Sep 302019
 

Rudal Astra India © Rajan Manickavasagam dan Christian Alexander Tietgen via Wikimedia Commons.

New Delhi, Jakartagreater.com  –  India akan menjadi negara kelima di dunia setelah AS, Rusia, Prancis, dan Israel yang mengembangkan dan mengirimkan rudal udara-ke-udara di luar jangkauan visual (BVRAAM), untuk angkatan udara negara itu, ujar pejabat riset pertahanan Indiam dirilis Sputniknews.com,  Minggu, 29-9-2019.

Ketua Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India,  Dr G. Satheesh Reddy, mengatakan kepada harian  Times of India bahwa rudal beyond visual range air-to-air Astra siap untuk induksi ke dalam Angkatan Udara India (IAF).

Induksi Astra akan berlangsung setelah 15 tahun penelitian dan pengembangan, dan diharapkan Angkatan Udara India akan melakukan pemesanan awal untuk setidaknya 200 Rudal untuk Jet Sukhoi-30MKI, katanya.

“Astra adalah salah satu BVRAAM terbaik di dunia saat ini. Kita dapat mengembangkannya untuk rentang yang lebih lama,” kata harian itu mengutip Dr Reddy. Saat ini, upaya sedang dilakukan untuk memperluas jangkauan serangan Rudal dari 110 kilometer menjadi lebih 160 kilometer.

Rudal udara-ke-udara Astra 3,57 meter, dengan berat massa 154 kilogram, memiliki kemampuan untuk terbang di Mach 4,5 atau lebih dari empat kali kecepatan suara.

Ini diproduksi di dalam negeri oleh Bharat Dynamic, sebuah perusahaan yang dikelola pemerintah pusat. Setiap Rudal berharga sekitar $ 11,35 juta, yang diklaim DRDO jauh lebih murah dibandingkan dengan BVRAAM Rusia, Prancis, dan Israel yang saat ini digunakan oleh IAF.

Dr Reddy mengatakan Rudal itu memiliki penanggulangan balasan elektronik (ECCM) yang canggih untuk mengatasi gangguan oleh pesawat bermusuhan dan panduan terminal radar aktif.

Ini juga memiliki algoritme permainan akhir yang kompleks dan rumit untuk memfasilitasi probabilitas membunuh satu tembakan tinggi dalam mode head-on (di mana sistem Rudal darat-ke-udara atau pesawat Jet menggerakkan pesawat lain saat pesawat target terbang ke arah penyerang) atau dalam mode tail-chase (di mana sistem Rudal permukaan-ke-udara atau pesawat Jet menghadapi pesawat lain saat pesawat target terbang menjauh dari penyerang), ia menambahkan.

Proyek Rudal Astra pertama kali digagas tahun 2004 dengan biaya awal $ 13,54 juta. Setelah melengkapi Sukhoi dari Rusia dengan Rudal, DRDO mengusulkan untuk memasang Rudal ke Tejas Light Combat Aircraft (LCA) yang diproduksi di dalam negeri, Dr Reddy mengatakan kepada Times of India.

Kebutuhan akan Rudal udara-ke-udara menjadi penting bagi India mengacu peristiwa terbaru pertempuran udara antara Jet udara India dan Pakistan atas Sektor Nowshera di negara bagian Jammu dan Kashmir di India, pada 27 Februari 2019.

Pertarungan udara itu terjadi sehari setelah Angkatan Udara India mengklaim bahwa mereka membom sebuah fasilitas pelatihan teror yang diduga dari organisasi militan Jaish-e-Mohammad yang dilarang di wilayah Balakot, Pakistan.

Bagikan:

  12 Responses to “India Gabung Negara Elite Pembuat Rudal BVRAAM”

  1.  

    Sulit banget login…. Huahuahua

  2.  

    Bung Admin,
    Sepertinya pakai wordpress lebih mudah bung.

  3.  

    Gonta ganti min,, mbah agato pusing paling jarang nongol xiii xiii

  4.  

    Test

  5.  

    saingan dengan roket rx 750 kita ya.

  6.  

    Min jangan gonta ganti lagi min kadang 2 log in sulit min

  7.  

    stop gonta – ganti tampilan !! tapi omong2 kok cina gk ada dalam daftar ya ?? kan ada rudal PL -12

  8.  

    Test

  9.  

    RVV-77 mah kalah jauh. India udah gak percaya lagi pake rudal buatan Rusia. Kalah Ama Amraam, Ampe jadi korban tuh pespur India. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

  10.  

    Rudal amraam luput kok diomong hhhhhh preeeet

  11.  

    Bang agato lupa ya itu Mig-21 bisa
    rontokin F-16, mana dong ketawanya….