Feb 072019
 

Keluarga pilot yang meninggal akibat insiden jatuhnya Mirage 2000 India menuntut penyelidikan atas kecelakaan tersebut.

Beberapa hari setelah dua pilot Angkatan Udara India (IAF) meninggal dalam kecelakaan pesawat tempur latih Mirage 2000 di Bengaluru, IAF mengirim kotak hitam pesawat ke Prancis untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan itu.

“Kotak hitam dikirim ke Prancis untuk mendapatkan rincian lengkap penyebab kecelakaan itu,” kata sumber-sumber di Angkatan Udara India kepada India Today.

Investigasi kotak hitam pesawat akan memberikan rincian lebih lengkap tentang penyebab kecelakaan Mirage 2000.

Istri mendiang pilot Samir Abrol menyalahkan pihak berwenang karena mengizinkan penggunaan mesin “usang” dalam sebuah puisi yang ditulisnya di Instagram tiga hari lalu. “Sementara birokrasi menikmati keju dan anggurnya yang korup. Mereka memberikan prajurit kami mesin usang untuk bertarung,” tulis Garima Abrol.

Agen penyelidik Prancis akan menyelidiki kotak hitam di hadapan otoritas dari IAF dan perusahaan HAL. Sumber di IAF mengatakan kecelakaan itu terjadi tepat setelah pesawat Mirage ditingkatkan oleh HAL.

Meskipun Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman sudah mengunjungi orang tua kedua pilot yang meninggal, pihak keluarga terus meningkatkan tuntutan untuk penyelidikan lebih lanjut dalam kasus ini.

Pada hari Jumat (1 Februari), Komandan Skuadron Samir Abrol dan Siddartha Negi meninggal setelah pesawat tempur latih Mirage 2000 IAF jatuh di Bengaluru. Kedua pilot berhasil keluar sebelum pesawat jatuh tetapi salah satu dari mereka meninggal saat mendarat di reruntuhan pesawat, pilot lainnya meninggal beberapa saat kemudian dirumah sakit karena cedera yang dialaminya.

IndianToday