Jun 052018
 

Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak jauh MBDA Meteor © ILA-boy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Upaya Angkatan Udara India (IAF) untuk mempersenjatai pesawat tempur pribumi Tejas dan Su-30MKI dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh “Meteor” buatan Eropa tampaknya bakal mendapat hambatan, seperti dilansir dari India Today.

Menurut sumber anonim, dikatakan bahwa MBDA tak bersedia mengintegrasikan senjata buatannya dengan platform Israel atau pun Rusia.

Angkatan Udara India memiliki rencana untuk melengkapi Light Combat Aircraft (LCA) dengan rudal jarak jauh Meteor untuk mendapatkan keunggulan China dan Pakistan, tapi perusahaan Israel telah dipilih untuk memasok radar dan sistem peperangan elektronika.

Masalah ini juga akan berdampak pada rencana IAF untuk upgrade jet tempur garis depan Su-30MKI karena mereka juga direncanakan akan dilengkapi dengan rudal Meteor ini di bawah proyek modernisasi yang lebih luas.

“Para pabrikan Eropa telah mengatakan kepada IAF bahwa mereka tak akan mengintegrasikan rudal Meteor pada salah satu platform Rusia atau dengan peralatan Israel yang dapat menciptakan masalah, namun berbagai upaya kini sedang dilakukan untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini”, menurut  sumber kepada India Today.

Armada Su-30MKI hampir 50 persen dari kekuatan tempur skuadron Angkatan Udara India dan direncanakan untuk upgrade menjadi standar terbaru dengan radar dan sistem senjata terbaru untuk memenuhi persyaratan peperangan modern di dua front.

Pakistan dan China tidak memiliki rudal sejauh Meteor, yang telah dikembangkan oleh konsorsium Eropa dan akan melengkapi pesawat tempur Rafale yang diperoleh IAF dari Prancis.

India telah membeli rudal Meteor Eropa satu paket dengan Rafale dan mungkin terbukti menjadi pengubah permainan karena kemampuan jangkauannya di luar visual lebih dari 100 km.

Sumber-sumber mengatakan bahwa sampai perang Kargil dan beberapa tahun setelah itu, Angkatan Udara India memiliki keunggulan penuh atas Angkatan Udara Pakistan karena tidak memiliki rudal diluar jangkauan visual (BVR) yang dipasang pada pesawat F-16 atau pesawat yang disediakan China.

Pabrikan Rafale Prancis telah mengembangkan pesawat sesuai spesifikasi India dan telah mengintegrasikan Helmet Mounted Display (HMD) dan sistem komunikasi satelit buatan Israel.

Sejumlah peralatan yang berasal dari Israel juga telah diintegrasikan ke dalam armada Su-30MKI selama bertahun-tahun oleh pihak India. India juga memilih Meteor karena belum terintegrasi dengan pesawat tempur asal Amerika atau China dan tentunya akan dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Udara India di lingkungan tersebut.

  27 Responses to “India Cuma Boleh Pasang Rudal Meteor di Rafale”

  1.  

    Wkwkwk pembeli diatur oleh penjual, ternyata semboyan pembeli adalah raja tdk berlaku utk dagang item militer

  2.  

    India kan Sdh Ada Rosoboron Bwt Apa Lg Beli Rudal Meteor, Apa Nggak Percaya Sama Produk Rusia

  3.  

    Ya krn rosoboron susah diajak joget ala india, krn kebanyakan mabok vodka campur kuah kari weka weka weka

  4.  

    Waduuuuuh indo kena juga nh

  5.  

    sebetulnya india menyesal mmbeli rafale, krna masih lbh canggih lg su 30 yg sudah upgrade, apa lg su 30 rasa su 35? kemungkinan india tdk salah pilih

    hahhaahaaaa

  6.  

    Bukannya Rusia punya R-77-1 ya?? Kok India gak milih itu?? Apa karena rudalnya belum fire and forget ya??? Hhhhhhhhhh

  7.  

    Taktik perang dagang senjata, penjual gak ingin barangnya diutak-atik dikawinkan dgn produk saingan.he3

  8.  

    Bukan punya plus 15

  9.  

    gimana kbrnya perburuanmu,

    tapi coba loe jlskan ke agato kronologi utang amerika ke tiongkok

    hahhaahaaaa

  10.  

    India ini kl ekonomi terguncang hebat bahaya lo..
    Untuk memulihkan ekonominya dg kekuatan militer besar bisa aja india melalui pangkalan di pulau andaman aneksasi sumatera..

    Sriwijaya runtuh kan karena serbuan kerajaan di india..

    Gawat kedepan indo ini…

    Ha ha ha

    •  

      ” Sriwijaya runtuh kan karena serbuan kerajaan di india.”
      Yg jelas bukan runtuh dng china….wkkkkkk
      China aja diusir pulang pake diiris kupingnya….wkkkkk
      China itu notabene negara pengecut, Taiwan aja gak berani diserbu.
      Jngkan ngelawan tentara negara asing, dng bininya aja takut……xicixicixi

      India mau aneksasi Sumatra.? Ngimpi basah aja nih kerjanya bocah cipeng…..xicixicixi

      •  

        Cipeng tuh apaan Bung Ruskye, China Gepeng ya?? Hhhhhhhhhh.

        Mana ada India mau nyerbu Sumatera. Sejak Kemerdekaan Indonesia, India udah banyak banget bantu kita. Waktu mereka kelaparan juga kita bantuin. Indonesia-India jelas sahabat yg erat.

        Sriwijaya diserang kerajaan Cola dari India jelas pernah, tapi gak sampai hancur. Sriwijaya baru hancur setelah diserang Singosari dan Majapahit. China itu bahkan baru bisa jajah Vietnam, itu juga ditendang balik. Lucunya malah China pernah 2 kali dijajah oleh negara yg lebih kecil dari mereka, Mongol dan Jepang. Gak ada sejarahnya China menang saat melakukan agresi keluar negeri kecuali ngejajah Uighur dan Tibet yg lemah. Hhhhhhhhhh

      •  

        loe baiknya dek goyang 2 jari saja

        hahhaahaaaa

      •  

        Berarti China itu badan gede, tenaga gede plus nafsu guede tapi aurat kecil….baru on bentar, off nya panjang….

      •  

        Kwokwokwok….. Bocah Cipeng

        😎

      •  

        Yakin Cipeng bung?? Setahu sy hanyalah malon yg akhir komentnya itu selalu menghina indonesia… Contohnya kek koment si rusuh ini

  11.  

    Betul kecil tapi kuat dan subur jika USA gde,panjang tapi letoyyyyy haha

  12.  

    Menurut berita di salah satu situs berita militer india, dikarenakan dilarang memasang rudal meteor di pesawat tempurnya, maka pemerintah india akan berencana memasang petasan di pesawat nya hanya utk sekedar membangunkan sahur para jomblo di seluruh india.

    Ngoahahah…. Ngoahahahah… Uhhuukk…uhhuukkk…

 Leave a Reply