Imbangi Su-35 China dan Indonesia, Vietnam Bisa Membeli F-15SE dari AS

Amerika Serikat telah mengumumkan pencabutan embargo penjualan persenjataan kepada Vietnam, dan mulai sekarang Vietnam bisa memiliki akses ke teknologi persenjataan yang paling canggih buatan AS.

Meskipun ada keraguan karena Vietnam akan kesulitan untuk membeli persenjataan AS karena harganya yang terlalu mahal, tapi harap diingat menginginkan perdamaian juga harus mempersiapkan diri untuk berperang.

Dalam artikel kali ini akan dibahas perbandingan pesawat tempur canggih F-15SE dari AS dan Su-35 Rusia yang bisa dipertimbangkan diakusisi Vietnam untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasionalnya.

F-15SE dengan kemampuan nyaris siluman

F-15 Silent Eagle adalah versi terbaru dari pesawat tempur yang paling sukses dalam sejarah Amerika. Dirancang untuk melakukan misi pre empty strike, atau melakukan serangan jauh ke dalam wilayah musuh. F-15SE memiliki kemampuan siluman, keuntungan yang memungkinkannya untuk menyerang dan menghancurkan basis dan pertahanan udara musuh pada tahap awal perang sebelum musuh menyadarinya.

Dikembangkan oleh Boeing dan diuji pertama kali pada tahun 2010, F-15SE dilengkapi dengan teknologi pesawat tempur generasi kelima. Memiliki kemampuan siluman sedikit lebih rendah dari F-35 Lightning II. Secara khusus, ada dua ruang penyimpanan senjata internal yang dirancang tepat di bawah sayap dan badan pesawat yang dilapisi dengan cat penyerap gelombang radar untuk membantu meminimalkan deteksi radar musuh.

F-15SE dengan radar canggih AESA

Dilengkapi dengan radar canggih AESA AN / APG-63V3. Ini adalah varian modern dari radar AN / APG-63 dengan sejenis prosesor radar AN/ APG-79 yang digunakan pada jet tempur F -18E/F Super Hornet.
AN / APG-63V3 dengan kemampuan tracking target hingga sejauh 296 km, dengan kemampuan tracking sama kuatnya pada sasaran darat, Secara khusus F-15SE juga didukung perangkat penjejak sasaran inframerah AN / AAS-42.

Kokpit modern F-15SE

F-15SE dilengkapi kokpit dengan avionic modern fullglass, mode penerbangan semi-otomatis dengan kendali komputer, pilot juga dilengkapi dengan sistem helm penargetan yang terintegrasi dengan kemampuan JHMCS. Selain itu juga dilengkapi dengan sistem elektronik countervailing digital yang paling canggih.

F-15SE memiliki persenjataan yang lebih besar dari Su-35

Mengenai kemampuan angkut persenjataan, F-15SE dapat memuat hingga 10,4 ton persenjataan, lebih unggul daripada Su-35 yang 8 ton. Persenjataan yang besar menjadikan F-15SE memiliki kemampuan tempur terbaik dengan kemudahan bagi pilot untuk memilih beragam persenjataan yang diinginkannya.
– Dalam pertempuran udara-ke-udara, F-15SE mampu menyebarkan 8 rudal udara-ke-udara jarak medium AIM-120 dan rudal jarak dekat AIM-9.
– Pertempuran udara ke permukaan, F-15SE dapat membawa 6 rudal AGM-65 Maverick atau 2 rudal anti-kapal Harpoon AGM-84. Selain itu juga dapat membawa rudal jelajah AGM-154 dan AGM-158 JASSM generasi baru.
– F-15SE juga membawa beragam bom Mk82 / 84, bom CBU cluster, bom bimbingan laser Paveway II / III, bom bunker, dan small diameter bomb.

Mengapa Vietnam tidak membeli Su-35?

Su-35 buatan Rusia memiliki perangkat peperangan elektronik kuat yang mampu menjamming frekuensi radio elektronik musuh. Su-35 membawa persenjataan rudal udara ke udara yang sangat lengkap, berpotensi menyelinap tanpa menghidupkan radar dengan menggunakan perangkat Infra Red Search Track (IRST), memiliki manuver liar dengan sistem propulsi 3 dimensi, dan terbang dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan afterburner.

Namun F-15SE juga memiliki keunggulan tersendiri. Jet tempur F-15 mampu terbang lebih cepat dan pada ketinggian maksimal. F-15SE memiliki sedikit kekurangan pada perangkat peperangan elektronik namun unggul dengan sistem radar AESA-nya. Su-35 menggunakan radar PESA Irbis-E yang memiliki keunggulan teknis lebih rendah dari AESA, untuk pertempuran jarak dekat dan ketinggian rendah radar AESA lebih unggul daripada radar Irbis-E.

Selain itu, F-15SE juga dilengkapi dengan pod eksternal AN / ASQ236 pemetaan tanah dengan resolusi tinggi, dan sistem penargetan LANTIRN (atau AN / AAQ) memungkinkan F-15SE untuk menyerang sasaran darat dengan presisi tinggi.

Secara teknis kedua pesawat tempur memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bisa dikatakan hampir seimbang.

Namun perlu dicatat bahwa tetangga Vietnam, yakni China dan Indonesia telah memesan jet tempur Su-35, sehingga kedua negara tersebut dapat memahami pesawat tempur ini lebih dulu dan lebih baik daripada Vietnam.

Dan andai Vietnam juga membeli Su-35, mungkin Vietnam tidak akan lagi memiliki keunggulan dalam taktik dan teknologi peperangan udara.

Kienthuc.Vet.Net

Sharing

Tinggalkan Balasan