Sep 202017
 

Typhoon Royal Air Force (Geoff Lee / mod.uk)

Riyadh – Inggris dan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan kerja sama militer dan keamanan, kata kantor berita pemerintah Saudi, SPA, pada Selasa 19-9-2017. Kerja sama itu adalah peningkatan usaha untuk menangkal Iran di kawasan teluk serta mengalahkan ISIS.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pada Desember 2017 bahwa Inggris akan menginvestasikan dana lebih dari 3 miliar pound (sekitar Rp53,7 triliun) pada bidang pertahanan di negara-negara Teluk untuk dekade berikutnya.

Inggris sedang berusaha membangun hubungan kuat dengan kerajaan-kerajaan yang kaya akan minyak di Teluk sebelum negara itu keluar dari Uni Eropa.

Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon sudah membahas kerja sama militer tersebut dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menjabat sebagai menteri pertahanan dan wakil perdana menteri, lapor SPA tanpa memberikan keterangan rinci soal isi kesepakatan.

Negara-negara Arab di Teluk mengatakan Iran sedang berusaha memperluas pengaruhnya di negara-negara Arab, termasuk di Suriah, Irak dan Yaman. Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan sekutu-sekutu Arab melancarkan perang terhadap pasukan Houthi dukungan Iran, yang sudah memegang kendali di banyak wilayah di Yaman.

Hubungan dekat antara Inggris dan negara-negara Teluk mengundang kekhawatiran berbagai kelompok pembela hak asasi manusia, termasuk kritik soal serangan udara Saudi dalam perang Yaman yang sudah menewaskan warga sipil. Saat ini, personel militer Inggris sudah menjalankan kerja sama dengan pasukan Saudi. (Antara/Reuters)

  34 Responses to “Inggris-Arab Saudi Teken Kerja Sama Militer”

  1. Wuih…Tiphoon lagi Tipon lagi…..
    Klo kemarin pilih yg ini kan enak, tot jelas….ga kaya seri drama sukhiyah ampe episode berapa itu….bahkan sampe ada seri ghoibnya 😆

  2. Saudi-Qatar bermusuhan.
    Inggris jualan senjata ke Saudi dan Qatar.

  3. Sesama negara arab kok bentrok mulu….jian ra mutua…..

    Bersatu lah wahai negara arab.

  4. inggris main cantik…yang ribut siapa…yang laris senjatanya siapa…ibaratnya kaya 2 petinju bertarung tapi mereka punya promotor yang sama. petinjunya dapet benjut.promotornya mandi duit.ck ck ck

  5. Inggris dengan Amerika sama saja.
    Menciptakan suasana kurang kondusif lalu menjual alutistanya kepada mereka yang sedang adu otot.
    Entah siapa yang pandai dan siapa yang bodoh, mereka berlomba untuk apa?
    Selalu saja ada kemelut di dataran Arab, padahal dataran Arab sebagian besarnya hanya mengandalkan hasil minyak.
    Jika Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia dan negara lainnya yang dapat menciptakan alutista kelas wahid, khususnya pespur, kasel, kaprang, tank dan lainnya untuk keperluannya sendiri dan hanya sebagian kecilnya untuk di eksport, sudah pasti mereka sangat membutuhkan “Bahan Bakar” untuk kesinambungan oprasional alutista mereka yang hampir ada disegala penjuru dunia.
    Kesimpulannya jika kandungan minyak di dataran Arab masih banyak, kemungkinan terburuknya adalah selalu ada konflik di wilayah tersebut, jika para negara di dataran Arab tidak bersatu untuk berdamai.

  6. Gambar artikel di laman Index sama di Artikel kok beda ya…
    Dan di laman Index mengapa gambarnya Tank Abrams???
    sedangkan di Artikel Typhoon…

  7. Teman lama bertemu lagi, dulu inggris jg mensupport bani saud saat menginvasi jazirah arab sehingga muncul negara baru seperti syuriyah, yordania, suriah, irak dsb

  8. Oh, salesnya Tante Eli dah goal juga dapet PO dari Tuan Salman. Good good, bagi2 lah sama sahabat. Kemarin big boss sudah tanda tangan kontrak juga dg Tuan Salman
    https://jakartagreater.com/arab-saudi-borong-alutsista-as-termasuk-thaad/

    Hhhhhhhhhh

  9. Oh ya, Indonesia juga beli Apache, Chinook juga kan? Masih sedikit tuh, China bakal menggila loh di LCS? Yakin gak mau nambah lagi? Tuh ada F-35 loh atau F-16V juga boleh, atau kalo mau PAC/THAAD nanti bisa diupayakan. Gimana Pak Gatot? Pak RR dan Pak Jokowi??

    Hhhhhhh

 Leave a Reply