India Beli Jet Tempur Generasi 4,5 Rafale Seharga Jet Tempur Siluman F-35?

37
36

India telah membeli 36 unit jet tempur Rafale seharga US $8,7 miliar dengan biaya rata-rata sebesar US $240 juta per unit lengkap dengan senjata, suku cadang dan dukungan yang sebanding dengan harga sebuah jet tempur generasi kelima F-35.

Harga 36 unit jet tempur tanpa senjata dan dukungan adalah sekitar €3,42 miliar atau setara dengan US $106 juta per unit. Sebesar €710 juta akan menjadi biaya persenjataan dan perubahan sesuai permintaan India, yang meliputi integrasi helm mounted display buatan Israel, dengan total harga €1,7 miliar. Biaya yang tersisa adalah termasuk harga suku cadang dan pemeliharaan.

Jet tempur Rafale ini akan datang dilengkapi dengan rudal terbaru seperti Meteor dan Scalp. Rudal udara-ke-udara Beyond Visual Range (BVR) Meteor memiliki jangkauan 150 km.

F-35A Angkatan Udara AS berharga sekitar US $148 juta. F-35B Marinir AS berharga sekitar US $251 juta dan F-35C Angkatan Laut AS berharga sekitar US $337 juta. Jika kita ambil harga rata-rata jet tempur F-35 generik adalah sekitar US $178 juta lengkap dengan senjata dan sistem komunikasi.

“Kami telah menurunkan harga F-35 sebesar 57 persen dari pertama kali dikirimkan, dan kami sedang berusaha untuk menurunkan harga hingga US $85 juta per unit lengkap dengan mesin dan sistem misi penuh pada tahun 2019, yang mana harga ini sebanding dengan harga jet tempur generasi keempat”, kata CEO Lockheed Martin Marillyn Hewson kepada CNBC, Juli 2016.

Sumber: India Defense News

37 KOMENTAR

  1. @Wawan Iswandi : kita bukan negara miskin, untuk urusan seperti ini Konglomerat Indonesia yang menaruh uangnya di negara Singapura saja -+ 2600 triliun…
    Jika hanya untuk 1 atau 2 skuad, Indonesia masih bisa jika program “TAX AMNESTY” pemerintah berjalan lancar…
    Btw semoga Bu Sri Mulyani juga tidak lupa dengan negara yang lainnya…

  2. Harga itu sdh sesuai dg TOT dan modifikasi sesuai keinginan IAF. Kalo di tandingkan dg f35,mkn sdkt kalah canggih tapi tidak banyak masalah di pesawatnya yg bikin ongkos perawatan jauh lbh mahal daripada kualitas yg diterima.
    Buat apa pesawat canggih spt f35 kalo sering bermasalah terus yg bisa berat diongkos perawatan,tp hasilnya lawan dg pesawat gen 4 aja bisa kedodoran.

  3. Saya lg nunggu ada yg komen :
    ” Kok india bisa beli rafale lebih murah dibandingkan yg dibeli Qatar. Ini pasti ada berbau korupsi di pejabat Qatar. Dulu saya pengagum berat Qatar tapi sejak beli rafale lebih mahal hilang sudah kekaguman saya”.
    (Edisi omong kosong.com)…he he he

  4. Heran sama yabg bilang F-35 pesawat jelek.
    F-35 bisa ngalahin pesawat apa saja
    Jawabannya karena datalink.
    F-35 hanya bisa dideteksi dengan gelombang panasnya. kayak melihat lewat sedotan. Perlu waktu yang lama dan belum tentu bisa ngarahin missile buat ngejar.
    F-35 di desain buat jadi “mata” dan ngarahin missile dari destro atau land platform lain.
    F-35 bisa menang tanpa nembak sekalipun dan tanpa buka internal bay-nya

  5. Guru langit @tax amnesty itu uang rakyat indonesia cung, lho mau teriak2 sampai ke benua amerika sono juga tetap uang rakyat, pinter dikit napa wkwkwkwkwk….

    ” Menyambut kepulangan dana-dana milik
    warga negara Indonesia (WNI) yang
    direpatriasi tersebut, kalangan perbankan,
    sekuritas, dan manajer investasi (MI) telah
    menyiapkan berbagai produk investasi. ”

    tu baca biar otak lho kepake…wkwkwkwkwk…

  6. @qwerty : Mohon sedikitlah lebih pandai bahwa di setiap negara mempunyai aturan untuk keuangan.
    Hampir semua manusia (terkecuali dirimu) mengetahui bahwa Singapura adalah penerima orang-orang yang meminta suaka dari pajak di negaranya masing-masing.
    Untuk Indonesia ada aturan warga negara Indonesia membawa uang cash, credit, infesatasi di negara luar ada sistem UU yang mengikatnya.
    Meskipun itu milik warga negara Indonesia dan tersimpan di luar negri, tetap saja ada pajaknya.
    Jika celotehmu seperti kepandaianmu mohon artikan dari kata ini, TAX AMNESTY apakah wajib pajak? atau pengampunan wajib pajak?
    Btw punya NPWP tidak?
    Logikanya seperti ini, jika dengan gaji dirimu sekarang sudah di wajibkan mempunyai NPWP lalu bagaimana dengan warga negara Indonesia yang bertitel KONGLOMERAT yang penghasilannya jauh di atas dirimu!
    Jika belum jelas mohon masukan / lampirkan latar belakangmu, sehingga saya lebih mudah menerjemahkannya kepada anda.
    hhmmm…
    Akan tetapi ponakan saya saja mengerti penjelasan saya di atas, masa yang lantang bicaranya kurang paham.

    Peace cuy….
    wkwkwkwkwkwkwkwk…

  7. @qwerty : Namanya juga “PENGAMPUNAN WAJIB PAJAK” sudah berarti ada warga nagara Indonesia yang salah dalam “PERPAJAKAN”
    Kalkulasikan oleh anda dari Rp 2600 triliun tersebut setiap bulannya dan setiap tahunnya jika kita ambil minimal 0 koma hingga 3 persen.
    Kira-kira cukup atau tidak dalam tempo 5 tahun untuk peremajaan alutista TNI / POLRI kita.
    Belum lagi jika dapat mengupgrade nelayan kita dari semua sisi, karena pencurian ikan di negara kita pertahunnya juga tembus yang nominalnya juga triliunan.
    Patut saudara ingat, negara kita maju karena sumber alamnya yang beragam serta manusianya yang juga beragam.
    Bukan karena pinjaman ataupun bantuan dari negara luar.

  8. Wangsa Kencana@ weee….baca kata2 gue baik baik. on….gue bilang uang tax amnesti itu uang rakyat…emang dari jumlah dana dari wni di luar ada pajak nya dan gue ga bahas itu…yg gue bilang tax amnesti itu uang rakyat…kalau loe mau teriak2 sampe satu bulan juga yg namanya dana yg sejumlah ribuan trilyun itu tetap uang rakyat titik ( gue ga bahas pajak nya) ngerti ga sih…kalo ga ngerti sekolah dulu sono jg sibuk internetan aja….wkwkwkwk

  9. wangsa@ “Patut saudara ingat, negara kita maju karena
    sumber alamnya yang beragam serta manusianya
    yang juga beragam.
    Bukan karena pinjaman ataupun bantuan dari
    negara luar.”

    wkwkwkwkwkwkk….sumber daya alam yg mana???emass???? yg kaya ya asu on…atau minyak???? loe bisa lihat ga sih yg ngeruk minyak itu perusahaan luar tong…dan yg terakhir…loe fikir buat bangun infrastruktur bukan pake dana luar????? waduhhh…loe ga punya tv ya dirumah…kalo loe fikir bukan dari pinjaman/bantuan dari negara liar terus utang kita ke tiongkok atau dari imf ( jaman soeharto ) terus buat apa tong…wkwkwkwkwkwk…oh ya gua doain supaya jangan sampai keponakan loe ga “sepinter” loe…wkwkwkwkwkwk

  10. jgn pke otak lu… otak lu agak karatan.. kn tax amnesty ada tebusan nya 2%-4%, itu punya negara,, klo d repatriasi d taruh deposito..bisa melonggarkn likuiditas bank,, kredit lbh lancar,, blom pajak deposito ny,, ini multiplier efek.. klo di inveskn..perusahaan dpt dana segar minimal pasar modal ker3n.. pmerintah dpt pajak dr investasi dll. semua ada mksdny sukur2 direpatriasi buat modal ngembangin usaha, pmrinth dpt pajak n tenaga kerja