Apr 242018
 

Sukhoi T-50 PAK-FA, purwarupa jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia. © Alex Beltyukov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Proposal untuk jet tempur siluman yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia yakni Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA) telah secara resmi di bekukan, seperti dilansir dari Business Standard.

Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval dan Menteri Pertahanan India Sanjay Mitra, yang menghadiri “Defence Acquisition Meeting”, meminta Rusia melanjutkan sendiri pengembangan pesawat tempur generasi kelima mereka.

Doval dan Mitra mengatakan bahwa India mungkin bisa bergabung dengan proyek itu nanti, atau membeli jet tempur canggih tersebut setelah memasuki layanan Angkatan Udara Rusia.

New Delhi dan Moskow telah membahas proyek FGFA sejak tahun 2007, saat mereka sepakat bahwa Hindustan Aeronautics Limited (HAL) akan bermitra dengan Biro Desain Sukhoi dalam mengembangkan dan memproduksi pesawat tempur.

Pada tahun 2010, Sukhoi menerbangkan jet tempur yang disebut dengan Perspektivny Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii (Rusia) atau Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation (PAK-FA). Tujuh prototipe saat ini sedang dalam uji terbang.

Rusia mengatakan bahwa PAK-FA (sekarang Su-57) telah sesuai kebutuhannya, tetapi Angkatan Udara India (IAF) menginginkan jet tempur yang lebih baik. Sehingga HAL dan Sukhoi merundingkan kesepakatan $ 8,63 miliar untuk mengupgrade PAK-FA yang sesuai persyaratan IAF, kecepatan jelajah supersonik (super-cruise), terhubung jaringan dan radar udara yang mampu menjangkau seluruh dunia.

Secara keseluruhan, IAF menuntut sekitar 50 perbaikan dari PAK-FA, termasuk radar 360 derajat dan mesin yang lebih kuat.

Menurut sumber Kementerian Pertahanan India, sebagian besar uang itu di alokasikan untuk fasilitas produksi di India guna pembuatan 127 unit FGFA, dan mengembangkan avionik canggih untuk pejuang tersebut, termasuk biaya empat prototipe FGFA untuk diuji terbang oleh pilot uji IAF.

Bagikan :

  19 Responses to “India Bekukan Program Jet Tempur Siluman”

  1.  

    Tipikal pengembangannya mirip dengan KF-X/IF-X, PTDI banyak mengirim SDM, tapi KAI dan Pemerintah Korea lebih banyak aktif dalam pengembangan teknologi kunci, sedangkan Indonesia tidak… Ini seperti India dimana HAL dilibatkan, namun pengembangan teknologi kuncinya ditangani oleh Rusia…

    •  

      Bukan sasarannya teknologi kunci, itu lambat laun jg semua bakal diraih india. Banyak pabrikan yg mampu, israel, saab swedia, konsorsium eropa jika Rusia tdk mau berbagi.
      Justru yg tidak diberikan Rusia TOT mesin, kalo itu diberikan selesai sdh pemasukan Rusia. Ini linknya

      http://golhek-onodhewex.com/pAK-FA-57#IAF

      Lagian dimintain $ 8 M dng kondisi siap pake dpt gen 5 itu sdh murah. Inggris aja sdh ngeluarkan duit brp buat F-35 yg msh bermasalah itu. Justru indianya yg pelit bin kikir ngeluarkan duit. Jd ini kerjasama si pelit vs si kikir.

  2.  

    India berharap radar yg bs bs menjangkau seluruh dunia, kagak salah tuh? Dmn2 mana mau pabrikan yg sudah mapan memberikan ilmu teknologi kuncinya kpd rekanan kecuali sdh menjadi barang utuh untuk digunakan! Pantas jg China pakai cara curi teknologi walau ilmu metalurgi akan sulit dijiplak makanya barang bs persis sama atau dibuat pengembangannya tetapi kualitas material tdk bs menyamai produk aslinya!he3

  3.  

    .. (jika bukan masalah keuangan) kelak India akan menyesal.. padahal teknologi siluman saat ini baru belajar berjalan.. India maunya lgsg yg berlari, tidak mau belajar bersama.. kalo soal tot tentu ada porsi2 terkait hak dan kewajiban jg antara guru dan murid..
    .. semoga ifx lanjut (klo bukan masalah keuangan)

  4.  

    Coba kalau elit politik kita bisa melihat peluang ini.
    maksudnya peluang kerjasama membangun sukhoi oke 57.
    bisa membuat tetangga ga bisa tidur myenyak.

  5.  

    sepertinya klo di lihat sukhoi juga akan melangkah sama seperti perusahaan mig…….

    mig yg dulunya sukses, setelah sukses mulai melakukan ekspansi besar2an dan melemparkan beberapa sektor ke lahan publik………
    tapi di sisi sebelahnya,,,rakyat russiyah makin tidak percaya kepada mig dan lebih percaya kepada sukhoi yg masih belum melangkah seperti mig…

    tpi ini cuma sebatas opini tok…nih linknya : https://www.link-lank-link-lunk/geal-geol-gutak-gutek/

  6.  

    Sukhoi Su-57 – 5th Generation Stealth Jet Fighter

    https://www.youtube.com/watch?v=0JH2RAqi_-U&t=310s

  7.  

    Intix Kemarin Pak Jokowi Minta PAKFA

  8.  

    bah, tuntutan india itu sudah trmasuk pespur generasi 90, mungkin pilihan tepat jk india tdk ikut ambil bagian diproyek su57 dgn full stealthnya

    hahhaahaaaaa

  9.  

    Kalau diskusi sama teman2 India, walaupun pandangan nya chauvinist tapi tajam & kritis tapi tuntutan nya sering melebihi kapasitas.
    Sepertiga saja bisa tercapai sudah melompati jaman, sangat progresif.

    Mereka pernah tanya, kenapa Indonesia pilih SU 35 krn lebih murah upgrade SU 30?

    Mungkin krn pilot TNI AU lebih pede fight pakai SU 35, sedang SU 57 masih riset panjang.
    Kalau mencoba tanya kemana2, tdk pernah ada alasan yg jelas dari pilot & ilmuwan Indonesia.

    Kemungkinan nya, keputusan SU 35 adalah faktor politik utk mendukung IFX dan teman2 India ingin promosi SU 30 MKI 🙂

    Maaf kalau salah, tapi beberapa berita tdk masuk nalar.

  10.  

    Saya sudah bilang berkali-kali kalo Russiah itu pelit ToT, FGFA adalah buktinya. India udah beli ratusan Su-30 MKI, sudah mau ngasih dana lebih dari USD 8 Billions. Kenyataannya akhirnya proyek itu dibatalkan. Lalu apa yg diharapkan oleh Indonesia yg hanya beli 11 biji Su-35??? ToT 35%??? Hhhhhhhhhh, ngiwir ngiwir. Bahkan andaikan beli 110 Su-57 belum tentu Rusia mau ngasih ToT. Kalo Mesin, negara2 seluruh dunia pasti susah ngasihnya. Anda harus mengembangkan sendiri. Tapi kalo soal Avionik, radar, targeting System, IRST, seharusnya Rusia bisa ngasih karena kedekatan dengan India. Bahkan bila gak bisa, India bisa kerjasama dgn perusahaan lain.

    •  

      Sembarang, Russia itu tdk pernah pelit, tehnologinya paling tinggi, hebat dan tak terkalahkan, barangnya paling murah, bebas embargo, bisa barter sama kerupuk dll dsb dst…

      ……………… tipikal sales mana pernah bilang kecapnya lebih buruk dari warung sebelah

 Leave a Reply