Feb 242018
 

Jet tempur F-16 Blok 40 Angkatan Udara AS. © US. Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan India membatalkan rencana pengadaan 114 unit jet tempur bermesin tunggal dalam program “Make in India” yang mencapai US $ 18 miliar dan meminta Angkatan Udara untuk membuat perencanaan baru yang mencakup pesawat tempur bermesin tunggal dan ganda.

Seperti dilansir dari laman Times of India yang mengutip sumber anonim, perencanaan awal tersebut telah menempatkan pembatasan yang tidak di perlukan pada satu jenis pejuang bermesin tunggal, yang mana telah membatasi persaingan hanya pada 2 jenis jet tempur, yaitu F-16 AS dan Gripen-E Swedia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pesaing dan menghindari tuduhan yang tidak perlu di kemudian hari.

Sumber utama mengatakan, bahwa Kementerian Pertahanan telah mengarahkan IAF, agar merencanakan 31 skuadran tempur (masing-masing dengan 18 jet) dimana pada proposal terdahulu meminta setidaknya 42 skuadron.

Jika pesawat bermesin ganda diperkenalkan ke dalam kompetisi, maka akan membuka kesempatan bagi Dassault dari Perancis, MiG dari Russia, Eurofighter dan Boeing untuk berpartisipasi.

Rencana jet tempur “Make in India” tersebut telah digaungkan oleh pemerintah Modi segera setelah berkuasa pada tahun 2014 sehingga teknologi maju di bawa ke negara dan basis manufaktur dapat dipergunakan untuk mengekspor pesawat terbang serta komponennya ke negara lain.

Lockheed Martin dan Saab telah menunjukkan minat yang besar terhadap proyek itu, namun usulan yang telah mereka ajukan masih belum dikeluarkan. Lockheed Martin telah terikat dengan grup Tata, sedangkan Saab telah meneken kesepakatan dengan kelompok Adani sebagai mitra India dalam usaha “Make in India” mereka.

Membuka kesempatan baru bagi produsen tambahan akan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi tawaran masing-masing untuk proyek yang sudah 3 tahun berjalan.

Gagasan dibalik proposal jet tempur bermesin tunggal adalah karena biaya akuisisi jet tempur akan lebih murah dan biaya perawatannya rendah sehingga bisa dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan mengganti jet tempur MiG-21 usang dari Rusia.