Nov 172018
 

Kendaraan peluncur rudal BrahMos dalam parade militer Januari 2018 di India © Dephan India via Wikimedia Commons

Komandan Angkatan Udara Timur India, Marsekal Udara Raghunath Nambiar pada hari Jumat mengatakan bahwa negaranya mengembangkan sistem untuk mempertahankan diri terhadap rudal balistik dengan kemampuan lebih, memperhatikan sistem rudal Triumf S-400 buatan Rusia sebagai salah satu sistem pertahanan udara yang paling maju..

“Kami akan memiliki kemampuan ini (sistem rudal Triumf S-400) untuk mengalahkan setiap ancaman berbasis ruang dengan kecepatan tertentu. Karena ancaman ini terus berkembang, kami harus mengembangkan sistem lain,” kata Marsekal Udara Nambiar di Markas Besar North Eastern Council di Meghalaya seperti dikutip NDTV.

Marsekal Nambiar menjelaskan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India juga mengembangkan sistem rudal balistik Program AD, yang akan lebih mampu melakukan intersepsi. “Setelah Triumpf, itu akan menjadi sistem India (Program Pertahanan Udara) yang akan lebih mampu. Itu tidak hanya akan mencegat di dalam atmosfer kita sendiri tetapi juga di luar,” katanya.

“Kami telah merasakan kesuksesan. Saya skeptis seperti orang lain, tetapi setelah melihat fungsi program, saya pikir itu hanya masalah beberapa gangguan kecil dan masalah lain yang harus ditetapkan. Kami memiliki sistem pertahanan udara yang sangat mampu. dan yang lebih penting, itu adalah sistem ‘Make in India’, yang akan lebih efektif biaya, lebih banyak tersedia bagi kita dengan sedikit kerahasiaan karena semuanya akan diketahui oleh kita, “kata Marsekal Udara Nambiar.

Dia mengatakan bahwa kemampuan Triumf S-400, yang akan dimiliki India dalam 23 bulan dari sekarang, adalah untuk mengalahkan tantangan di udara atau ruang angkasa selain memberikan kemampuan untuk membela India dengan sangat efektif.

India dan Rusia menandatangani perjanjian untuk pembelian sistem rudal pada tahun 2016.

Sumber: NDTV

Bagikan:

  6 Responses to “India Kembangkan Sistem Pertahanan Rudal Buatan Dalam Negeri”

  1.  

    Kemarin turki sekarang india, indonesia kapan?

    •  

      jangan terlalu berharap bung @Mirza, seperti kata lirik lagunya Koes Ploes… “kapan-kapan”…. 😛 hehehe

    •  

      Karna kita benci pada ploduk KW dik,jadi kita malas buat dan niru.
      Karna kita cinta ploduk bagus dan ber merek tapi sayang dak punya wang.
      Dan kita jelas belum seberani cina maling desain ploduk negara lain,jadi maling dirumah sendiri sebagai tahapan pembelajaran,.

    •  

      Karna kita benci pada ploduk KW dik,jadi kita malas buat dan niru.
      Karna kita cinta ploduk bagus dan ber merek tapi sayang dak punya wang.
      Dan kita jelas belum seberani cina maling desain ploduk negara lain,jadi maling dirumah sendiri sebagai tahapan pembelajaran,.
      Tapi yang jelas bila suatu urusan tidak diserahkan pada ahlinya maka jangan kata mau ada hasil malah hancur jadinya.

 Leave a Reply