Sep 102019
 

Jet tempur Rafale (foto : Wikipedia)

Angkatan Udara India diperkirakan akan menghidupkan kembali Skadron 17 “Golden Arow” yang akan menjadi unit pertama yang menerbangkan jet tempur multi-peran Rafale.

Komandan Angkatan Udara India (IAF) B S Dhanoa akan menghidupkan kembali skadron 17 di sebuah acara pada hari Selasa di Pangkalan Angkatan Udara Ambala saat bersiap untuk menerima jet tempur Rafale, kata sumber resmi, dan dilansir oleh Livemint.

Skadron 17 ‘Golden Arrows’ dikomandani oleh Kepala Udara Marshal Dhanoa selama perang Kargil pada tahun 1999.

Skuadron 17 yang beroperasi dari pangkalan udara Bhatinda, dibubarkan pada tahun 2016 setelah IAF secara bertahap mulai menghentikan operasional jet tempur Mig-21 asal Rusia.

Skuadron dibentuk pada tahun 1951 yang awalnya menerbangkan pesawat tempur Havilland Vampire F Mk 52.

India diperkirakan akan menerima jet tempur Rafale pertama pada akhir bulan ini.

IAF telah menyelesaikan persiapan, termasuk menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan dan pelatihan pilot, untuk menyambut pesawat tempur Rafale.

Sumber mengatakan skadron pertama pesawat akan dikerahkan di pangkalan Angkatan Udara Ambala, yang dianggap sebagai salah satu pangkalan IAF yang paling strategis, karena berjarak sekitar 220 km dari Pakistan.

Skuadron kedua Rafale akan ditempatkan di pangkalan Hasimara di Benggala Barat.

India telah menandatangani perjanjian antar pemerintah dengan Perancis pada September 2016 untuk pengadaan 36 jet tempur Rafale dengan biaya sekitar 58.000 crore.

Sejumlah tim IAF telah mengunjungi Prancis untuk membantu Dassault Aviation, pabrikan Rafale, menggabungkan perangkat tambahan khusus India di atas pesawat tempur

Jet Rafale akan datang dengan berbagai modifikasi khusus India, termasuk helmet mounted display buatan Israel, penerima peringatan radar, band jammer rendah, rekaman data penerbangan 10 jam dan perangkat penjejak infra merah (IRST).

 Posted by on September 10, 2019