India Cuma Boleh Pasang Rudal Meteor di Rafale

27
70
Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak jauh MBDA Meteor © ILA-boy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Upaya Angkatan Udara India (IAF) untuk mempersenjatai pesawat tempur pribumi Tejas dan Su-30MKI dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh “Meteor” buatan Eropa tampaknya bakal mendapat hambatan, seperti dilansir dari India Today.

Menurut sumber anonim, dikatakan bahwa MBDA tak bersedia mengintegrasikan senjata buatannya dengan platform Israel atau pun Rusia.

Angkatan Udara India memiliki rencana untuk melengkapi Light Combat Aircraft (LCA) dengan rudal jarak jauh Meteor untuk mendapatkan keunggulan China dan Pakistan, tapi perusahaan Israel telah dipilih untuk memasok radar dan sistem peperangan elektronika.

Masalah ini juga akan berdampak pada rencana IAF untuk upgrade jet tempur garis depan Su-30MKI karena mereka juga direncanakan akan dilengkapi dengan rudal Meteor ini di bawah proyek modernisasi yang lebih luas.

“Para pabrikan Eropa telah mengatakan kepada IAF bahwa mereka tak akan mengintegrasikan rudal Meteor pada salah satu platform Rusia atau dengan peralatan Israel yang dapat menciptakan masalah, namun berbagai upaya kini sedang dilakukan untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini”, menurut  sumber kepada India Today.

Armada Su-30MKI hampir 50 persen dari kekuatan tempur skuadron Angkatan Udara India dan direncanakan untuk upgrade menjadi standar terbaru dengan radar dan sistem senjata terbaru untuk memenuhi persyaratan peperangan modern di dua front.

Pakistan dan China tidak memiliki rudal sejauh Meteor, yang telah dikembangkan oleh konsorsium Eropa dan akan melengkapi pesawat tempur Rafale yang diperoleh IAF dari Prancis.

India telah membeli rudal Meteor Eropa satu paket dengan Rafale dan mungkin terbukti menjadi pengubah permainan karena kemampuan jangkauannya di luar visual lebih dari 100 km.

Sumber-sumber mengatakan bahwa sampai perang Kargil dan beberapa tahun setelah itu, Angkatan Udara India memiliki keunggulan penuh atas Angkatan Udara Pakistan karena tidak memiliki rudal diluar jangkauan visual (BVR) yang dipasang pada pesawat F-16 atau pesawat yang disediakan China.

Pabrikan Rafale Prancis telah mengembangkan pesawat sesuai spesifikasi India dan telah mengintegrasikan Helmet Mounted Display (HMD) dan sistem komunikasi satelit buatan Israel.

Sejumlah peralatan yang berasal dari Israel juga telah diintegrasikan ke dalam armada Su-30MKI selama bertahun-tahun oleh pihak India. India juga memilih Meteor karena belum terintegrasi dengan pesawat tempur asal Amerika atau China dan tentunya akan dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Udara India di lingkungan tersebut.

27 KOMENTAR

  1. India ini kl ekonomi terguncang hebat bahaya lo..
    Untuk memulihkan ekonominya dg kekuatan militer besar bisa aja india melalui pangkalan di pulau andaman aneksasi sumatera..

    Sriwijaya runtuh kan karena serbuan kerajaan di india..

    Gawat kedepan indo ini…

    Ha ha ha

  2. Menurut berita di salah satu situs berita militer india, dikarenakan dilarang memasang rudal meteor di pesawat tempurnya, maka pemerintah india akan berencana memasang petasan di pesawat nya hanya utk sekedar membangunkan sahur para jomblo di seluruh india.

    Ngoahahah…. Ngoahahahah… Uhhuukk…uhhuukkk…