India Butuh 1,2 Juta Pucuk Senapan Serbu Generasi Baru

Pemerintah India kembali meluncurkan tender global untuk standar senapan serbu generasi baru guna menggantikan Sistem Senjata Genggam buatan dalam negeri India (INSAS) yaitu senapan serbu kaliber 5.56 mm. Tender ini sangat menjanjikan sebagai mega-proyek bagi Angkatan Darat India dimana pada batch awal memerlukan 65.000 pucuk senapan dan akan diikuti oleh 1,2 juta pucuk senapan lagi yang diproduksi di India di bawah lisensi.

Program multi-miliar dolar berikut setelah tender sebelumnya gagal diluncurkan pada bulan November 2011 yang akhirnya dibatalkan pada Mei-Juni 2015 setelah Angkatan Darat India mengklaim bahwa tidak ada penawar yang bisa memenuhi persyaratan kualitatif tender tersebut.

Masalah fundamentalnya adalah persyaratan yang terlalu ambisius dimana senapan harus memiliki barel yang dapat dipertukarkan, dengan laras utama 5.56×45 mm untuk melayani misi perang konvensional sementara barel sekunder 7.62×39 mm akan dimanfaatkan dalam aksi kontra-terorisme.

Untuk kebutuhan kali ini adalah senapan serbu 7,62×51 mm yang juga dapat dilengkapi dengan peluncur granat 40 mm dengan barel yang diproduksi secara lokal oleh perusahaan artileri di Trichy. Permintaan Informasi (RFI – Request For Information) yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan India pada hari Selasa, 27 September 2016 meminta bahwa senapan serbu tersebut haruslah canggih dalam hal desain dan metalurgi serta parameter kinerja harus sesuai dengan harapan bahwa senjata baru akan tetap mampu secara teknis dan relevan untuk 25-30 tahun ke depan.

Permintaan Proposal (RFP – Request For Proposals) untuk penawaran komersial formal akan diterbitkan pada bulan April 2017.

 

Vegassus © JakartaGreater.com