Feb 142014
 
Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik  "Electro-Optical Distributed Aperture System"  EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik “Electro-Optical Distributed Aperture System” EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

Jakarta. Direktur Utama Korea Aerospace Industries Ha Sung Yong yakin pesawat tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment yang sedang dikembangkan bersama Indonesia dapat menggantikan pesawat F16 di masa datang.

Menurut Sung Yong (13/02/2014), pesawat tempur K/IFX apabila dikembangkan dapat dijadikan sebagai pesawat pengganti F16 dan F4 pada 2025.

“Pengganti F16 pada 2025 akan sangat dibutuhkan, saya percaya dengan kerjasama yang kuat kami dapat memenuhi pengganti F16 di masa yang akan datang,” jelasnya saat ditemui seusai acara serah terima pesawat tempur T-50i Golden Eagle di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (13/02/2014)

Selain itu Sung Yong juga yakin proyek pengembangan pesawat tempur bersama ini akan sukses karena lima alasan, yang pertama karena Korea dan Indonesia adalah sahabat yang istimewa. Kedua, karena secara geografis letak kedua negara sangat dekat.

Mock-up Pesawat Tempur KFX / IFX

Mock-up Pesawat Tempur KFX / IFX

Alasan ketiga adalah karena kondisi geografis yang memungkinkan untuk menjalin komunikasi yang efisien dan efektif dalam mengembangkan pesawat.

Alasan keempat karena budaya kedua negara memiliki banyak kesamaan yang memudahkan untuk saling mengerti. Sementara alasan terakhir, Sung Yong mengatakan dari segi teknologi, Indonesia memiliki kesamaan dalam pengembangan pesawat dan helikopter.

Setelah proyek pengembangan bersama KFX/IFX dihentikan dan dilanjutkan pada Januari 2014, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap pada 2020 prototipe pesawat dapat ditampilkan dan akan mulai diproduksi pada tahun berikutnya. (news.bisnis.com).

  36 Responses to “Pesawat Tempur IFX Menggantikan F-16 Indonesia”

  1. **Menurut Sung Yong (13/02/2014), pesawat tempur K/IFX apabila dikembangkan dapat dijadikan sebagai pesawat pengganti F16 dan F4 pada 2025.**

    waduh, BILA DIKEMBANGKAN…?? jadi belum pasti.
    sebagai pengganti F16 dan f4 pada 2025.
    thn 2014 saja tetangga pada pakai f 35 gen
    baru KALAU jadi 11 th kemudian thn 2025 baru keluar kfx gen ke 4,5 dikembangkan gen 5
    sudah jadul dong,,?!

    • Sperti kata sesepuh warjag “percaya sama korea itu musreeek!…”

      Nasi sudah menjadi bubur, ambil hikmahnya, smoga para ilmuwan yang di kirim korea bisa menyerap ilmu teknologi jadul tersebut.

      Saya yakin, kedepan kita bisa swasembada pesawat tempur dengan mengambil konsep yang sedang di pelajarin di korea.

      Insyalloh bisa.

    • Emang masalah buat loohh..???

    • Bung Okelah, sabar dong..! Niat kita kan emang untuk cari ilmunya dulu, bukan melulu untuk pesawatnya. KFX/IFX adalah sebuah batu loncatan, bukan tujuan akhir. Kerjasama ini adalah sebuah langkah menuju kemandirian, bukan ketergantungan. Kalau hari ini bung Okelah udah bisa bikin baju dari bahan tetoron, esok lusa masak sih gak mau coba bikin baju dari bahan lain, semisal denim, wol atau bahkan mungkin kulit. Lagi pun gak ada tuh UU yang melarang kepemilikan pesawat lain disaat kita sudah memiliki IFX. Perbedaan karakter, spesifikasi dan efisiensi antara tiap jenis pesawat akan bermuara pada perbedaan penempatan misi operasional pesawat itu secara khusus. Sekarang F16 tercanggih adalah block 60, yang bahkan gak dimiliki oleh US. Siapa tahu kelak KFX/IFX adalah F16 block 120 yang hanya dimiliki oleh Korsel dan Indonesia, dan merupakan satu-satunya pesawat sekelas F16 yang berfitur siluman dengan daya jelajah setara PAKFA NG dan kemampuan menggotong senjata mendekati F35NG, tapi dengan harga yang jauh di bawah kedua jenis pesawat tersebut. Jika hal ini terbukti, apakah kita masih malu? Jika masih malu, mari berpikir lebih kritis, dan terus dorong pemerintah agar selalu melakukan up date terhadap penguasaan teknologi yang ada. Berbeda pendapat untuk sebuah tujuan yang sama, adalah inti dari sebuah demokrasi. Bagi yang berakal, kegagalan adalah sebuah dorongan, tapi bagi yang tidak berakal, kegagalan adalah sebuah hukuman..!

      • @ yayan………thx

        ***Bung Okelah, sabar dong..! Niat kita kan emang untuk cari ilmunya dulu, bukan melulu untuk pesawatnya. KFX/IFX adalah sebuah batu loncatan, bukan tujuan akhir. Kerjasama ini adalah sebuah langkah menuju kemandirian, bukan ketergantungan. Kalau hari ini bung Okelah udah bisa bikin baju dari bahan tetoron, esok lusa masak sih gak mau coba bikin baju dari bahan lain, semisal denim, wol atau bahkan mungkin kulit. Lagi pun gak ada tuh UU yang melarang kepemilikan pesawat lain disaat kita sudah memiliki IFX. Perbedaan karakter, spesifikasi dan efisiensi antara tiap jenis pesawat akan bermuara pada perbedaan penempatan misi operasional pesawat itu secara khusus. ***

        KEMARIN DULU SUDAH SAYA BILANG ..PROGRAM KFX /IFX…ADALAH BATU LONCATAN UNTUK KEMANDIRIAN..BAHKAN PADA SAAT ITU DI BILANG SELESAI THN 2030-2040..MALAHAN SAYA BILANG LANJUTKAN BILA PERLU DI PERCEPAT.
        DI SINI DI THREAD “Pesawat Tempur KFX/IFX Mulai Pemilihan Desain” YANG NO 1
        “mudah2 lancar deh dan dapat di percepat… ….jangan sampai tn 2030-2040” ITU KATA SAYA…
        APAKAH HANYA KE KORSEL SAJA UNTUK BELAJAR…?
        YANG SAYA TAU ,KOREA HARUS MINTA IZIN DARI U S A ,BILA MENGENAI ALUTSISTA , “TANGANNYA BEBAS TAPI KAKINYA DI RANTAI”

        BAGAIMANA BILA ADA NEGARA LAIN YANG BISA “PRODUKSI BERSAMA ” (INI DI ATAS T.O.T NYA KORSEL) YANG SANGGUP BERIKAN PESPUR GEN 4++ THN INI 2014/2015…BAHKAN GEN 5 SEBELUM THN 2020…?
        ——————————————————————————————————————————–
        *** Sekarang F16 tercanggih adalah block 60, yang bahkan gak dimiliki oleh US. Siapa tahu kelak KFX/IFX adalah F16 block 120 yang hanya dimiliki oleh Korsel dan Indonesia, dan merupakan satu-satunya pesawat sekelas F16 yang berfitur siluman dengan daya jelajah setara PAKFA NG dan kemampuan menggotong senjata mendekati F35NG, tapi dengan harga yang jauh di bawah kedua jenis pesawat tersebut. Jika hal ini terbukti, apakah kita masih malu?***

        F 16 TERCANGGIH ADALAH F 16 BLOCK 60 ++ MILIK U.E.A
        BISA JADI SETARA PAKFA DAN F 35….ASALKAN ADA IZIN DAN RESTU U.S.A.
        JIKA HAL ITU TERBUKTI KATA ANDA…….JIKA…?? DAN JIKA…. ADALAH SANGAT BERRESIKO BESAR DALAM MENENTUKAN MASA DEPAN MILITER NEGARA INI..
        —————————————————————————————————————————–

        ***Jika masih malu, mari berpikir lebih kritis, dan terus dorong pemerintah agar selalu melakukan up date terhadap penguasaan teknologi yang ada. Berbeda pendapat untuk sebuah tujuan yang sama, adalah inti dari sebuah demokrasi. Bagi yang berakal, kegagalan adalah sebuah dorongan, tapi bagi yang tidak berakal,kegagalan adalah sebuah hukuman..! ***

        SETUJU BANG YAYAN BEDA PENDAPAT ADALAH WAJAR…TETAPI KALAU YANG TERJADI HINAAN…BAGAIMANA…??
        SANGAT TERLIHAT SEKALI MEREKA (OKNUM) INGIN MENGKERDILKAN T.N.I. DENGAN CARA MENG HAMBUR2 KAN UANG RAKYAT UNTUK MEMBELI ARSENAL YANG SANGAT MAHAL.,TAMPA MELIHAT KEPENTINGAN,STRATEGI DAN BUDGET YANG CEKAK..
        HUKUMANNYA SUDAH JATUH ….ADA REKAN DI SEBELAH BERTANYA SANGAT CERDIK..DI THREAD “”Berteman dengan Negeri jauh, Menyerang Tetangga Dekat”

        NO 9 andri cahyadi says:

        teman2 ada yg tau knp indonesia sekarang thn 2014 malah peringkat 19 frediksi global firepower military..
        turun dari peringkat 15 pd thn 2013.. padahal panglima TNI saat baru menjabat menginginkan indonesia masuk 10 besar dunia… ???

        http://www.globalfirepower.com/countries-listing.asp

        PERTANYAAN YANG BRILIAN DAN GLOBAL FIRE POWER TIDAK SEMBARANGAN MENGANALISIS

        ===============================================================
        THX ..BANG YAYAN

    • Okelah…….saya ralat omongqn anda mas atau mbak….
      Bung atau neng..

      Coba anda berfikir…secara logis. Korslet sudah bisa membuat dan memproduksi bahkan sdh bisa memasarkan T50 golden eagle…yg di akui turunan dr f~16 berarti tidak menutup kemungkinan kalau korslet sudah bisa mengembangkan pespurnya trtma ifx memiliki daya ataupun tekhno ygblebih tinggilah bung atau jeng,itu hanya omongan yg nglantur saja…belajar itu gk ada yg instan hung atau jeng…kejar paket saja tidak dikatakan instan terkecuali punya ilmu ladhuni ….
      Optimis aja bung okelqh .kalau itx akan jadi …

  2. Klo gitu lu bikin aja sendiri,bisa ga?
    Note:bung diego tolong anak saya di banned ya biar ga bikin kotor warjag

  3. Neng sales di atas ngomong apa sieh..? Gak jelas bgt..

  4. Pengganti f16 pd 2025.? berarti pada tahun itu jg pesawat sudah produksi masal donk.?
    Mantaplah…Tapi kalo keinginan saya,yg spek buat indonesia lebih baik menggunakan
    teknologi dari timur, khusus mesin dan persenjataan yg dpt diangkut. Sudah terbukti handal
    ketimbang produk barat…IMHO

    • saat ini mesin barat masih lebih handal, tapi mesin Russia superior dari performa serta sedang mengejar kehandalan mesin produk barat. mesin baru untuk Su35 akan lebih ringan, lebih bertenaga dan punya ketahanan pakai sebelum service yang meningkat sampai 2x lipat dari mesin sebelumnya.

      mengingat produsen barat lebih suka buka kantor di Singapura yang ga punya industri pesawat terbang daripada Indonesia, saya harap IFX dipertimbangkan agar bisa menggunakan mesin Russia. 2020 mesin untuk Pakfa juga akan tersedia untuk produksi

      • Sepertinya susah utk memadukan teknologi timur dan baratyg bung now.
        Bila itu bisa diterapkan mungkin ifx akan menjelma pesawat stealth setara raptor, dng kemampuan manufer setara flanker dan mesin rusia yg superior, kemampuan radar setara SU 35 dan terakhir menggotong persenjataan hasil TOT.
        Namun apapun itu segalanya butuh proses…optimis ifx terwujud paling tidak diatas f17
        xixixixi… 🙂

        • iya bang, beda filosophy-nya dalam membangun alutsista. jangankan timur barat, bahkan sesama negara eropa saja bisa beda pandangan mengenai seperti apa seharusnya pesawat yang akan dibutuhkan di masa depan. contohnya Perancis yang keluar dari kerjasama EF Typhoon dan memilih membangun pesawat tempur sendiri, padahal 2 pesawat sama sama MRCA 😀

          maksud saya bisa saja IFX menggunakan elektronik barat dan mesin timur. hanya saja IMHO- Indonesia sikonnya lebih mirip Russia, dan karenanya IFX lebih cocok menggunakan philosophy Russia juga yang luas wilayahnya dan tidak mengandalkan aliansi pertahanan system keroyokan

  5. wah wah wah,,, susah ya ckckck mungkin korea juga ddi bully usa + sekutu nya… mklum teknologi radar sm engine msh dr mereka… mungkin usa sm sekutu ga mw kalau itu smpe ke tangan indo mkanya korea di kibulli habis2an.. ckckckck

    mm TOT itu sangatsulit klo bajet nya se upil,,

    udah mending jf17 tp produksi bersam hehehe kalo beli sj rugi ^^
    qt bljar buat jet engine sm jf17 .. nanti kembangkan

    kalosudah jet engine,, R HAN bakalan tangguh..

  6. seandainya bisa di percepat sesuai plan awal prototipe pertama 2014 atau 2017 dan produksi masal 2020 namun meleset dari perencanaan awal,untuk 2025 mungkin sedikit agak lama kira kira 11 tahun lagi.sedangkan amerika serikat saat ini sedang mengembangkan pesawat generasi 6 atau mungkin 7,sebagai sample mereka telah melakukan pada beberapa ” F16″ yang telah di modifikasi sehingga dpaat terbang tanpa pilot di dalam nya atau kita knall dengan “pesawat tempur tanpa awak”bukan drone/UAV dan direncanakan 2023 bisa di tampilkan pada publik..sedangkan saat itu kita baru akan mendapat pesawat generasi 4,5 atau mungkin 5…

    thanks,,.

    • kalo menurut saya bung ga bakalan ada pspur gen 7,,, cukup gen 6 aka robot terbang.. kalo yang gen 7 psti modelnya kaya rudal yang stealt yg kec di atas 6 mch kalo udah kaya gtu rugi dong bajet mef 1 2 3,,, wah pokoke jangan berhayal smpe di sana dah,, ngeri keh keh keh..

      • bukan berkhayal bung@taufik tapi tiu berita nya ada di mbah GOOGLE heheh silahkan buka buka biar nambah wawasan,, untuk generasi 7 menurut mbah google adalah tipe pesawat tempur mandiri, fitur siluman dan dengan kemampuan “AI” artifitial Inteligen atau robot pinter yang dapat membuat keputusan sendiri.. mungkin klo pernah nonton flm STEATLH kira2 seperti itu wujud nya,
        thanks

    • Atau mungkin yang dimaksud pengganti F16 Indonesia itu mengarah pada kasus serupa pada F5E Tiger kita yang akan diganti dengan SU35BM. Jadi pada 2025, F16 kita akan pensiun, dan digantikan dengan IFX. Yang jadi pertanyaan besarnya justru bakal calon pengganti Sukhoi Flanker kita. Karena pada waktu itu komposisi pespur kita sudah terdiri atas pespur 4.5G yang mengacu pada IFX, pespur mendekati 5G yang diwakili SU35BM, dan pespur pengganti Flanker harusnya sudah mengarah pada 6G. Atau anggaplah kita punya kutukan untuk selalu tertinggal, pada masa itu setidaknya sudah akan ada pespur 5.5G, seperti mana adanya pespur 4.5G saat ini. Hehehe..! Maaf ini cuma fikiran OOT saya aja.

  7. * Sebetulnya apa membuat prototype IFX/KFX menjadi lama ? *

    A. Kalo disebut masalah design, ya design kan sudah ada, pasti lengkap per module sampe berapa skrup yg diperlukan pun pasti sudah diperhitungkan (ekstrem begitu)
    B Kalo masalah Avionic dan kelengkapan equipt lainnya, pastinya sudah ada review dari berbagai product yg beredar saat ini (Medium- high)
    C. Kalo masalah bahan Material STEALTH dan Airframe, paling tidak membuat prototype Non stealth dulu untuk kepentingan pengujian lapangan masalah aerodinamika, respon pespur terhadap semua paramater yg diperlukan.. dll, toh bagi korea bukan pengalaman pertama dlm pembuatan airframe.
    D.Kalo masalah software OS sbg pengintegrasian atas semua komponen Modular, dimana Software tsb memang harus mengenali,membaca, mengontrol berbagai UNIC CODE dari seluruh komponen yg mungkin dan akan diintegrasikan.

    nah kira2 masalah mendasar yg mana yg membuat LAMA menjadikan IFX/KFX sebuah prototype awal..??
    * dlm pikiran sederhana gue, justru waktu yg diperlukan lama itu ada dalam session antara prototype awal ke prototype akhir (siap produksi masal).

    # maaf kalo ngelantur, mohon pencerahannya z.. thanks

    • yg gue khawatirkan adalah justru masalah Policy Pemilik technology pendukungnya diluar negara korea, di tingkat pengintegrasian komponen (mendapatkan unic code dari vendor2 componen High-End) mengingat :
      1. jelas munculnya product KFX/IFX akan Kanibal dgn product setara dari AS dan Eropa bagi pasar Asia.
      2. Pertimbangan posisi Indonesia sebagai penerima Manfaat dari program IFX/KFX, jelas menjadi Wild card dimasa mendatang.

      kalo alasan Policy… waah lumayan alot juga ya 😀

  8. Maaf diluar konteks……

    GFP…. Indonesia terlempar ke urutan 19…. Alutsista memang terus nambah tapi ketengan…. 😀

  9. Busyyeeett kelamaan bang, kayak udah ketinggalan jaman.. Duuuhh proyek kfx/ifx ini memang mandul yak 😀

  10. hehehe… apa lg kalau bkn policy.. kayak mirip-mirip polisi tidur krn sengaja dilamakan bangkit bisa jd gak bangkit2 itu proyek.. policy (kebijakan) barat kan gak mau kalah canggih dari timur makanya faktor policy yg dominan jd kendala molornya ifx/kfx.

  11. “Pengganti F16 pada 2025 akan sangat dibutuhkan, saya percaya dengan kerjasama yang kuat kami dapat memenuhi pengganti F16 di masa yang akan datang,”
    Dalam interval 10 tahun kedepan, apa yg hrs dikerjakan?
    – F-16 lama + hibah sudah mendekati akhir masa pakai
    – 16 biji Flanker sdh berumur 13 – 22 tahun
    – F-35 Ossie dan Spor mulai 2017/18 sdh beroperasi
    – Diperlukan penangkal F-35
    – Calon terbaik adalah SU-35, bila diputuskan sekarang th 2018 sdh beroperasi
    – Mulai 2025 hanya ada 3 tipe: SU-35 + SU-27/30, IFX, dan F-16 + T50
    Siip!

  12. Jangan lupa bung.. Gripen tentunya.. hehehe..

  13. Saab Tawarkan Kemandirian teknologi( TOT ) jika RI Beli produksinya…
    ane liat tadi di warung sebelah..

  14. Ada yg baca MoU/Kontrak Indonesia-Korsel? Soal ToT nya ini ToT yg bijimana? Kok te o ta, te o te bahasan kita tanpa jelas apa yg di te o te in. Apakah semuanya, avionik, radar, mesin dll? Atau cukup desain ama perakitan/assembly? Meski berharap, gw pesimis ama model ToT beginian, kenapa? Krn terlalu short cut aja keknya. Mending fokus kuasain salah satu teknologi pentingnya, semisal sistem avionik, atau radar. Atau, kerjasama aja ama SAAB, lbh jelas hahaha… Hidup Gripen 🙂

  15. Lebih baik proyek IFX jalan terus walo molor bahkan sampai tahun 2030..
    Bujet kita kedepan semakin besar kok sehingga memborong rafale, SU-35, Pakfa,gripen NG dalam jumlah banyak sambil menunggu IFX operasional tentu bisa dilakukan. Walopun nantinya terkesan jadul tapi IFX akan memberikan lompatan penguasaan teknologi..

  16. Maaf ikut koment teman2… Tolong Koreksi Kalau salah.
    Yang Murah-cepat-gampang yaa….. supermie…. KAlaau mau Super_Jet yaaa pasti Mahal-Makan Waktu-dan Sulit. Namun apapun tantangannya saya kira maju terus program IFX, karena tidak akan rugi orang/entitas yang mempunyai Ilmu>>> apalagi Ilmu bikin Pesawat Tempur.

    wallaahu’alam.

  17. wah mantab ini semoga cepat terealisasi… aminnn

    adminkumat

 Leave a Reply