India Kembangkan Rudal Anti Radiasi yang Mengecewakan Angkatan Udara

Ilmuwan India’s Defense Research Development Organization (DRDO) akan menguji prototipe dari rudal anti radiasi generasi baru (New Generation Anti Radiation Missile – NGARM) untuk di uji coba pada pesawat tempur Su-30MKI, untuk memvalidasi sistem seeker, integritas struktural, sistem navigasi dan kontrol, dan kemampuan aerodinamisnya pada bulan Juni.

“Ilmuwan DRDO India akan melakukan pengujian NGARM di darat pada bulan April dan akan mengembangkan dua prototipenya pada bulan Juni,” ungkap Defense News mengutip dari pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Angkatan Udara India (IAF) telah menyatakan keberatan dengan rudal NGARM yang masih dikembangkan DRDO. “ Rudal NGARM terlalu berat,” kata pejabat IAF.

DRDO mengembangkan NGARM untuk mengisi persenjataan pada pesawat tempur Mirage-2000H, Jaguar, Su-30 MKI dan yang akan datang, Light Combat Aircraft.

“NGARM sedang dikembangkan oleh DRDO, beratnya sekitar 140 kilogram dan itu berat, sedangkan IAF hanya menginginkan rudal yang beratnya tidak lebih dari 100 kilogram, yang satu ini (NGARM) tidak akan memenuhi persyaratan kami,” kata seorang pejabat senior Angkatan Udara.

“DRDO tidak pernah memenuhi keinginan kami tentang rudal ini, dan kami tidak yakin untuk menggunakannya,” kata pejabat IAF, menambahkan, ” teknologi Infrared Radiation Seeker dari Rusia akan membuatnya terlalu berat.”

Namun, salah satu ilmuwan DRDO mengatakan rudal itu harus memenuhi semua persyaratan pesawat tempur Angkatan Udara India “Kami akan memastikan (NGARM) terbukti berhasil.”

Dia mengklaim NGARM sebagian besar adalah rudal hasil karya dalam negeri. Tapi satu sumber DRDO menyatakan, lembaga itu tidak bisa mengembangkan rudal sendiri dan DRDO telah meminta bantuan Rusia untuk teknologi sistem seeker.

NGARM menggunakan sistem pencari radiasi atau sinyal yang dipancarkan oleh radar dan sistem komunikasi, menyerang ke pusat target dan menghancurkan sistem jaringan musuh.

DefenceWorld

Tinggalkan komentar