Mar 312013
 
Lapas Cebongan Sleman

Lapas Cebongan Sleman

Sebuah note (catatan di Facebook) tidak menggemparkan, namun menghenyakkan pembacanya. Tidak menggemparkan karena ditulis dari sebuah jejaring sosial, dikirim melalui jejaring sosial lainnya. Meski jejaring sosial memiliki sifat kemassalan, namun itu berkaitan dengan pertemanan yang dimiliki. Kekuatannya selain terletak pada substansinya, penyebaran yang ‘bergerilya’ dari jejaring sosial dan melintas ke antar jejaring sosial. BBM (blackberry messenger) memegang peran penting penyebaran di kalangan kelas menengah.

Substansi note yang ditulis dengan account Idjon Djanbi menjadi ‘kontra opini’ pasca pembantaian tahanan lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Opini yang berkembang di masyarakat atau beberapa pihak yang dimuat di media cetak elektronik bahwa pembantaian tersebut dilatarbelakangi dendam. Pihak yang mempunyai dendam dan kemampuan balas dendam adalah institusi yang anggotanya dibantai oleh kelompok preman di sebuah kafe di Yogyakarta.

Analisis terhadap peristiwa pembantaian diuraikan secara runut, meski penggunaan tata bahasa carut marut. Pesan yang disampaikan jelas bahwa banyak kelemahan yang harus diperhatikan apabila pelaku pembantaian dituduhkan kepada institusi yang pertama kali dikomandani oleh ‘pemilik’ akun. Intinya adalah pelakunya bukan institusi yang pertama kali dikomandani oleh ‘pemilik’ akun melainkan aparat kepolisian sendiri. Oknum POLRI melakukan untuk menutupi ‘aib’ konflik dibalik pembantaian premab di sebuah kafe, yang oleh publik dilihat sebagai pemicu pembantaian di lapas Cebongan.

Catatan Idjon Djanbi menjadi kontra opini publik yang menjadi reaksi atas pembantaian lapas. Disertai dengan foto-foto korban pembantaian menjadi tantangan bagi ahli forensik dan balistik untuk memberi penjelasan komprehensif atas jenis senjata, luka tembak, posisi korban saat dibantai, berapa orang pelakunya dan berbagai kemungkinan lain yang bisa diungkap. Foto-foto ini penting selain menunjukkan akses pemilik akun terhadap kondisi dan situasi lapas dan korban pasca pembantaian. Dengan kemungkinan lain, pemilik akun merupakan salah satu pihak yang melakukan pembantaian. Artinya membantah bahwa yang dibela bukan pelaku, namun mempunyai kesempatan untuk mengabadikan peristiwa yang pemilik akun ikut terlibat.

Foto-foto itu akan menjadi pembanding bagi POLRI atau siapapun yang membentuk tim investigasi. Institusi yang melakukan investigasi sudah didahului dan dicegah untuk mendistorsi fakta sebagai upaya pengaburan bahkan menyembunyikan kejadian sebenarnya. Publik lebih dahulu disodorkan foto, dengan harapan melakukan penalaran sekaligus membangun pola pikir pembanding atas informasi yang akan disampaikan oleh pemerintah. Foto-foto berbicara banyak hal, melampaui kata-kata yang bisa dirangkai.

Senjata AK 47

Senjata AK 47

Hegemoni opini yang mendiskreditkan telah memicu reaksi dengan sebuah catatan. Setelah beredar di dunia maya, dan sampai ke media dan pihak-pihak terkait seperti POLRI, KOMNAS HAM atau TNI belum ada yang secara komprehensif menolak atau menyanggah foto atau isi dalam catatan tersebut. Dalam hal ini Idjon Djanbi selangkah lebih maju dari tim investigasi dari institusi manapun. Catatan yang sudah masif tersebar akan membentuk opini sebagai kontra opini. Akibatnya, penjelasan resmi yang kemudian disampaikan akan ditolak oleh (nalar) publik. Publik yang membandingkan akan sulit percaya dan mulai gamang dengan informasi yang ada. Kegamangan ini melahirkan sikap individu yang bisa berubah menjadi sikap publik ketika momentum bertemu. ( by: Yakub Adi Krisanto)

  11 Responses to “Idjon Djanbi Dan Kontra Opini di Dunia Maya”

  1. Politisasi….dan keragu2an akan membuat negeri ini menjadi dikuasai oleh pihak2…yang bisa mengambil posisi tegas dan keras…walaupun cenderung tidak bijak/berhati dan ini bahaya…

  2. Loh, postingan asli ijon zombi yang asli maren dihapus ya mas….
    sayang benar…

  3. kedalaman serta kelogisan analisa, kejujuran dan keberanian sebuah investigasi utk mengungkap suatu fakta adalah prinsip2 yg mestinya dibangun dalam pemberitaan media masa/pers di negeri ini, jd mengapa takut untuk mengungkapkan kebenaran bro….maju terus para pejuang kebenaran!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. amat disayangkan paparan dari facebook idjon djanbi dihapus, itu si penulis tau persis sampai sebelah kanan kiri posisi dan nama2 pelaku pengeroyokan, sepertinya si penulis berada di TKP kayaknya intel kopassus itu yang nulis, salut dan benar-benar militan, saya angkat jempol untuk si penulis facebook.

  5. Tetap salut kepada si jango kopassus, kalo preman dibiarkan mau jadi apa negara ini ? kalo perlu petrus dibangkitkan lagi, heran, preman mati dibela mati-matian giliran kopassus yang mati hanya si jango saja yang berani membalas.

  6. kami bangga negara ini memiliki Kopassus,profesionalitas dan watak ksatrianya pantas diteladani…premanisme harus dilenyapkan dari bumi pertiwi ini..maju terus Kopassus!!!!!!!!

  7. Ini memang forum militer, namun ada baiknya melihat secra berimbng. Bkn hnya dri satu sisi, pun blm atau tdk ada bkti fakta yg jelas. Sebaiknya jg tdk membuat opini2 yg tdk jelas jg. Jujur aja ini forum dikritik forum militer sebelah krn postingan yg berandai andai. KS Kilo, Idjon dll

    • Kita berandai andai disini karena kami yang berada disini memang tidak tahu RAHASIA militer..
      dan kalaupun tahu kita tidak akan mengumbar umbar rahasia militer..
      kita disini hanya orang sipil awam yang berpikir cerdas dan berusaha mengulas dengan konteks keilmuan

      Kalaupun kami dikritik disebelah pun itu menunjukan bahwa kita ada dan eksis yang mesti di pantau oleh mereka..dan semoga yang biasa kasih koment disini dan memberikan pandangan dan ulasan bisa menjadi bahan pertimbangan masyarakat Indonesia menuju cerdas..
      Bila bung jakatingkir malu untuk eksis disini yaa bisa eksis diforum sebelah yang anda maksut.

      dan inilah demokrasi pers dan dunia maya yang bertanggung jawab akan tulisannya.jadi tidak perlu dibanding bandingkan ..yang perlu adalah menyaring dan memilah mana info yang baik dan yang jelek ..
      Terimakasih dan salam

    • Bung Jaka,

      Sayang sekali comment anda tentang posting Idjon Djanbi ‘offside’ dan sebenarnya tidak layak publish, karena dikirim pada jam 21:18 sementara siaran langsung pengumuman Tim Investigasi TNI di TV berlangsung pada 17:30. Idjon Djanbi sendiri telah mengumpulkan banyak data dan foto lalu berusaha menganalisa dan menarik kesimpulan, salah atau benar itu masalah lain, yang pasti tidak asbun. Kebetulan dari data Idjon Djanbi saya justru menarik kesimpulan berbeda dan telah di-share pada tanggal 2 dan 3 Maret (lihat di topik ‘Kartel Narkoba Diduga Bermain di Kasus LP Sleman’), sebagian malah saya tahan karena agak menjurus dan tidak ingin mendahului Tim Investigasi. Mungkin nanti akan saya share karena duduk persoalan telah jelas.

      Tentang Kilo-pun bukan ber-andai2 karena telah ada alokasi dana pada state credit Rusia untuk 2 buah KS tsb. Dana ini tentunya ada bukan karena pihak Rusia tiba2 mendapat wangsit harus menyediakan jumlah sekian sementara petinggi TNI AL tidak ada niat samasekali untuk memiliki alutsista tsb? Memang ada kesan ketidakcocokan dalam sejumlah persyaratan yang diinginkan TNI AL, tapi mungkin ini disinformasi agar yang tidak berkepentingan (terutama pihak luar) tidak lagi ngerecokin dan memonitor perkembangan masalah ini?

 Leave a Reply