Aug 082017
 

MiG-29K (photo : Defencenews)

Angkatan Laut India menghadapi masalah perawatan akut dengan pesawat tempur MiG-29K buatan Rusia, yang merupakan satu-satunya pesawat tempur di kapal induk INS Vikramaditya.

“Kami ingin agar pesawat MiG-29K ‘tahan benturan’ untuk melakukan operasi karena mendarat di dek kapal induk hampir seperti pendaratan keras dan pesawat tempur memerlukan perawatan yang sering,” kata pejabat Angkatan Laut. ” Sering terjadi cacat struktural karena pendaratan si dek,” tambah pejabat tersebut.

Kerusakan akibat benturan saat pendaratan tersebut tidak masuk ke dalam kontrak perawatan pesawat terbang dengan Rusia saat membeli pesawat tempur MiG-29K pada tahun 2004 dan 2010 seharga US$ 2,2 miliar.

“Hingga kini (Angkatan Laut) sepenuhnya bergantung pada Rusia untuk semua masalah pendukung utama,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan India. “Menteri Pertahanan India telah menangani masalah ini dengan Rusia beberapa kali. Meskipun orang-orang Rusia telah mengirim tim teknisnya, belum ada solusi yang diselesaikan. ”

Arun Prakash, seorang laksamana Angkatan Laut India yang sudah pensiun dan mantan kepala dinas, lebih kritis terhadap situasi ini, “Yang benar adalah Angkatan Laut India seperti hampir mendanai pengembangan pesawat ini (sekarang Angkatan Laut Rusia mengadopsi MiG-29K), dan jika Rusia memiliki etika (seharusnya) Rusia memastikan setiap kekurangan bebas biaya (perawatan). ”

Pesawat tempur utama Angkatan Laut India yang beroperasi dari kapal induk INS Vikramaditya menghadapi kekurangan operasional karena cacat pada mesin, cacat kerangka pesawat dan cacat sistem fly-by-wire, lapor auditor independen India.

Menurut pejabat Kementerian Perindustrian, Hindustan Aeronautics Limited hanya sedikit membantu mengatasi situasi ini, “Tanpa persetujuan dari otoritas desain, sulit untuk masuk melakukan modifikasi apapun.”

HAL saat ini masih mencari dana dari Angkatan Laut untuk perawatan dan perombakan 113 mesin termasuk suku cadangnya.

Menurut pejabat Pertahanan, pemerintah lebih memilih kesepakatan yang melibatkan Angkatan Laut, Rusia dan HAL untuk melakukan perbaikan struktural pada MiG-29K.

Dorongan untuk meningkatkan ketangguhan muncul setelah adanya isu soal pendaratan di dek. MiG-29K dilaporkan memerlukan pengaturan ulang setelah pendaratan di dek kapal induk.

“Setelah pendaratan di dek (yang hampir seperti crash), komponen pesawat retak, patah atau tidak berfungsi. Pesawat kemudian harus ke bengkel untuk perbaikan / penggantian suku cadang, yang sering harus didatangkan dari Rusia, “kata Prakash.

Sebuah laporan tahun lalu oleh badan audit independen India, Comptroller and Auditor General of India, mengatakan MiG-29K diterima meskipun secara teknis ada perbedaan dan penyimpangan.

“Sejak diterima pada bulan Februari 2010, 40 mesin (62 persen) mesin ganda MiG-29K telah ditarik karena cacat desain,” rilis laporan tersebut.

Awal tahun lalu, Angkatan Laut India memasuki pasar global untuk mendapatkan 57 pesawat tempur multirole untuk digunakan pada kapal induk masa depannya, yang mencerminkan penolakan India pada pesawat tempur MiG-29K.

Beberapa perusahaan dirgantara menyatakan ketertarikannya seperti F – 18E / F Super Hornet AS, Rafale M Perancis, Gripen Perancis dan MiG-29K Rusia – namun tender formal untuk memulai proses akuisisi pesawat tempur baru belum dikeluarkan.

Pejabat dari Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan India tidak memberikan komentar pada nasib program pembelian tersebut.

Defencenews

Bagikan :

  16 Responses to “India Ingin MiG-29K yang “Tahan Banting””

  1.  

    angkat berita su27 skm yg di upgrade belarusia dah dateng di makasar

  2.  

    Coba dong libatin Indonesia. India kan jago sistem, Indonesia jago ngoprek. Kalo joint pasti akan SEMPOA. Sempurna maksudnya

  3.  

    bahaya ni mig pantes tetangga sebelah mau jual sama india..tp kok india mau beli ya padahal dia dah tau hal hual tentang mig 29

  4.  

    pagi semua…

  5.  

    kasus MIG India menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Membeli pesawat tempur tidak semudah membeli kerupuk di pasar, karena harga pespur yg mahal dengan tekhnologi canggih dan sensitifitasnya. Saya setuju dngan pemerintah jokowi yg “ngeyel” membeli SU-35 dngan imbal dagang dengan komoditas indonesia agar tidak terlalu jomplang neraca perdagangannya dngn Rusia. Dan Akhirnya walaupun alot negoisasi yg memakan waktu 2 tahun Indonesia mendapatkan 11 SU-35 dan kabarnya Rusia akan membangun pabrik suku cadang dan perawatan di Indonesia.

  6.  

    Tuh khan ada disebut frase “sering terjadi cacat struktural” berarti struktur kaleng kerupuk yang dipakai untuk membuatnya.

    Ini juga adalah 1 lagi BUKTI bahwa alutsista udara dari Rusia tidak dapat diandalkan dan mengancam keselamatan penerbangnya.

    Alutsista Rusia yang andal itu adalah alutsista darat saja.

    Xixixixixi

    •  

      Jawab Aja Bung Klau Merasa Benar… 😀

    •  

      Hhhmmm… Mig-29K India Navy Itu Termasuk Produk Lama… Jadi Wajar Aja Jika Ada Kecacatan… Dan Nyatanya Mig-29K Russia Navy Yg Di Aircraft Carrier Admiral Kuznetsov Bandel-2 Aja Tuh… Dan Nyatanya Klau Kaleng Krupuk Ngapain Sampe-2 India Navy Beli 2 Batch…

      #Males Nyekakmatch 😆

      •  

        Horeeee horeee Jimmy ngaku kalau pesawat bikinan Rusia itu ada cacatnya.

        Xixixixi

        •  

          Ya Saya Ngaku Karena Saya Jujur Dan Lagian Membuat Struktur Pesawat Khusus Aircraft Carrier Itu Tdk Gampang Pak Tdk Seperti Buat Pesawat Tempur Biasa Yg Tdk Bisa VSTOL… Dan Lagian F-18 Pun Juga Pernah Mengalami Kejadian Yg Sama Dgn Mig-29

  7.  

    Kalau Ploduk Chinos mungkin dah KO dironde ke 1.

  8.  

    bukti sukarnya membangun pesawat tempur basis kapal induk, ada perbedaan struktur karena perbedaan perlakuan. as “beruntung” memiliki pengalaman panjang mbangun pesawat tempur basis kapal induk. f18e/f adalah bukti pengembangan panjang as akan pesawat tempur basis kapal induk. menunggu nasib f 35

  9.  

    Menurut sy pihak India kurang pandai dlm melakukan pengamatan dan penawaran , lbh terkesan asal borong aja .

  10.  

    itu mig29 punya rangka baja campuran besi sturuktur sarang lebah yg dilapisi bahan ringan & kuat, jadi klu utk operasi kapal induk, sudah tapat, karna semua benturan diwaktu pendaratan ditahan rangka baja campuran besi

  11.  

    Kalau india mau tahan banting, yaa semua lapisan struktur rangka pesawat terbuat dari baja campuran besi, beratnya yaa makin berat & tingkat seni manuvernya berkurang dratis

 Leave a Reply