Jul 162014
 

Liputan6.com, Jakarta – Dari puluhan ilmuwan di seluruh dunia yang melamar ekspedisi ke Mars yang dilakukan The Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Bagus Nugroho terpilih ikut dalam penelitian itu.

Bagus Nugroho adalah ilmuwan muda Indonesia yang tengah studi S3 di University of Melbourne. Usianya baru 31 tahun.

Ia terpilih menjadi satu di antara 2 peneliti seluruh dunia yang mendapat kesempatan melakukan riset untuk program ekspedisi Jepang ke Planet Mars.

Pemuda asal Yogya ini akan meneliti meneliti parasut supersonic Mars yang menggunakan terowongan angin super-sonic.

Memang Bagus tidak pergi ke Mars, tetapi penelitian adalah untuk pembuktian dari penggunaan parasut supersonic Mars. Parasut ini menggunakan terowongan angin super-sonic (terowongan yang memiliki kecepatan angin, yang lebih cepat dari kecepatan suara).

Bagaimana sampai ia terpilih mengikuti ekspedisi Mars yang digelar JAXA (seperti NASA milik Amerika)? Berikut wawancara khusus Liputan6.com dengan Bagus Nugroho secara tertulis, karena Bagus kini sudah ada di Jepang, Rabu (15/7/2014).


Bagaimana prosesnya Anda terpilih menjadi peneliti ekspedisi ke Mars, apakah mengikuti seleksi-seleksi yang ketat dan berat? 
Beberapa bulan lalu JAXA membuka lowongan intern research kepada mahasiswa siapapun di seluruh dunia yang merasa memiliki kualifikasi sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Salah satu lowongannya adalah tentang menyelidiki parasut supersonic Mars menggunakan terowongan angin super-sonic (terowongan yang memiliki kecepatan angin lebih cepat dari kecepatan suara).  Prosesnya waktu itu seperti halnya aplikasi kerja, mengirim CV, dan menjawab beberapa pertanyaan mereka.

Mengenai seleksi internalnya saya kurang tahu karena itu berdasarkan internal dari JAXA. Kurang lebih sebulan kemudian mereka menghubungi saya kembali dan meminta copy passport dan data diri tambahan. Serta menanyakan beberapa pertanyaan lebih lanjut.

Beberapa minggu kemudian mereka menawarkan satu dari tiga posisi intern research bidang ini. Saya akan berada di Jepang hampir sebulan (Bagus di Jepang sejak 12 Juli 2014).

Bisa dijelaskan ekspedisi ke Mars ini dalam rangka apa? Posisi Anda sebagai peneliti apa?
JAXA berencana mengirim robot ke Mars pada 2020 untuk menyelidiki adanya kemungkinan kehidupan di mars (mikroba atau bakteri) serta meneliti lebih jauh mengenai planet ini.

Ada puluhan orang dari seluruh dunia yang melamar untuk mendapat kesempatan melakukan intern research ttg parasut supersonic di JAXA. Yang diterima ternyata hanya dua (awalnya saya kira tiga), saya dan satu lagi siswa dari universitas teknik terkenal di Prancis.

Posisi saya sebagai mahasiswa intern research untuk meneliti parasut supersonic Mars menggunakan terowongan angin super-sonic.

Apakah ikut ekspedisi ini berarti Anda berangkat ke Mars, atau bagaimana?
Bukan, saat ini belum ada rencana mengirim manusia ke sana, seperti yang ditulis di artikel dari ABC ini kemungkinan besar untuk mengirim probe.  

Dengan terpilih mengikuti ekspedisi ke Mars ini, apakah Anda membawa bendera kampus, pribadi atau Indonesia?Saya apply sebagai Mahasiswa Melbourne University .

Dengan background pendidikan aerodinamika, sebenarnya apa yang menjadi impian dan cita-cita Anda?
Saya ingin bekerja di badan antariksa atau bagian riset dan pengembangan pembikin pesawat atau apapun yang berhubungan dengan aerospace dan aerodinamik.

Banyak sudah peneliti yang melakukan penelitian tentang Mars, sebenarnya apa hal yang paling menarik dari Mars menurut kacamata Anda?
Saya keahliannya bukan planetary science, namun karena ini adalah salah satu object paling dekat dengan bumi selain bulan maka sangat menarik.

 

Apakah Anda akan berkarir di Indonesia? Kalau iya atau kalau tidak, apa alasannya?
Mungkin dalam waktu dekat ini saya belum bisa berkarir di Indonesia karena masih ingin mencari pengalaman dahulu di negeri orang. Selama ini saya sudah hampir 12 tahun di Australia untuk sekolah, dan belum sempat mengenyam banyak pengalaman kerja.

Kemarin saya sempat iseng apply ke dua perusahaan di Indonesia namun ditolak karena tidak sesuai dengan yang mereka cari. Keyataannya memang susah untuk orang seperti saya bekerja di Indonesia dengan latar belakang ini.

Agak sedih juga, karena kebalikannya di Australia. Yang tahun lalu ada bukaan untuk bekerja di badan riset departemen pertahanan mereka dimana kualifikasi saya sangat cocok (benar-benar persis yang mereka mau). Serta mereka langsung menanyakan ke salah satu profesor saya untuk ditawarkan ke murid-murid beliau.

Namun mereka mensyaratkan harus menjadi warga negara Australia. Karena berbagai pertimbangan saya urung untuk apply, terutama karena persyaratan menjadi warga negara Australia. Namun godaannya sangat menarik, karena selain gaji yang luar biasa tinggi (gaji awal Rp 50 juta sebulan), mereka menawarkan kami bekerja untuk meneliti dan menjadi bagian dari tim yang mendesain kapal selam militer masa depan mereka.

Keadaan di atas sedikit banyak menggambarkan betapa negara maju sangat haus akan ilmuwan-ilmuwan.

Anda menempuh pendidikan di Australia selama 12 tahun, kenapa pilihannya Australia?
Karena Australia dekat, Melbourne adalah the most liveable city in the world (4 tahun terakhir), serta kualitas Melbourne University yang sangat bagus. Group riset fluid mechanics Melbourne University adalah salah satu yang tertua, terbaik dan terkenal di dunia, terutama untuk mempelajari turbulent flow di bidang fluid mechanic (aerodynamic adalah salah satu cabang dari fluid mechanic).

Sebentar lagi Indonesia akan punya presiden baru, apa harapan Andaterhadap dunia pendidikan, penelitian dan aerodinamika dari presiden baru ini?
Saya berharap presiden baru lebih memperhatikan ristek, terutama peneliti yang di luar negeri. Panggillah mereka, dan gajilah mereka dengan layak. Beri peralatan dan kebebasan meneliti. Niscaya hasilnya akan luar biasa.

Selama saya di Australia itu yang saya rasakan, mendapatkan peralatan dan kebebasan akan memberikan hasil yang mengagumkan. Serta berilah mereka waktu dan bersabar, hasil riset tidak ada yang instant. Hasil yang kami peroleh hari ini mungkin baru dapat diaplikasikan 10 tahun mendatang. Tidak ada jalan pintas dalam sains dan teknologi.

Contoh yang mudah: Teori relativitas Einstein yang beliau kemukakan 100 tahun yang lalu baru bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat biasa pada akhir-akhir ini saja, dalam bentuk GPS di smartphone.

Menurut Anda, apakah Indonesia siap mengembangkan kedirgantaraan atau aerodinamika seperti negara lain, apa yang harus disiapkan?
Indonesia dasarnya sudah ada, sudah difondasikan oleh B J Habibie dan ahli-ahli sebelumnya dalam bentuk PT DI dan Lapan. Tinggal bagaimana kita mengembangkan yang sudah ada serta memberikan kesempatan kepada universitas teknik seperti ITB, ITS, Surya University, dll untuk mengembangkan bidang ini.

Biaya memang akan mahal karena perlu terowongan angin yang berkualitas, namun apabila dipusatkan di satu lokasi akan menghemat biaya. Isntitusi-institusi tersebut juga perlu di-encourage (didorong) bekerjasama dengan institusi lain yang kuat di bidang ini. Apabila di bidang saya tentang fluid mechanic dan turbulent flow contohnya seperti Melbourne University, Princeton dan Cambridge.

BIODATA

Nama: Bagus Nugroho
Usia: 31 Tahun
Status: Belum Menikah

INTERESTS

Scientific : Aerospace, astronautics, physics, history, paleontology, zoology.
Outdoor activities : Photography, radio control model, traveling.
Sports : Badminton, fencing.
Entertainment : Listening to classical rock music, watching movies, video games.

EDUCATION

2009 – 2014 : Doctor of Philosophy (Fluid Mechanics)
Mechanical Engineering, University of Melbourne
Expertise: aerodynamics, turbulent flow, flow control.

2010 – 2013 : Graduate Certificate (Commercialization)
Melbourne Business School, University of Melbourne

2010 – 2012 : Postgraduate Certificate (Nanotechnology)
Department of Continuing Education, University of Oxford

2004 – 2008 : Bachelor of Engineering (Mechanical-Honours)
Mechanical Engineering, University of Melbourne

2004 – 2008 : Bachelor of Science (Physics)
School of Physics, University of Melbourne

TRAINING CERTIFICATES

2006 : South East Asia Computer Aided Design Technologies (SEACAD)
SolidWorks Product Design (CAD Software)

2009 : MatLab Australia
MatLab Fundamentals (Mathematical Software)

2010 : LEAP Australia
Ansys CFX Introduction and DesignModeler (Fluid Software)

WORK EXPERIENCES

May 2014 – Present : Researcher at the Dept. of Mechanical Engineering – the
University of Melbourne

March 2009 – Present : “Angkasa” Aerospace Magazine,
Australian and UK Contributor

Jan 2008 – Feb 2008 : Daimler Mercedes-Benz,
Technical Department of Personal Vehicle Production

Dec 2007 – Jan 2008 : Indonesian Aerospace (IA),
Aircraft Development Center Division, Fluid Dynamic Group

Jan 2007 – Feb 2007 : Garuda Indonesia Maintenance Facility (GMF),
Engineering Division

SCIENTIFIC PUBLICATIONS

Refereed Journal Paper:

1. E. P Gnanamanickam, B. Nugroho, M. Kozul, J.P. Monty, N. Hutchins (2014) Reorganizing energy in a turbulent boundary layer using directional surfaces. Physical Review Letter. (in review)

2. B. Nugroho, N. Hutchins, J.P. Monty (2013) Large-scale spanwise periodicity in a turbulent boundary layer induced by highly ordered and directional surface roughness. International Journal of Heat and Fluid Flow. 41:90 -102.

Refereed Conference Paper:

1. B. Nugroho, E. P Gnanamanickam, Kevin, J.P. Monty, N. Hutchins (2014) Roll-modes generated in boundary layers with passive surface modification. AIAA, SciTech 2014, Maryland, United States. (in press)

2. N. Hutchins, B. Nugroho, J.P. Monty (2012) Large-scale secondary flows in a turbulent boundary layer caused by highly ordered and directional surface roughness. 9th International ERCOFTAC Symposium on Engineering Turbulence Modelling and Measurements. Thessaloniki, Greece.

3. K.X Oh, B. Nugroho, N. Hutchins, J.P. Monty (2012) Meandering riblets targeting spanwise spatial oscillation of turbulent boundary layer. 18th AFMC Conference, Launceston. Australia.

4. B. Nugroho, N. Hutchins, J.P. Monty (2012) Effects of diverging and converging roughness on turbulent boundary layers. 18th AFMC Conference. Launceston, Australia.

5. B. Nugroho, V. Kulandaivelu , Z. Harun, N. Hutchins, J.P. Monty (2010) Investigation into the effects of highly directional surface roughness on turbulent boundary layers. 17th AFMC Conference. Auckland, New Zealand

6. Z. Harun, V. Kulandaivelu, B. Nugroho, M. Khashehchi, J.P. Monty, I. Marusic (2010). Large scale structures in an adverse pressure gradient turbulent boundary layer. 8th International ERCOFTAC Symposium on Engineering Turbulence Modelling and Measurements. Marseille, France.
(Dewi Widya Ningrum)

 

Sumber : Liputan6.com

  77 Responses to “Ilmuwan Muda RI di Ekspedisi Mars”

  1. satu…

    • Tu di belakang foto Om Bagus Nugroho jenis Pesawat tempur apa ya?lengkp dengan senjatanya…Pespur F 16 versi jepang kah alias Mitsubishi F2.

  2. Aset yang berharga, ada gak sih program dari pemerintah,,, ntr para mahasiswa di sekolahin tinggi2 habis itu direkrut untuk jadi peneliti dan pengembang di Indonesia seperti bapak bj habibie…

    • saya hanya bisa geleng dan salut….gendeng,pria semua ini sudah lumayan paper nya…ada satu hal yang membuat saya miris dan pesimis terhadap harapan beliau : “Panggillah mereka, dan gajilah mereka dengan layak. Beri peralatan dan kebebasan meneliti. Niscaya hasilnya akan luar biasa”..
      hal tersebut bisa dilakukan mas, apabila tidak ada birokrat2 yang menghisap uang2 rakyat yang seharusnya dipergunakan untuk riset..di negara anda itu hasil riset hanya menjadi prototype seandainya anda tidak kuat membayar birokrat anda…anda 12 tahun di Australia untuk sekolah, dan belum sempat mengenyam banyak pengalaman kerja, kejarlah semua ilmu di luar sana mas dan kembalilah ketika jaminan berkarya bagi para ilmuwan dalam negeri sudah benar2 diberikan oleh negara…saluttt

  3. dua

  4. Gila ya bisa ngga dipakai orang seperti beliau?! ,OMG Hello!!

  5. nyimak sambil nunggu buka puasa

  6. Balik sr

  7. semoga bangsa kita bisa semakin menghargai kemampuan anak bangsa sendiri dan tidak mengagung-agungkan karya bangsa lain, jangan sampai mereka hilang dan tidak kembali lagi ke Indonesia…

    nunggu buka dl ah….

  8. semoga selamat…..

  9. Tepok jidat dahh sia” jika g bisa dipakai memajukn ibu pertiwi.

  10. lanjutkan ……………..

  11. menjelang buka puasa….

  12. Luarrr biasa..

  13. Indonesia getho lho….SDM gak kalah sma negara maju, sayang kalau sampai gak balik ke RI

  14. Wah…..
    Lagi2 bakalan ada yg pindah warga negara…

  15. hai pemerintahan yg akan datang ..dengarkanlah tu isi hati ilmuwan muda kita….

  16. Yg perlu dikritisi adalah beliau bukan mengatasnamakan “Indonesia” tapi…….

    Lalu kata2 ini: “Keadaan di atas sedikit banyak menggambarkan betapa negara maju sangat haus akan ilmuwan-ilmuwan.”

    Apakah kita bisa dibilang negara maju??? Mari kita renungkan sendiri….

    • artinya, ahli2 spt sdr Bagus blm akan di butuhkan oleh RI ya Bung @Jalo, entah berapa lama lagi.

      • Itulah bung, yang dibutuhkan sekarang minimal doa dan niat seluruh rakyat untuk maju. Kita tertinggal bukan karena kita tidak bisa, tapi karena tidak adanya keinginan untuk bisa.

        Doakanlah dan mari kita bantu agar negara kita maju, meski tidak adanya keinginan pemerintah tapi keinginan rakyat yg menginginkan negaranya maju masih banyak. Insyallah semua bisa dijalanin, karena negara kita bukanlah “Presiden” tapi negara kita adalah Indonesia.

        • tepat sekali bung Jalo,

          …tidak adanya keinginan untuk bisa…

          sudah terbukti berkali2 ilmuwan kita melejit ke tingkat dunia di LN karena fasilitas yang mereka peroleh.

          kalaupun ada yang ‘nekat’ pulang kampung dan bekerja di lembaga penelitian kita, paling hanya diberi meja dan kursi, seperti pakar teknologi nano LIPI.

          yah mau gimana lagi anggaran riset hanya ala kadarnya…

          semoga presiden baru menganggarkan sekian kali lipat dari 2T / tahun.

          🙂

    • Harus legowo saya kira kita om Jalo…..meski memang perlu menjadi keprihatinan dan langkah pe4baikan ke depan.
      Macam India dengan para ilmuwan dan periset jempolan mereka yg sudah lama dan banyak (salah satu terbanyak di dunia) yang maju diluar negeri (khusus usa) dan mewakili institusi mereka (bukan negara), tp mereka tidak akan pernah lupa drmn mereka dilahirkan dan dibesarkan. Akhirnya secara perlahan tp pasti India sebagai negara pun akhirnya ikut tertular, krn mereka pun akan berusaha utk memberikan feedback ke negara aslinya….imho

      Maaf tdk ada link rujukan om jalo lupa yang mana…..

      • Kenyataan yg saya lihat memang awalnya niat mereka seperti yg disebutkan bung Java. Tapi setelah sekian lama tanpa perhatian akhirnya mereka lupa tentang status mereka yaitu warga negara Indonesia. Contoh kecil, di Turku itu banyak bung, lulusan Jepang, Amerika, Perancis, Jerman, Dll. Awalnya mencari pengalaman sebanyak2nya agar kembali bisa membangun dagri. Namun, 10 tahun tidak ada perhatian akhirnya pasrah menjadi warga negara asing. Kasus lainnya, Negara kita sedang membangun pesawat tempur, namun pemerintah kita ogah menggunakan orang2 kita yg sudah melalang buana membangun pesawat tempur di negara asing. Di boeing, para penelitinya ogah karena alasan politik. Mudah2an Bung Brotosemedi bisa mengungkapkan salah satu alasannya disini. 🙂

        • Ada lagi ilmuan hebat dr NNH (Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat), beberapa waktu lalu ada ahli nuklir, trus ahli satelit, sekarang ahli aerodinamika, LENGKAP…!. Tp yakinlah rakyat NNH tak akan berhianat pindah negara lain, karena kanjeng Sultan HB IX sudah ‘ngendika’ bahwa NNH adalah wilayah NKRI. Asal jgn diganggu dg hal2 yg sensitif aja,macam beberapa th lalu ttg RUUK, tp itu udh selesai, tinggal dana keistimewaan aja yg blm. pokoke ISTIMEWA

        • Eh bung brotosemedi……silahkan bung. Kita berteman di linkedin yah…..

          Wah gitu yah memang….tp semoga kaya India lah banyak berkiprah di luar tp masih inget tanah air suatu saat kalo pemerintah kita “nyadar” :p.

          Tapi memang buah simalakama kaya kejadian saya atau yang lain pas kuliah terytama teknik, ada cerita dosen yang keilmuannya tidak terpakai krn terlalu spesifik utk di Indonesia jangankan di Industri dagri atau pemerintah untuk ngajar saja pusing minta ampun krn terlalu spesifik dan sophisticated untuk diadakan judul mata kuliah krn perkembangan iptek kita masih belom setinggi itu….miris memang. Kasihan loh para orang pintar di Indonesia jarang sekali bisa kepakai ilmunya…ini juga salah satu alasan mereka kadang enggan kembali ‘karena tidak teepakai’ selain masalah klasik yg bung Jalo sebutkan ‘birokrasi yg corup’.

          • Iya bener bung java, kenyataan lain adalah banyak orang yg mengenyam pendidikan tinggi saat kerja pasti berbeda dengan ilmu yg ia dapat. Karena di negara kita tercinta ini, status pendidikan hanyalah formalitas belaka. Malah ada yg bagus status pendidikan dan kerjanya kalah dengan orang yg jago bersilat lidah atau disebut …….

            🙂

    • Yang patut di syukuri adalah mas bagus ini masih berasa darimana dia berasal yaitu Yogya di NKRI, meski secara kwalifikasi beliau sangat masuk kriteria asal jadi warga Australia utk pekerjaan penelitian kapal selam tetapi nasionalisme dia tidak tergadai demi 50 juta perbulan. Saluuuut….dan top markotop bung Jalo.

    • Maaf bung@Jalo agak keluar dari tema..
      saya baca artikel2 sebelumnya -feb 2013 http://jakartagreater.com/menuju-the-great-indonesia-feat-new-n250-by-wh/
      ada wacana membangun kembali N-250 (((jadi kah???)…sedikit kutipan comen di artikel tsb.

      ….Dirut PT DI, Budi Santoso menjelaskan, tahap awal pihaknya akan melakukan riset atau studi pasar mengenai prospek pesawat bermesin turboprop ini di mata industri penerbangan internasional.

      “Kita sedang buat studi pasarnya. Apakah mau pakai desain yang lalu atau ada perubahan di N-250,” ujar Budi kepada detikFinance, Selasa (5/2/2013).

      • Iya bener, tapi program awalnya adalah N-219… Setelah ini bisa akan mengarah ke adiknya N-250 yaitu CN-235 New Generation atau N-245… Lalu R-80 juga, itu adalah modifikasi N-250…

        • terimakasih bung@Jalo…
          Kalau proyek 1000 roket nya gimana bung?

          • Project 1000 roket sudah jalan sejak beberapa tahun terakhir. Fungsinya 1000 roket ini untuk menguji tabel tembak, agar bisa digunakan dan masuk dalam jajaran alutsista bukan roket riset lagi. Insyallah 2015 bisa selesai dan dibuat massal sebagai arsenal tempur. 🙂

          • aamiin….semoga Indonesia cepat mandiri dalam industri pertahanannya.

  17. Membaca artikel pamungkas jkgr yg satu ini membawa saya teringat akan ramalan seorang futurolog, bahwa setelah jaman serat optik maka akan datang zaman dimana perhatian umat manusia beralih kepada antariksa dan pangan

  18. Prihatin,miris,ga hbs pikirrr….. itu lah mental pejabat kita hanya bsa ngelus dada hadeeuuhh…..!!!???

  19. Apa udah ada undang undang tentang ristek?

  20. jadi inget tayangan salah atu tipi swasta kita beberapa taon lalu..
    dalam wawancara ma nara sumber beserta kluarga yg ngobrol pake basa campur2 antara basa jawa indonesia ma cina ntu dia asalnya gondomanan deket sayidan, ane lupa yg diomongin tapi intinya dia bekerja di cina dah lama..
    yg ane inget dia ditanya apakah akan kembali ke indonesia n dia jawab kagak, karna dia dah cocok n nyaman di cina..tenaganya dihargain disono, n dah jadi warga sono..dia ke indonesia cuman sambang kluarganya yg masih ada di gondomanan..
    kata dia, di cina biar pun bekerja di swasta tapi kalo dinilai memajukan n berjasa ma negara akan mendapatkan pensiun dari negara..
    cuman ntu yg ane inget..

    ane abis nonton ntu jadi kagum sedih n marah..kagum ma cara kamarentah cina yg ngehargai rakyatnya yg berjasa, sedih karna ngeliat orang indonesia pindah negara n kayak ngerasa kehilangan, n marah kalo inget keadaan negeri ane yg acakadul kayak ne..
    ane jadi paham kenapa cina bisa kayak karang ne, mua kemajuan ntu kagak lepas dari rasa kebersamaan n niat antara kamarentah ma rakyatnya buat ngebangun negaranya..

    cemana indonesia woeee..

    • miris ya Ndan hehehe… terlalu banyak sistem yang salah dikita sejak orba dulu Ndan, tetapi pelan-pelan sudah dirubah dan memang ndak bisa instant butuh proses, waktu dan keinginan kuat dari pemimpin kita kedepannya yang terus berkesinambungan. mudah-mudahan kita bisa! :mrgreen:

    • Cerita artikel diatas mirip dengan kisah teman saya yg ahli dalam radar. Saat kuliah di Australia beliau sudah terkenal karena karya2nya sampai diperbantukan di Inggris dan Amerika. Padahal beliau masih menyandung status sebagai mahasiswa Australia asal Indonesia.

      Setelah 5 tahun menimba ilmu diberbagai negara dan bergelar doktor beliau berniat mengembangkan dalam negeri dan akhirnya jadilah radar unik buatan Indonesia. Uniknya karena tuh barang alatnya hasil rakitan onderdil yg dibeli di glodok dengan segala kekurangannya.

      Karena hasil prototipe tersebut, akhirnya beliau diperbantukan disalah satu institusi pemerintah. Namun, kekesalan yg beliau terima karena hasil karya beliau dijadikan konsumsi politik. Beliau tidak disupport anggaran beliau dipangkas oleh yg berkepentingan. Akhirnya pada 2007, bersama beberapa teman seprofesi dan mahasiswanya beliau membuat suatu komunitas Iptek.

      Dari situ beliau bersama beberapa temannya “mengamen” dan hasilnya untuk pengembangan sendiri. Setelah beberapa tahun, beberapa perusahaan radar swasta hadir dan membantu memajukan radar dagri. Seperti LPI, Survaillance, Multi role, cuaca, dll. Hasil yg mereka buat hampir menyamai radar2 berkelas buatan luar dan yg saya apresiasi pengembangan mereka lebih bagus dan maju teknologinya dari buatan BUMNIP. Saat ini mereka mencoba ikut dalam program nasional dan bisa ikut terlibat di Techno Park.

      Ada yg disesali para peneliti ini, pertama radar mereka kurang diminati user dan pemerintah alasannya simple yaitu harganya terlalu murah. Kalau dibanding negara luar, harganya cuman setengah. Sudah ghitu dikasih pelatihan gratis sampai user bisa menggunakan dna juga garansi yg baik. Saat ini produk mereka diminati beberaoa negara luar, tapi mereka ditekan karena takut isu pemerintah tidak memperhatikan mereka padahal minat dari negara lain sudah banyak.

      Salah satu pernah mengatakan begini, “Kami berani menjamin dari segi efisien dengan negara lain. Dan juga dari segi teknologi tidak jauh berbeda. Cuman yah kembali lagi, didalam negeri itu lebih senang impor karena yah gitulah. Yg lucunya mereka senang kalau bule-bule itu selesai instalasi langsung kabur tanpa memberikan pelatihan dan cara operasionalnya, itulah negara kita,” sambil tersenyum saat berbincang di kantornya.

      Obrolan ini terjadi pada awal tahun ini, 🙂

      • hehehe… biasa itu bung jalo mental pejabat kita yo ngono kuwi, susah lo ngelawan gerombolan siberat “86” kayak begini, ada aja alasannya yang enggak-enggak (berdasarkan pengalaman pribadi saya berurusan dengan pejabat sipil), musti tegas dari diri kita sendiri dulu :mrgreen:

        • Iya bener bung, saya kalau ngobrol sama beberapa teman peneliti saya lebih senang bercerita masalah antusias masyarakat kita terhadap hasil yg mereka buat. Dari pada menceritakan perhatian pemerintah terhadap karya mereka, karena saya yakin dengan cerita itu para peneliti ini akan terus bangga dengan produk yg mereka buat. Saya sering cerita juga, tanggapan teman2 warjag terhadap hasil mereka, dan mereka sangat berterima kasih karena hasil mereka bisa dibanggakan masyarakat Indonesia.

          Tetap semangat bung….

          • Bung Jalo, saya rasa warjag ini bisa lho dijadikan ajang diskusi untuk menyuarakan keinginan rakyat. Gimana caranya? salah satunya adalah dengan inventarisir beberapa penemuan, kemudian kita sebagai warjager bisa mengusulkan untuk implementasi di bidang apa di pertahanan baik secara single penemuan itu sendiri maupun digabung dengan penemuan yang lain.

            Salah satu contoh misalnya Penemuan Pak Yogi Erlangga dari TuDeft Belanda mengenai persamaan gelombang untuk memecahkan persoalan dalam mencari kandungan minyak, kita bahas rame-rame (serame mungkin sehingga mengundang pihak yang berkepentingan dan mengerti ilmunya). Yang dibahas itu, kemungkinan aplikasi pada radar karena radar juga menggunakan prinsip gelombang. Siapa tau rumus itu akhirnya bisa berkembang menjadi program tracking pesawat siluman (ngarep dotcom 🙂 ).

            Masih banyak lagi penemuan yang sudah dibabar di banyak media tapi kita cuma terbatas pada rasa kagum tanpa tindak lanjut apalagi perhatian birokrat. Kita coba menjadi semacam penyambung benang merah antara hasil penemuan dengan kepentingan user, apalagi banyak warjager dan SR disini pasti ada juga dari user dan industri strategis he..hhe…

            Benang merah itu bisa hanya berupa pembahasan mengenai implementasi dan implikasi suatu penemuan, dimana warjager bisa urun rembug penemuan anu untuk industri anu misalnya, atau penemuan ono untuk memecahkan masalah sonar KS dst…dst…

            Gimana bung-bung colek juga bung Satrio, bung Gue, bung Nara, dan eh hampir kelupaan juragan lapak bung Diego…

          • Bung Jalo kalau saya boleh usul mungkin rekan-rekan peneliti Indonesia ini bisa dikumpulkan untuk dibuat seminar terbatas membahas teknologi yang mereka kembangkan, pertama-tama untuk komunitas warjag ini. Untuk tempat dan biaya-biayanya kita urunan saja. Yuk saya ikutan juga

      • betul bung bung tomoe saya pribadi miris melihat rekruitmen samacan kayak gitu.
        contohnya aja pil pres tahun ini bukanya saling adu visi misi eh malah kebalikanya
        Ya ALLAH semoga dibulan suci ini engkau memeberikan rahmat dan hidayah pada para pemimpin kami di pemerintahan dan dpr agar mereka menjujung tinggi nilai kejujuran dan kebenaran Amin…

    • @lare sarkem : miris bung melihat hal seperti itu…
      @jalo : apakah bung jalo mengetahui mengapa hovercraft buatan anak negeri yang sebenarnya cocok untuk digunakan untuk Marinir TNI AL mandeg…saya pernah baca thread/artikel dari seseorang yang menceritakan bahwa yang menghambat justru dari orang dalam kemenristek sendiri,..cmiiw

      • Artikelnya sudah pernah saya angkat dimari bung, 🙂

        Kalau Litbang TNI AL sebenarnya mereka support dan bangga. itu hasil saya ngobrol dengan mereka. Cuman mereka ini tidak bisa apa2, karena yg mengambil keputusan adalah pimpinan mereka.

  21. Absen dlu,,

  22. Assalamualaikum, ijin nyimak ., judeg aq mikirin orang2 dhuwuran yang katanya putra2 terbaik bangsa…… haduhhhhhh.

  23. Kalau gak gitu, saya yakin KPK pasti sudah bubar sejak lama… 🙂

    • Saya jd inget cita2 nya Pak Bambang, suatu saat nnti mrk ingin generasi yg akan dtg tidak tau apa artinya Korupsi. Suatu cita2 yg klo blh sya blg sgt berat utk diwujudkan, namun bkn tdk mgkn utk digapai. Insya Allah.

      • Wah bisa berarti dua kondisi itu bung De_Ka, bisa berarti masa depan gak ada korupsi lagi sehingga orang lupa definisinya, atau sebaliknya:

        Masa depan hampir semua orang korupsi, sehingga menjadi semacam peristiwa wajar bahkan normatif dan positif bahwa korupsi itu legal adanya sehingga kita lupa bahwa korupsi itu sebenernya merampok uang negara, tapi karena semua orang korupsi jadi mata pencaharian resmi :mrgreen:

  24. pusing kepalaku liat deretan titel edukasi nya…
    banyak banget euy..

  25. seperti yg pernah saya blg,bgtu banyak putra putri negri ini yg hebat dan pinter,memiliki prestasi kelas dunia..tp mereka tdk memiliki kesempatan di negri nya sendiri,justru kemampuan mereka lbh dihargai oleh negara lain

  26. Kita mungkin msh memiliki secercah harapan di pundak pemimpin baru yg kedua pasangan yg akan menciptakan clean govermen, semoga! Salam nusantara jaya!

  27. dephan harus segera merekrut ilmuwan muda ini.untuk pengembangan alutsista

  28. Saya mengaminkan saja semoga cita cita pendiri bangsa ini menjadikan negeri yg maju dan hebat akan terlaksana terima kasih untuk para peneliti dan ilmuwan Indonesia teruslah berkarya

  29. Pusing liat pemimpin kita yg acah kadut

  30. Ngenes_ngenes… Smg kdepan ny pemerintah bs mensupport & menghargai hasil karya anak bangsa dmi kemajuan NEGARA.. AMIN

  31. Memang kita bukan, atau belum menjadi negara maju. Tapi saat ini kebutuhan terhadap teknologi tinggi, serta R&D berikut SDM nya yg palih butuh adalah TNI. Dan sifatnya urgent / mendesak.

    OLEH SEBAB ITU MULAI SAAT INI DICANANGKAN APABILA ADA SDM ATAU POTENSI LAIN YG BERKAITAN DENGAN HIGH TECHNOLOGI, “HARUS MENJADI DOMAIN DAN TANGGUNG JAWAB TNI. ATAU MINIMAL TNI IKUT AMBIL BAGIAN, HARUS BILA PERLU UBAH SEMUA UNDANG-UNDANG YG BERKAITAN.

    Thanks.

  32. Marilah Temen di warjeg berdoa

    Ya ALLAH semoga dibulan suci ini engkau memeberikan rahmat dan hidayah pada para pemimpin kami di pemerintahan dan dpr agar mereka menjujung tinggi nilai kejujuran dan kebenaran Amin…

  33. Bila perlu pada kabinet akan datang TNI minta jatah untuk wamen atau menteri untuk RISTEK.
    (nambahin komen nomor 32)

  34. pernah baca tapi lupa ane dimana, katanya Pak DI siap dukung no 1 dgn salah satu syarat agar menarik semua ilmuwan kita kembali utk diberdayakan di dalam negri.

  35. Neng gatelll ingin bicara…

    Problem riset di negara kita ini Roadmap disusun parsial, belum ada grand strategy riset kita..Seharusnya hasil dari sebuah riset itu bisa dimanfaatkan oleh berbagai institusi..

    Grand strategy riset nasional belum ada…masih parsial…

  36. Ikut nyimak

  37. itu kacamata yang di pakai merk apa y…??????

  38. di indonesia yg tercinta ini,sayangnya oh sayangnya…sepintar apapun anda di bidang akademis,…penghargaan untuk itu tidak pernah akan setimpal dengn apa yg kemudian bisa dihasilkan,…negara ini kebnyakan hanya akan memakai orang yg pandai berbicara,pandai berargumen,yg pada akhirnya ujung2nya politik…singkatnya,yg dibutuhkan cma orang yg pandai berpolitik…tpi sayangnya kemajuan yg didapat sangat lambat…seandainya semua pemangku jabatan di negri ini semuanya mencintai indonesia seperti warga jakarta greater,sya yakin negara ini bisa melaju.syang skli…smuanya sibuk dengan kelompok masing2…

 Leave a Reply