May 182017
 

Helikopter Dhruv buatan Hindustan Aeronautics Ltd. India. © Dibyangshu Sarkar

NEW DELHI – Selain mesin, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) juga mencari konsultan teknis mengenai sistem rotor dan meninjau ulang sistem transmisi helikopter tempur multi peran buatan India, seperti dilansir dari Sputnik News.

HAL terlibat dalam perancangan dan pengembangan helikopter dengan teknologi mutakhir. Perusahaan tersebut bermaksud untuk membeli mesin atas dasar perjanjian alih teknologi (ToT).

Berat total mesin yang disukai beserta semua aksesori dan harness harus ada dalam kisaran 250 kilogram.

“Mesin harus berjenis turbo-shaft dan memiliki konstruksi modular. Usia modul harus dibatasi pada konstruksi minimal. Daya mesin dimodulasi oleh sistem dual-channel yang sepenuhnya dikendalikan secara digital yang cocok digunakan untuk mesin kembar dengan fasilitas cross talk dan sistem digital pemantau serta pemeriksa kesehatan mesin”, menurut dokumen yang dikeluarkan oleh HAL.

Dalam spesifikasi teknisnya, HAL mencari mesin yang mampu terus beroperasi (non-stop) tanpa perlu menambah bahan bakar selama 4 jam dan mengudara hingga ketinggian 5.500 meter.

Helikopter tempur multi-peran India akan memiliki dua varian, yaitu aplikasi angkatan laut dan non-angkatan laut. Dalam varian angkatan laut, helikopter tersebut akan ditempatkan di dek kapal, rig minyak lepas pantai dan lain-lain. HAL telah meminta bantuan konsultan agar merekomendasikan metode rotor yang sesuai untuk varian angkatan laut.

HAL India bermaksud mengembangkan helikopter tempur multi-peran kelas 12,5 ton, batas layanan ketinggian 20.000 kaki, memiliki muatan 3.500 kg dan 24 kapasitas tempat duduk. Selain untuk pesanan dalam negeri, HAL juga menargetkan heli tersebut untuk pasar ekspor.

HAL berharap untuk melakukan penerbangan perdana dari helikopter multi peran tersebut antara 6-7 tujuh tahun. Angkatan Bersenjata India membutuhkan 1.100 unit helikopter.

  18 Responses to “India Cari Pembuat Mesin Asing Untuk Helikopter Tempurnya”

  1. Jadilah maka jadi utk india sukse selsalu

  2. Selamat utk india…semakin maju.

  3. Pagi….

  4. #ralat: ga cuma India

  5. pake mesin jahit aja bagus

  6. Cari yg kompeten dan yg terbaik tentunya…ingat jgn asal nyariknya, ntar dpt yg KW mirip barang2 china…

    • Cari aja tenaga ahli mesin utk helikopter di perusahaan rusia…kan rusia sdh terkenal bagus dlm membangun mesin, bodi maupun senjata utk helikopter nya…

  7. yg merek butterfly bagus

  8. india maju terus pantang mundur…banyak y meragukan tejas (mungkin memang meragukan , hehehe) tetapi mereka terus belajar dan terus maju…syarat untuk kesuksesan…

  9. Hanya empat negara yg menguasai teknologi mesin pesawat baik sayap tetap maupun sayap putar (heli) yaitu Usa, Rusia, inggris dan france, teknologi ini sangat rahasia di negara2 tsb, makanya india dan cina apapun produk peswatnya…mesinnya tetap impor, kalaupun cina memproduksi mesin pesawat sendiri itu hasil dari rekayasa teknologi alias Copy dan hasil dari copyan cenderung tidak sempurna… Agak menyimpang sedikit ya mengenai pesawat Gen ke 5 china yg daya dorongnya lemah tidak seimbang dengan bobot pesawatnya maka china beli SU 35 Rusia yg Gen 4,5++ ada kemungkinan cina akan copy tu mesin utk dipasangkan pada Gen 5 nya

    • Itulah beda nya org2 dan org2 eropa dgn org2 asia yg msh suka makan makanan berminyak, jd otak nya meleleh kemana2…klo org2 as dan eropa, sarapannya aja omlette, french fries dan keju…trkadang hamburger ato pizza, klo kita martabak, cilok dan cireng, gmn mau bikin mesin helikopter coba?.. xixixi becanda, org2 indonesia banyak jg yg hebat2, pintar2 dan berani2…

  10. pesen saja sama sebelah tuh banyak mesin mesin.. kuality ok bergaransi iya.. awet iya licin iya .. terbuat dr bahan dasar pisang .. di jamin amsyong…

  11. Sementara pakai aja dulu mesin jet tejas…minta bantuan PT.DI untuk oprek2nya.

  12. Permintaan korsel(th.2018) n iran(th.2022) utk Su50 wow keren laa buat RI?

  13. Berita tentang helikopter India,jadi teringat bapak helikopter Indonesia. Coba deh bung Diego diangkat jg artikel tentang bpk helikopter Indonesia Yum Sumarsono.
    Cuma diangan sih kalo PTDI sanggup bikin helikopter sendiri tuh heli kasih kode YSH xxx (Yum Sumarsono Helikopter) + nama suku/hewan akan lebih bagus. Misal YSH 1 Dayak,YSH 2 Dani Warior,YSH 3 Tawon dll…hehehe cuma sekedar ide,moga kenyataan!

  14. Berharap PT DI mewujudkan GANDIWA nya.

 Leave a Reply