India : Kombinasi Maut Rafale dan Su-30MKI Menakutkan Semua Musuh India

Jet tempur Rafale pesanan Angkatan Udara India © The Indian Express

Setelah pesawat Rafale buatan Prancis dan Su-30MKI buatan Rusia mulai beroperasi bersama Angkatan Udara India (IAF), kedua pesawat tempur akan menjadi kombinasi yang mematikan dan akan membuat semua musuh India, termasuk Pakistan akan khawatir jika terjadi konflik, hal tersebut dinyatakan oleh Wakil Komandan Angkatan Udara India Marsekal RKS Bhadauria, seperti dilansir oleh Livemint.com.

Berbicara kepada media ANI di sela-sela Latihan Garuda, Bhadauria pada hari Kamis mengatakan jika Pakistan berani melakukan serangan seperti pada 27 Februari terhadap India setelah kedua jet itu mulai beroperasi bersama di India, kerugian yang diderita oleh Pakistan akan sangat tinggi.

“Begitu Su-30MKI dan Rafale mulai beroperasi bersama, itu akan menjadi kombinasi yang kuat melawan musuh-musuh kita, baik itu Pakistan atau siapa pun. Ini akan menjadi kemampuan yang kuat. Setiap musuh akan khawatir dengan kombinasi seperti itu,” kata Bhadauria, saat menghadiri latihan Angkatan Udara India-Perancis Garuda 6.

Wakil Ketua IAF juga mengatakan bahwa ia berharap untuk menerbangkan pesawat tempur Rafale dari Angkatan Udara Prancis.

Bhadauria adalah kepala tim India yang bernegosiasi dengan Prancis untuk mendapatkan 36 jet tempur Rafale pada tahun 2016.

Menyusul konflik udara, Angkatan Udara India menyatakan bahwa jika Rafale adalah bagian dari armada India pada saat itu, Pakistan tidak akan berani mendekati garis LoC.

Rafale dengan senjata udara-ke-udara Meteor dan misil udara-ke-darat Scalp ke diyakini sebagai jet tempur terbaik di benua itu.

Kontingen Angkatan Udara India (IAF) saat ini berada di Prancis untuk mengikuti latihan ‘Garuda’ bersama dengan Angkatan Udara Prancis (FAF) untuk meningkatkan interoperabilitas dan kerja sama antara kedua Angkatan Udara.

India dan Prancis adalah mitra strategis dan telah meningkatkan kerja sama mereka selama bertahun-tahun terakhir.

Pemerintah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi telah menandatangani kesepakatan untuk pembelian 36 Rafale dengan Prancis pada tahun 2016. Skuadron pertama akan berbasis di Ambala sedangkan yang kedua akan ditempatkan di Hashimara di perbatasan dengan China.

Tinggalkan komentar