India Klaim Hancurkan Drone Pakistan dengan SPYDER

Sistem rudal pertahanan udara (SAM) SPYDER buatan Israel. © New India Express

JakartaGreater.com – Tentara India menembak jatuh pesawat tak berawak Pakistan yang sedang melakukan misi mata-mata atas India di desa Abdasa dekat Kutch, Gujarat. Drone Pakistan tersebut ditembak jatuh menggunakan rudal Derby dari sistem pertahanan udara SPYDER buatan Israel, seperti dilansir dari Defence Update India.

India menggunakan sistem SPYDER untuk menargetkan drone mata-mata Pakistan yang ditembak jatuh di hari yang sama ketika India melakukan serangan udara di Balakot, pada tanggal 26 Februari 2019.

Pertama kali tentara India menggunakan SPYDER

SPYDER adalah singkatan dari Surface to air PYthon dan DERby, merupakan sistem pertahanan udara mobile jarak menengah, yang telah dikembangkan oleh Rafael Advance Defense System dengan bantuan dari Israel Aerospace Industries. Bersama dengan India, Singapura dan Vietnam juga merupakan negara lain, yang mengoperasikan SPYDER.

Sistem rudal pertahanan udara jarak pendek SPYDER buatan Israel © Rafael Advanced Defense Systems

Sistem rudal permukaan-ke-udara dipasang di atas sebuah truk dan memiliki dua rudal Derby dan Python-5. Sistem tersebut memiliki waktu reaksi yang sangat cepat, memiliki dukungan disegala cuaca, dengan multi-launcher.

Ketinggian intersepsi adalah 9 km hingga 15 km, dengan jangkauan operasionalnya adalah 35km. Derby adalah rudal ARH yang memberi SPYDER opsi tembak dan lupakan, karena fitur panduan radarnya. Panjang misil Derby adalah 362 cm, bentang sayap 64 cm, dengan diameter 16 cm dan berat 118 kg.

Pada tahun 2006, India berencana untuk membeli 18 sistem SPYDER-MR dengan biaya sebesar $ 395,2 juta untuk Angkatan Udara. Sistem SPYDER dikirim ke India pada tahun 2012. Sebanyak 18 baterai SPYDER-MR bersama dengan 750 unit rudal Python-5 dan 750 unit rudal Derby telah dikirimkan.

Tinggalkan komentar