India-Israel Intensifkan Pengujian SAM Jarak Menengah

NEW DELHI – Ilmuwan India dan Israel sedang melakukan serangkaian tes Rudal Permukaan-ke-Udara Jarak Menengah (MR-SAM) dari perusahaan patungan dari basis pertahanan di India Timur.

Ribuan orang telah dipindahkan ke daerah lain sebagai langkah pencegahan dan para nelayan telah diminta untuk tidak memasuki pantai Teluk Benggala selama tes berlangsung. Sumber pemerintah mengatakan bahwa pengujian 5 (lima) unit Rudal Permukaan-ke-Udara Jarak Menengah akan dilakukan dari Lapangan Test Terpadu di Chandipur.

Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengatakan, “MR-SAM dapat mendeteksi pesawat musuh yang masuk pada jarak 100 km dan menghancurkan mereka pada rentang hingga 70 km”.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Angkatan Udara India akan dilengkapi dengan 450 unit rudal, sementara Angkatan Darat India juga bisa memesan MR-SAM versi darat termasuk 14 unit peluncur. Angkatan Darat India akan menggantikan rudal Kvadrat Rusia dan sistem OSA-AKM yang dibeli di era 70-an dan 80-an.

India dan Israel menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan MR-SAM pada tahun 2009. Pengujian pertama rudal ini dilakukan pada tanggal 30 Juni 2016 lalu.

Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pertahanan, sebuah laboratorium Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan, telah mengembangkan rudal ini bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries dengan biaya US $1,514 miliar.

Banyak industri India seperti BEL, L&T, BDL, Tata Group dan industri swasta lainnya telah memberikan kontribusi untuk pengembangan sejumlah subsistem yang telah mulai digunakan dalam tes peluncuran ini.

Proyek ini mengalami keterlambatan selama 3 tahun dari jadwal dan diharapkan akan masuk dalam pelayanan pada tahun 2017.

Sumber: Sputnik News