesawat ini hanya didesign sebagai pesawat pengangkut. Selain itu kemampuan manuvernya juga tentu sangat jauh berbeda dengan fighter jet. Tapi kalau sekedar memberikan bantuan serangan, kayaknya sih bisa. Logikanya, kalau dropping barang dan orang aja bisa, masa sih dropping bomb gak bisa? Hehehe..! Maaf cuma pemikiran tukang masak. Mungkin ada teman lain yang lebih menguasai bidang teknik ini. Terima kasih..

      • Saya mau bantu2 mas Yayan … Syukur2 dapat ngicipi masakannya …

        Kalau TNI mau bisa aja dijadikan gunship, tergantung doktrin TNI…

        CN235 MPA bisa menembakkan exocet, harpoon, atau torpedo yg dicantol di sayap.

      • Setahu saya ada rencana dari Pemerintah Yordania utk memesan CN-235 utk dibuat versi gunshipnya. Kalau tidak salah saya baca di Majalah Angkasa Edisi Juli.

        Kalau untuk CN-235 MPA Versi TNI AL malah sdh ditambahi dengan winglet, yg sdh diuji dan ternyata memenuhi kriteria aerodinamis (seperti yg saya baca di Angkasa). Konon kabarnya versi MPA TNI AL bisa terbang rendah untuk setiap misinya. Itu hasil diskusi saya dengan salah satu teman di lingkungan TNI AL beberapa waktu yg lalu.

        Kemungkinan sdh dilengkapi dengan kemampuan membawa torpedo ringan.

        • Iya memang pesawat2 bisa terbang rendah asal tidak ada obstacle (penghalang). Pesawat MPA harus terbang rendah terutama saat melepas torpedo sekitar 300 m atau kurang dari permukaan laut.

          Masalahnya adalah saat merendah akan mudah terpapar hawa laut yg korosif, dan lebih cepat material stress karena berulang2 naik turun ketinggiannya. Disamping itu posisi rendah MPA ini akan mudah dimangsa misil anti pesawat dari kapal maupun kapal selam.

          Sebentar lagi 2020 up, model perang anti kapal selam akan berubah. Pesawat MPA terbangnya akan tinggi sekali sampai 20,000 meter demi menghindari masalah2 itu. Torpedonya pun bisa dilepas dari ketinggian ini. Sesaat setelah dilepas, torpedo diarahkan menuju titik dipermukaan laut menggunakan kit JDAM spt yg sudah proven pada bom pintar. Begitu mendekati titik tsb, pada ketjnggian 300 meter kit JDAM dilepas dan diganti parasut dst spt yg biasa dipakai sekarang.

          Demikian sekilas info.

    • GUNSHIP SEPERTI DIFILM TRANSFORMER TA BUNG? DIBODI KANAN KIRINYA DIKASIH MERIAM GANTLING BUAT BANTUAN TEMBAKAN KEDARAT YA???

  13. Selalu ada rasa bangga yang menyeruak dlm dada ketika mendengar sepak terjang indonesia di kancah internasional…info dari bung yayan sudah membuktikan bahwa produk2 hasil karya anak bangsa bisa bersaing dengan produk2 dari negara maju…tinggal bagaimana peran pemerintah agar terus mensupport industri2 strategis seperti Pt.Di ini.supaya semakin maju dan bersaing dlm kancah global.bung yayan, sy mau bilang sudah saat x negara2 tetangga kyk malaysia tuk membuka mata akan kemampuan kita….salam hangat bung! “Bangga menjadi indonesia”

    • Sebenarnya mereka mungkin sudah lebih dulu membuka mata terhadap kemampuan bangsa ini. Buktinya mereka sudah terang-terangan memandang kita sebagai pesaingnya. Tapi sudahkah kita membuka mata terhadap kemampuan mereka. Karena saya melihat, justru kitalah yang lebih under estimate terhadap kemampuan mereka. Kita sering kaget apabila ada diantara mereka berhasil mempersembahkan sebuah karya. Paradigma seperti ini harus kita hapus bersama-sama. Untuk menjadi negara maju kuncinya adalah jangan fokus pada kehebatan kita, tapi concernlah pada kehebatan produk hasil karya kita. Insya Allah, jika hal ini bisa kita penuhi, dunia internasional dengan sendirinya akan mengakui kehebatan kita. Mari kita sama-sama belajar, bekerja dan berkarya..! Tuhan memberkati kita..

      • Sy setuju2 aj sich bung selama mereka masih menghormati dan menghargai kita…tp sejujurx sy kurang respect sama mereka selama mereka masih suka cari gara2 contoh misalx kasus tari pendet…sipadan ligitan dan baru2 ini tanjung datuk…kebetulan sy pernah di KL…sy tau gmn mereka memanggil kita dngn sebutan indon di sana…maaf bung yayan kok curhat jadix hehehehehe.

      • benar bung yayan,setuju dengan anda,

      • setuju Om@yayan.. Like it.

      • Akur bung yayan , pinginnya saya bisa ” memandang ” dengan benar kemampuan jiran, tapi yang saya dapat kok lebih banyak yang fatamorgana ya ? Kalau bahasa iklannya Tak seindah warna aslinya. heehehhe….

  14. Terima kasih Bung Yayan atas artikelnya…artikel seperti inilah yang membangkitkan semangat nasionalisme bangsa. salam kenal..

  15. katanya ngga nulis dulu lagi gambar2 . bisa aja, ternyata anda orangnya pemurah ya, dan warjag kayak anak 2 anda sendiri, ngerengek sedikit aja di kasih walaupun capek. hehehe salut ajah hanya orang2 yang biasa kerja totalitas dan penuh loyalitas yang bisa. hebatnya anda tau kapan harus diam, berbicara dan ignoring, asli bisa jadi guru di sekolah kepribadian.
    😀

  16. Untung PT. DI ga jadi ditutup atas klausul permintaan IMF waktu krismon dulu..cinta NKRI..semangattt..

  17. Bung @Yayan, maaf mengulang pertanyaan diartikel sebelum ini yang terhapus oleh bung Diego krn lagi upgrade. Saudara sy ingin kuliah di prodi chef…mohon pencerahannya/rekomendasinya Universitas di Indonesia yang punya prodi tsb. lulusannya diakui baik dan punya basic skill yang bagus. saat ini baru punya satu refernsi yaitu U.Ciputra Surabaya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar2nya atas jawabannya.Salam hangat.

    • Di Indonesia hanya ada 4 Akademi Pariwisata Negeri, yang tersebar di Bandung, Bali, Medan dan Makassar. Anggaplah untuk sementara keempat institusi inilah sebagai yang terbaik di negeri ini untuk prodi tersebut. Dari keempat Akpar tersebut, atau tepatnya sekarang mungkin kita sebut Sekolah Tinggi Pariwisata/ STP saja, karena semua sudah menelurkan lulusan hingga jenjang sarjana. Yang terbaik diantara keempatnya hingga saat ini adalah STP Bandung, karena dia jugalah yang pertama menawarkan program D4, sebelum program sarjana diakui. Dosen-dosen unggulannya adalah lulusan Management Hospitality di berbagai Universitas terkemuka di dunia. Bahkan posisi rektor untuk ketiga STP lainnya, akan bisa dilihat dari sejauhmana seorang dosen bisa berprestasi saat mengajar di STP Bandung ini. Selain itu, STP Bandung memiliki jaringan yang sangat luas, baik dengan sesama universitas sejenis di dunia, maupun dengan perusahaan perhotelan inetrnasional. Di Swiss bahkan sekolah ini dikenal sebagai pemasok mahasiswa cerdas dari Asia. Hebat kan? Sayang, dulu saya gak sekolah di situ. Selulus SMA saya lebih memilih UGM, sebelum akhirnya cabut dan pergi ke Makassar. Berbekal perahu layar dari Jakarta, saya memilih sekolah di STP Makassar tersebut. Memilih prodi Ffod Production, semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri saat harus berlayar dengan perahu saya. Hehehe..! Nyatanya keasyikan..! Sekarang di Indonesia sudah banyak universitas yang menawarkan pendidikan tersebut. Nama universitas yang anda sebut, termasuk bagus. Karena Ciputra Group dikenal sebagai peeusahaan properti raksasa Indonesia yang juga memiliki jaringan perhotelan tersendiri. Bagus, bisa diandalkan, dan layak untuk dijadikan pilihan terbaik anda. Selamat mencoba bung..! Salam hangat..

      • Kalau Akpar NHI Bandung gimana ya bung Yayan? Lho kok ternyata the best nya STP Bandung. Just asking.

        Btw, terus terang dunia perhotelan masih blank bagi saya, padahal bisnis ini termasuk penginapan, kuliner dst sedang boom di Indonesia. Ada rombongan orang Malaysia datang ke Bandung hanya karena ingin merasakan masakan … ck ck ck …. .

        Mohon kiranya berkenan pencerahannya ttg prospek lapangan kerja di perhotelan dst., gaji di hotel Indonesia lulusan STP/Akpar, prospek karir, dsb. Thanks.

        • Setahu saya NHI itu nama internasionalnya STP Bandung sekarang bung..! Prospek bisnis dan kerjanya untuk saat ini bisa dibilang cerah. Apalagi setelah Indonesia diakui dunia sebagai negara dengan pelayanan hotel terbaik. Beberapa hotel besar di Indonesia, sudah ada yang memberikan gaji tinggi untuk level executive chefnya. Tahun 1995, senior saya yang malang melintang di Sheraton Hotel Group, Belgium, waktu pindah ke Indonesia udah menerima gaji $23,000/month. Ngalahin gaji seorang menteri bahkan mungkin gaji CEO bank di saat itu. Sekarang untuk level yang sama, untuk wilayah Jakarta udah ada dikisaran $25,000/month. Gak heran kalau harga kamar kelas presidential suit di Ritzcarlton hotel Jakarta, minimum sudah diangka $30,000/night. Harga kamar kelas ini, bisa menjadi patokan berapa gaji terbesar yang harus dibayarkan oleh hotel tersebut pada executive chefnya.

          Orang Malaysia memang lebih memilih Bandung sebagai tempat utama wisata luar negeri mereka. Penyebabnya tidak lain karena faktor kelezatan dan kehalalan makanan, harga pakaian yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan di Malaysia, serta kualitas dan design fashion yang lebih baik dari Malaysia dan Thailand. Sebelumnya, Thailand adalah tujuan wisata utama mereka.

          • Thanks a lot bung Yayan atas prompt response nya. Ternyata memang huge money ya industri perhotelan itu, pantesan sewa per malam di mana2 sudah mahal ..

            Ada teman saya dari Akper, sekarang malah memegang Town General Service di Dubai …

          • Hehe .. teman saya yang lulusan NHI alias STP Bandung jalurnya beda. Dia dapat bea siswa ke Selandia Baru ambil Doktoral. Magisternya dari ITB. Tapi poin nya serupa, alumninya sudah “battle proven” .. 🙂
            Salut untuk karya anak negeri.

      • Terimakasih sy persembahkan buat Bung@Yayan, ditengah kesibukannya masih mau menjawab pertanyaan orang awam seperti saya ini. Sedikit lagi bila berkenan, berapa perkiraan biaya yg harus disediakan pertahun atau sampai dengan lulus mengingat sekolah tsb bukan negeri, diluar biaya hidup. Salam hangat buat keluarga.

  18. maaf lahir batin bung yayan n sesepuh warjag semuanya…maaf telat dari pada gak sama sekali

  19. Citarasa yang mantaf dri bung yayan..
    Izin nyimak.

  20. Maaf OOT ini kok ada klarifikasi mengenai kedatangan F16 kemarin, bahwa yg dateng itu F16 C/D 25 ID bukan F16 C/D 52ID.. semakin simpang siur

    https://scontent-b-hkg.xx.fbcdn.net/hphotos-xpa1/t31.0-8/s720x720/10523328_562472960527718_3514417586388669200_o.jpg

  21. tandem bung kuprit

  22. Bung @yayan dlm latma typhoon ada keunggulan yg diluar perkiraan mereka apa itu? Trims artikelnya sdh cukup lama terasa tdk mengunyah artikel bung yayan.sehari serasa setahun.salam hangat buat anda dan sekeluarga.saya berharap cn 235 dapat menjadi pesawat legendaris seperti hercules yg diakui bandel.

    • Amien..! Terima kasih bung..! Detailnya saya justru harus lebih banyak bertanya ke rekan lain yang ada di Indonesia. Kira-kira apa ya yang udah dicangkokin PTDI? Hehehe..! Saya gelap bung…

  23. Kerja keras PT DI mulai terbayar pelan2.. Bertahap naik kelas menjadi produsen pesawat terkemuka di dunia..

  24. Begitu ya? Semoga..! Amien..! Di luar, orang lagi mengagumi Letjen FL, dirlatgab kemarin. Dia lagi ditandai sebagai tentara varietas unggul..! Anda setuju?

  25. kalo bs datuk pesen ifx skalian, mumpung ada diskon. hehehe….

  26. Tidak lupa terimakasih kepada bpk tekhnologi kita, bpk pesawat terbang & antariksa indonesia, bpk Rudy Habibie (BJ Habibie) yg telah memberikan fondasi kuat dengan filosofi kualitas komprehensip dlm disain & Manufaktur air plane di IPTN (PT.DI)…Bpk Rudy Habibie jasamu tdk akan pernah dilupakan,,kini dan 10 thn yang akan datang,,para pengkritikmu, para rivalmu (jika masih hidup) akan melek melotot teranyata engkaulah yg benar untuk membawa negeri ini maju memerlukan lompatan tekhnologi dan pengorbanan besar..(pengriktik & pnghalangmu adalah orang2 yg hanya bermental dagang, pengecut & antek asing yg ingin menghalangi Indonesia maju)..Hidup mr Rudy Habibie, hidup p Budi S, p safrie S & bung Poernomo..PT.DI Hebaat..Jayalah NKRI

  27. mantap artikel ya @bung yayan btw numpang nanya makanan asia citarasa eropa apa saja ya..?? kursus western food di indonesia yg bagus di mana ya bung @yayan….

    • Makanan asia cita rasa eropa? Hmmm..! Spaghetti..! Konon Columbuslah yang pertama kali membawa noodle dari China ke eropa. Noodle ini disantap dengan saus daging dan tomat, atau lebih dikenal sebagai saus Bolognese. Sebelumnya, saus bolognese lebih sering digunakan sebagai lapisan dalam makanan yang bernama Lasagna.

      Kursus western food di Indonesia, saya rasa sekarang udah sangat banyak. Bahkan perusahaan tempat saya bekerja di Jepang dulu, udah sering ngadain kursus di Indonesia. Le Cordon Bleu, adalah sebuah institusi pendidikan kuliner terkemuka asal Perancis. Di Asia hanya memiliki satu kantor, yakni di Tokyo-Jepang. Tapi mereka sudah dan sedang menyebarkan tenaga ahlinya ke berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh dunia. Sunway College and University Kuala Lumpur, adalah salah satu universitas di Asia Tenggara yang memegang licensi dari Le Cordon Bleu Asia di Jepang. Saya pernah menjadi staff ahli institusi ini di Jepang, selama kurang lebih 2 tahun.

  28. syukurlah kang yayan bisa terus nulis artikel, karya anak bangsa hrs terus di promosikan ke customer di mancanegara.
    harapan kami customer lokal pun memberi kepercayaan yg lebih besar utk memakai produk sendiri utk memakai CN 212/235/295, sebaiknya AL & AD diberikan @1 ska CN295 yg bisa dipakai utk mobilitas pasukan, logistik, latihan terjun, sehingga tdk bergantung pd AU.
    utk airline domestik diharapkan lbh byk pakai pesawat buatan anak bangsa, agar ruang udara nusantara dipenuhi burung besi buatan sendiri … semoga

  29. kalau beliau yang satu itu memang salah satu yang terbaik bung 🙂

  30. Salam hangat bung yayan.. senang sekali membaca tulisan bung yayan yang penuh makna dan diselipkan kata2 indah. Semoga tetap sehat dan terus berkarya memenuhi rasa dahaga anak-anak bangsa ini pada nasionalisme yg semakin tergerus. Oh ya senang rasanya membaca cerita hidup bung yayan dan memang bung terkadang walaupun kita tidak kuliah/atau mencari ilmu di tempat terbaik tp pengalaman lah yg mendidik kita menjadi yg terbaik.. itu pengalaman saya lalui sekarang mjd seorang medis tp bisa mencintai dunia militer dan kebangsaan serta membawa saya mengenal bung yayan lewat tulisan… semoga semakin banyak warga bangsa yang mencintai bangsanya lewat forum ini

  31. Luar biasa, sekian lama jadi sr di dini setiap kali membaca karya bung @yayan kebanggan saya sebagai rakyat indonesia semakin tinggi. Keyakinan bahwa bangsa ini adalah bangsa besar semakin terpupuk. Saya ucapkan terima kasih kepada bung @yayan yang telah memberikan karya-karyanya juga kepada sesepuh yang lain yang tidak lelah untuk memberikan informasi dan pelajaran kepada penikmat forum ini.
    Salam hangat !

  32. sedikit OOT bung yayan bagaimana perkembangan M’sia trhadap anoa kita… soalnya kemaren di metro di katakan presiden pt. pindad masih melakukan pembicaraan thd pt. pindad mengenai ketertarikan M’sia kepada anoa

  33. IPTN / PT.DI/ IAe dahulu menangis darah krn dikorbankan sekarang telah bangkit utk menebar harumnya buah kesabaran dan kerja keras nya selama ini..sampai2 petinggi airbus sekalipun ikut menyanjung serta berterima kasih kpd PT.DI…. salut bt kerja keras putra-putri bangsa di PT.DI tak lupa terima kasih saya kpd bung yayan atas artikelnya

  34. Bung yayan kapan datangnya si tukino.katanya mau datang secepatnya

  35. …semoga era sekarang menjadi awal kebangkitan karya PT. DI….semua hasil pesawat bisa memenuhi kebutuhan dalam negari dan bisa pula memenuhi pasar asia pasifik….mantabs banget PT. DI….huebaaatttt

  36. Artikel yg mantap , salam kenal bung yayan.

  37. cakep nih pesawat udah dioperasikan 17-18 pesawat

    http://www.uscg.mil/acquisition/mrs/\

    tapi jangan salah harus tetap punya harga diri di depan si paman kalo enggak diinjek2 spt kecoak

  38. Correct bung Satrio, kisah tsb benar adanya. Itu krunya saat tiba di sana dan turun dari CN disemprot anti kuman lho badannya. Paranoid yah …

  39. Huuraa..terharu baca nya..terbanglah garudaku tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu..

  40. Saya baca dari edisi koleksi angkasa tentang CN235 Phoenix. Sayang sekali memang. Sekarang kalau lihat ATR lalu lalang di dekat rumah, rasanya sedang melihat N250, sedih. Tetap semangat untuk PTDI. Keep Moving on guys.

  41. Terima kasih bung Yayan atas tulisannya, kebetulan ada beberapa teman yg ikut dalam DSA 2014 kemarin. Jadi sedikit bercerita mereka menawarkan 4 unit CN-235 MPA kepada TUDM dan pihak TUDM tertarik karena keberhasilan pesawat ini dalam Pertahanan negara mereka. Jadi yg ditawarkan itu CN-235, NC 212i dan N-219, dan pihak TUDM juga tertarik untuk melakukan upgrading avionicsnya CN235 menjadi glass cockpit. Ijin share tulisannya buat teman yg kemarin berhasil meyakinkan pihak TUDM, 😀

  42. yang versi ASW kapan diakuisisi TNI AL? jangan2 TUDM malah lebih dulu daripada TNI AL..hemat saya sebelum ekspor ke TUDM sebaiknya penuhi dulu kebutuhan TNI AD, AU dan AL kita baru kita ekspor. Untuk Regioprop 80 (R 80) kalo bisa dibuat versi militer terutama untuk versi angkut dan AWACS

 Leave a Reply