India Berminat Membeli Lagi 40 Pesawat Tempur Su-30MKI

84

1158626_-_main

India dapat membeli tambahan lagi 40 pesawat tempur multirole Su-30MKI dengan opsi perakitan di India, sesuai kebijakan Perdana Menteri Modi ‘Make in India’.

Angkatan Udara India saat ini sedang menghadapi kekosongan penambahan kekuatan armada udaranya menyusul terlambatnya pembelian Rafale dari Perancis yang ‘masih meragukan’ dan belum diproduksinya pesawat tempur buatan dalam negeri.

Pembelian 40 Su-30MKI ini sangat diperlukan untuk melengkapi Angkatan Udara India. India sejauh ini telah memesan total 272 pesawat tempur Su-30MKI. Kontrak pertama untuk pembelian dan produksi 230 Su-30MKI ditandatangani oleh Hindustan Aeronautics Ltd Corporation (HAL) pertengahan tahun 1990-an. Pada Desember 2012 HAL menandatangani lagi kontrak perakitan dengan lisensi sebanyak 42 pesawat tempur Su-30MKI senilai USD $ 1,66 miliar.

HAL India merakit Su-30MKI dengan lisensi dari Rusia. Pada tahun 2007 Rusia menyerahkan 50 pesawat SU-30MKI secara utuh dan disusul dengan 134 pesawat yang dirakit di dalam negeri India.

Angkatan Udara India berencana untuk memiliki 14 skuadron lengkap Su-30MKI pada tahun 2018. Hal Ini berarti India harus mempersiapkan 272 pesawat tempur pada saat itu.

Airrecognition

82 KOMENTAR

        • Kali ini anda salah.. coba sekali lg..xixixi

          Teknologi militer ga sesimple HP or barang komersil bang.. karena teknologi yg rumit makanya jangka waktu utk ke teknologi selanjutnya butuh proses lama.. kalo alasannya nunggu pesawat dgn teknologi baru/(bukan upgrade) negara pembuat juga ga maen asal langsung jual.. butuh waktu lg buat negara produsen utk membuat versi ekspor.. kalo ngarep pakfa versi ekspor di tahun 2019.. mending kubur dalem2 tuh mimpi.. buat pak RR ditahun 2020 belom tentu bpk masih menjabat.. seharusnya dimasa jabatan yg ada, bisa memaksimalkan kinerjanya..
          Pengadaan pesawat harusnya utk mengisi jeda ke teknologi selanjutnya.. dgn jumlah sq yg supermini tidak bisa mengcover seluruh area indonesia bila trjadi konflik..

        • kalau orang kaya mah setiap ada barang baru langsung dibeli. tidak perlu banyak pikir ini dan itu. barang lama disedekahkan saja buat kaum dhuafa. kalau duit pas2 ya seperti itu banyak ngeles dengan alasan yang beraneka ragam. mana ada orang kaya kok beli mobil bekas ? kalau mampu beli diablo dalam kondisi gress. penduduknya saja banyak yang kredit mobil baru kok, meskipun harus melotot setiap bulannya.

  1. terbukti negara2 yg padat penduduk jd target pasar dan punya nilai tawar tinggi, klo KB msh dipertahankan mgkin Indonesia tinggal nama, anak 2 yg satu gay yg 1 lesbi, ada yg normal tp yg 1 pecandu narkoba yg 1 nya akibat pergaulan bebas kena aids,
    full oot

  2. Agak curiga nih dg india. tahun 1980 sp tahun 2000 negara banyak tertimpa bencana dan kemelut perang umat bahkan ekonomi mereka parah seperti negara bagian afrika… namun sejak tahun 1997 sd sekarang mereka bertahap naik sampai menjadi negara super underkeeper berbagai misi kemanusian dan berbagai alustita yang Hard Progresiv supority Laut dan Udara kecuali matra darat mereka?

    Yang jadi perhatian sejak tahun 1997 tuh indonesia kehilangan triliunan uang BI oleh George Soros Cs apakah uang tersebut di cuci di india, atau negara tersebut tempat pencucian uang dari hasil kriminalitas dunia? harus di cermati nih negara.

    Negara Low Profile tiba-tiba menjadi Hige Profile. Entah pendapat sodara di forum nih gmana? yang jelas hubungan INDONESIA dan INDIA pun diam2 sangat tajam setajam silet. heheheee

  3. Inilah nasib kita anggaran kita dikapling kapling ama politisi yg umbar janji ingin terpilih kembali, utk rutin bisa lebih dr 50 % utk pnddkn 20 % pemdes 10% sisanya baru utk infrastruktur, pertahanan dll. klo kurang terus utang. Kita lama lama bisa jadi kayak Yunani . Krn itu jangan ngimpi beli 40 biji kayak India . Harusnya fleksibel kalo banyak bencana ya bencana, klo perang ya utk pertahanan dst. Tapi krn sdh di kotak dg UU ya repot. Klo tdk dipenuhi berarti langgar UU bisa diimpeach.

  4. kalau saudara2 ingat dengan tulisan dan komentar para sales Griphen yang mengatakan bahwa “India kecewa dnegan tingkat ketersediaan Sukhoi yg rendah”
    realitanya :
    1. India tetap berencana pesan tambahan Su-30 MKI dan tetap mengandalkan pespur kelas berat tersebut. Artinya, meski sejumlah masalah muncul, tp Su-30 tetap mampu.
    2. Indonesia tetap beli Su-35 meski cuma 10 unit di awal.

    mana nih akun2 Griphen Indonesia, Melektech dan lainnya ??

  5. @BUNG KSSKS cs… Maaf Bung saya tidak bermaksud menggurui ataupun memerintah, tapi ini permohonan saya secara pribadi…. selama anda DKK menebarkan cacian dan makian kepada siapapun di forum ini, MAKA SELAMA ITU JUA SAYA AKAN MEMBONGKAR ISU-ISU MAKAR YANG ADA DI REPUBLIK INI… BAHKAN SESUATU YANG TIDAK PERNAH TERPUBLISH SEBELUMNYA dan MEREKA TELAH HILANGKAN JEJAKNYA SAYA AKAN ANGKAT KE PUBLIK…. Saya harap kedepan FORUM INI Tidak lagi berisi hinaan MALONN,,,INDONNN dkk…. Cukup hari ini terkhir,, WASSALAM…

  6. India dgn segala kelebihan keuangannya untuk memoderenisasi alutsistanya agar makin kokoh dan kekar sepertinya sangat berambisi untuk melebihi pakistan di semua sektor militer apa lagi dgn makin tajamnya pertikaian dgn suku yg anti India banget dan sudah mendarah daging dlm sejarah, layaknya Turki vs Kurdi.
    Boleh sj pemerintah India dan militernya seiya dan sekata dlm penguatan militer dan industrinya, walau GAP kesenjangan sosial sangat tinggi antara sikaya dan simiskin, pergolakan etnis dan agama layaknya Indonesia yg sering dgn tawuran antar kampung/ suku.
    Bagusnya pemerintahnya mewajibkan dan bangga dgn produk dlm negri jg turut menjadi sponsor untuk perluasan iptek industri ala bollywood ke penjuru dunia, dan walau belum berhasil menggaet hati di luar India, contoh sj produk motor, mobil dan terutama pespur tejasnya.
    Masyarakat luar belum mempunyai opini “trust” yg baik dgn produksi India baik dr segi consumable,design futuristic tp safety first, spare part, environment, hi-tech dan green tech. Nmun hal ini pernah dialami Indonesia dgn produk pt.di yg akhirnya harus rela mendompleng nama airbus agar mendapatkan trust itu lg dr dunia internasional walau ada peran politik yg dimotori amrik/imf nya.
    Tidak jauh berbeda dgn si brahmos walau lumayan gahar, hanya Indonesia yg siap memakainya dgn embel2 tot krn termasuk variant rudal shukoi dan tdk butuh penyelarasan yg berarti jika langsung dicangkokkan ke shukoi.
    India sangat pelit dgn teknologi brahmos krn mereka tahu begitu mahal dan susahnya ilmu roket dan rudal.
    Kapal tempurnya jg tidak menggiurkan negara2 lain krn secara kualitas India masih jauh dibawah Indonesia dlm industri shippyard. Mungkun anda melihat India sanggup mmbngun kapal induk sendiri “Vikrant cs” tp pekerja galangan dasarnya mereka tidak punya keahlian, tp mereka punya duit untuk membayar para ahli dan pekerjanya. Sehingga jadilah produk dalam negeri hasil para ahli luar. Sangat jauh dab bertolak belakang dgn Indonesia, para ahli banyak kuar biasa, pekerjanya mbluber namun belum ada anggaran dan tidk punya roadmap dan technoliginya.
    Tejas tidak berhasil dipakai, namun dana luar biasa sdh byk yg menguap, dgn pembelian sebegitu hebatnya su30 mki, seharusnya sudah dapat lisensi membangun semuanya dari 0 ~ pemakaian dan penjualan. Itu menunjukkan diplomasi dan strategi yang gagal dr India atas pembelian ini. Belum lagi produksi bersama pakfa-50 yg butuh biaya super duper,…
    Anda bisa bayangkan dgn Indonesia sungguh begitu central dan hebatnya kita bagi Rusia.
    Rusia : apa aja lu olang Indonesia minta, ai kasih smua ha…
    Rusia memang butuh duit buat stabilisasi ekonominya dan tetap bergairahnya industri militer mereka, tp mereka jg butuh material untuk industri, butuh sahabat yg dihormati dunia, butuh garansi SDA dimasa mendatang, butuh dana yg mengalir stabil kekantong rusia setiap tahunnya dan bukan India yg sesekali kasih duit besar tp pingin menjarah di waktu yg bersamaan,,,besok besok kagak nongol lagi dah…
    Dari analisa say pribadi, sebenarnya dana yg digelontorkan India untuk rusia masih jauh lebih kecil berbanding Indonesia ke Rusia, India seolah tampak WAH! krn jd pemborong suatu waktu, namun Indonesia adalah pelanggan utama, walau membeli sesuai kebutuhan namun dalam banyak variant.
    Imdia butuh publikasi sebagai efek deteren kpd tetangganya yg juga hebat dlm militer “pakistan” dan untuk mendapatkan “trust” dunia atas penguasaan hi-tech, sementara SDA sangat minim dan tidak variatif, bandingkan dgn SDA Indonesia.
    Produk apa sj yg dilempar kepasar dunia, asean pengguna pertama dan dunia selalu menunggu hasil produk dlm negeri RI dan tdk terlalu butuh marketing strategie, krn sdh mendapat “trust” international.
    India boleh saat ini punya dana gede bejibun, ekonomi 5 dunia namun 5 tahun yg akan datang akan turun drastis krn tdk memiliki SDA yg mumpuni, krn buat satu produk india hrs impor…lihat sj kebnyakan negara eropa yg sdanya lemah, awalnya hebat … Namun berakhir menyedihkan,,, contoh yunani, norwegia, islandia…..bandingkan dgn ekonomi Indonesia yg slalu on the track walau naik turun namun termasuk ekonomi kelas dunia.
    Strategi setiap negara berbeda2 bukan? Mumpung lg punya dana melimpah semua dibeli, Indonesia hanya membeli sebutuhnya sj untuk penguatan dan penyempurnaan teknologi industri militernya.
    Bangga sebagai putra Indonesia.
    Sekian.

  7. @geng nagoya
    Baik bung, bung baik jg khan?
    Maaf bung, mengenai s500 belum ada tuh bung kelanjutannya sepengetahuan ane, malahan grade up s300 ma pembelian s400 yg bersliweran di beberapa blog dan web yg menurut ane kurang kredibel apa lg dipercaya.
    Boleh jg tu “hoax” s500…boleh share bung…
    Maaf lg capek alias ngedumel, satlantas muka kuning lg rekayasa lalulintas depan panbill mall, bukannya makin lancar eeeeeh…macet cet cet banget….mana asap knalpot tronton buat pening kepala lg…
    Skrang lg hujan…adem…adem..
    Boleh share link bung?….