Okt 182016
 

inggris

Amerika Serikat (AS) kembali akan melakukan latihan perang berskala besar di Korea Selatan (Korsel). Dalam latihan kali ini, Inggris menyatakan bergabung dalam latihan tersebut. Mengetahui rencana latihan ini, Dubes Korut untuk Eropa , Park Yun-sik langsung menyatakan protes keras, dan mengecam keputusan Inggris.

“Situasi di semenanjung Korea sudah sangat dekat dengan perang. Semua itu karena latihan militer tak berujung yang dilakukan pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan, mereka bertujuan menyasar kami. Sekarang Inggris mau ikut-ikutan mengirim pesawat tempur Typhoon mereka, ini benar-benar menunjukkan tindakan memusuhi terhadap kami dan secara terbuka menyatakan perang,” tegasnya, dikutip dari Sky News, Selasa (18/10/2016).

Latihan perang gabungan yang akan digelar pada 4-10 November tersebut benar-benar membuat Korut geram, dan megingatkan Inggris yang selalu kalah dalam perang Korea. “Belajar juga dari kekalahan perang kalian saat mengikuti AS menggempur Irak dan negara lain. Hasilnya tak lain menimpa negara kalian sendiri. Sebut saja krisis pengungsi di Eropa dan terorisme. Inggris selayaknya segera menarik kembali keputusannya itu,” tegasnya.

Dalam latihan gabungan tersebut akan menggunakan skenario simulasi serangan ke kapal selam Korut. Militer Korsel menjelaskan, tujuan dari latihan gabungan tersebut adalah untuk memperlihatkan kekuatan kepada korut yang selalu melakukan provokasi dengan uji coba senjata nuklirnya.

Bagikan
 Posted by on Oktober 18, 2016