India Butuh Apache Demi Lindungi Perbatasan

Atraksi spektakuler helikopter AH-64D Belanda pada Gilze Rijen Airshow © Rob Schleiffert (CC BY-SA 2.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah India telah mengirim surat permintaan (letter of request / LoR) kepada pemerintah AS mengenai kemungkinan penjualan peralatan pertahanan sebagai satu satu langkah awal dalam melakukan kesepakatan senjata dengan Washington, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Meskipun masih belum jelas kapan LoR itu dikirim, seorang pejabat India mengatakan kepada Hindustan Times bahwa “LoR baru-baru ini telah dikeluarkan dan sekarang AS akan menanggapi dengan surat penerimaan (LoA) guna menangani kesepakatan awal Apache”. Washington punya waktu sekitar enam bulan untuk mengembalikan LoA.

Angkatan Darat AS adalah operator utama helikopter Apache. Jepang, Israel, Yunani, Belanda, Singapura, Indonesia dan Uni Emirat Arab juga memiliki Apache.

Menurut Diplomat, helikopter serang itu akan bergabung dengan Korps Penerbangan Angkatan Darat India, yang bersaing dengan Angkatan Udara India.

Kementerian Pertahanan India telah menyetujui anggaran untuk pembelian helikopter tersebut pada bulan Agustus 2017. Akhirnya, AAC akan menempatkan tiga skuadron Apache di sepanjang perbatasan India-China dan India-Pakistan.

Di saat India mencari helikopter militer buatan asing untuk angkatan daratnya, militer India baru saja menyelesaikan pengujian pesawat tempur nirawak yang diproduksi di dalam negeri yang dimodelkan seperti Predator MQ-1 Amerika Serikat. Pesawat tak berawak itu adalah bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan India pada produk pertahanan buatan luar negeri.

Tinggalkan komentar