JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 252018
 

Parade tank tempur utama T-90 buatan Rusia. © Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Organisasi Litbang Pertahanan India (DRDO) mengklaim bahwa mereka telah melakukan serangkaian percobaan selama 10 hari, yang sangat berhasil, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

DRDO India telah berhasil melakukan percobaan penetrasi menggunakan amunisi Fin Stabilized Armour Piercing Discarding Sabot (FSAPDS) yang telah dirancang dan juga dikembangkan untuk tank tempur utama T-72 dan T-90 Angkatan Darat India.

“Hasil percobaan menetapkan kemampuan penetrasi amunisi FSAPDS yang dirancang secara mandiri, sejajar dengan amunisi tank buatan NATO dan Rusia”, menurut dokumen DRDO.

Amunisi ini dikembangkan oleh Armament Research and Development Establishment (ARDE), Pune, dan pengujian dilakukan antara November dan Desember tahun lalu.

India, hingga kini mengimpor sekitar 3.500 FSAPDS untuk tank T-90 dan T-72, senilai lebih dari $ 70 juta per tahun. Sejak tahun 2012, Angkatan Darat India mengandalkan Rusia untuk pengadaan amunisi kritis tersebut, menyusul daftar hitam Industri Militer Israel oleh pemerintah India atas tuduhan telah melakukan kesalahan pada pembelian militer.

“Dengan biaya rendah, tingkat keausan rendah dan tekanan kamar moderat, amunisi ini sangat aman dan efektif dalam jangkauan tempur. Percobaan yang berhasil akan membuka jalan mengatasi kekurangan amunisi untuk tank T-72 dan T-90”, tulis DRDO.

Militer India kini menghadapi kekurangan amunisi kritis untuk tank tempur utama dan berencana mengimpor seratus ribu butir amunisi tersebut demi memenuhi kebutuhan mendesak, sambil mempromosikan manufaktur dalam negeri untuk kebutuhan masa depan.

Pada bulan Juni tahun lalu, Angkatan Darat India telah mengeluarkan tender terperinci untuk mengakuisisi seratus ribu amunisi FSAPDS, untuk menghancurkan tank tempur utama dan kendaraan tempur infanteri musuh.

Kementerian Pertahanan India juga meminta produsen dalam negeri memasok amunisi senilai $ 3 miliar untuk angkatan bersenjata selama dekade berikutnya. Saat ini, pabrik persenjataan milik pemerintah yang mengelola 41 unit manufaktur dan 32 perusahaan lainnya memiliki monopoli atas produksi amunisi.

Kementerian Pertahanan India juga telah melayangkan tender kepada produsen swasta dalam negeri untuk memasok jenis amunisi penembus lapis baja 125 mm untuk T-90 dan T-72, sejumlah peluncur granat multilaras 40mm dan 30mm yang digunakan oleh infanteri lapis baja.

Amunisi FSAPDS adalah amunisi energi kinetik yang paling mematikan, karena mampu menghancurkan semua jenis perisai tank dalam jangkauan tembak. Komponen FSAPDS bersifat sensitif dan canggih dan sangat hati-hati selama pembuatan dan perakitannya. Akurasi dimensi dan bobot berbagai komponen di jaga agar mendekati batas toleransi untuk mencapai kinerja keseluruhan amunisi yang optimal.

Bagikan:

  4 Responses to “India Mengembangkan Amunisi FSAPDS Untuk Tank T-90MS”

  1.  

    buat terus. Indonesia import terus. lebih tertarik buatan luar negeri dari pada mendorong buatan Indonesia

    •  

      Hla terus apa yang anda berikan kepada negara ini selain meremehkan dan mencerca???
      Teknologi militer tidak sesederhana itu, Indonesia saat ini sudah jauh lebih agresif dalam kemandirian… MBT baru dimiliki seumur jagung sudah mengharapkan kemandirian, lihat saja sekelas India juga baru berencana melakukan produksi lokal… jangan menyalahkan negara terus…

  2.  

    PT.PINDAD dikatakan telah menerima lisenci amunisi Tank dr Rusia jg Jerman apakah benar demikian? Klu sdh bs membuat amunisi serupa+varian2 lainnya mantap jg!

 Leave a Reply