Aug 132013
 
India Luncurkan Kapal Induk Buatan dalam Negeri, INS Vikrant (photo: CNN.com)

India Luncurkan Kapal Induk Buatan dalam Negeri, INS Vikrant (photo: CNN.com)

Setelah mengumumkan siap menguji coba kapal selam berbahan bakar nuklir pertamanya di laut terbuka, India meluncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri, Senin (12/8). Peluncuran kapal induk seharga Rp 50 triliun ini, menjadi peristiwa besar sekaligus unjuk eksistensi India di tengah pengaruh Cina di kawasan yang kian menguat.

Kapal Induk INS Vikrant dengan bobot 40.000 ton, menjalani uji coba intensif hingga 2016 sebelum resmi dimasukkan ke armada Angkatan Laut India pada 2018. Saat INS Vikrant beroperasi penuh tahun 2018, India akan menjadi negara kelima yang telah merancang dan membangun kapal induk sendiri, bergabung dengan klub elite meliputi: Inggris, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat.

INS Vikrant nantinya akan memiliki panjang 260 meter dan lebar 60 meter. Proses pembuatan kapal mulai dari desain hingga penyelesaian tahap akhir, dikerjakan di dalam negeri dengan bahan besi kualitas tinggi yang diproduksi perusahaan milik negara. Peluncuran hari Senin menandai selesainya tahap pertama pembuatan INS Vikrant. Kapal ini akan kembali masuk galalangan untuk menjadi proses penyelesaian.

“Ini sebuah tonggak sejarah yang luar biasa,” kata Menteri Pertahanan India AK Antony saat berdiri di depan lambung raksasa INS Vikrant pada upacara di kota Kochi di India Selatan. “Ini hanya menandai langkah pertama dalam perjalanan panjang, tetapi pada saat yang sama ini merupakan langkah penting.”

INS Vikrant akan dilengkapi persenjataan dan mesin dan kemudian diuji selama empat tahun ke depan. Hal ini merupakan kemajuan besar bagi sebuah negara yang bersaing untuk merebut pengaruh di Asia, kata para analis. “Kapal Induk INS Vikrant akan dikerahkan ke wilayah Samudra Hindia di mana kepentingan komersial dan ekonomi dunia menyatu. Kemampuan India sangat mirip dengan China,” kata Rahul Bedi, ahli pertahanan untuk IHS Jane’s Defence Weekly, kepada kantor berita AFP.

Konsep Kapal Induk INS Vikrant India

Konsep Kapal Induk INS Vikrant India

Penuh Perjuangan
Sebelumnya pada Sabtu lalu, India juga mengumumkan, Kapal Selam Nuklir pertama buatan dalam negeri sudah siap untuk uji coba. Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut hal itu sebagai “langkah raksasa” bagi bangsa India. New Delhi menghabiskan puluhan miliar dollar untuk meningkatkan perangkat keras militer yang umumnya buatan era-Soviet.

Keberhasilan India dalam pengembangan rudal jarak jauh dan program angkatan laut, dipacu oleh sejumlah kegagalan dalam mengembangkan pesawat dan persenjataan berbasis darat lainnya. Kegagalan itu menelan biaya yang mahal dan membuat India sangat tergantung pada impor. INS Vikrant terlambat dua tahun dari jadwal setelah sejumlah masalah terkait sumber baja khusus dari Rusia, penundaan sejumlah peralatan penting, bahkan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan generator diesel penting rusak. Kini berbagai kegagalan itu ditebus dengan meluncurnya Kapal Induk INS Vikrant dan Kapal Selam Nuklir India.

“INS Vikrant memiliki peran utamanya mempertahankan armada angkatan laut kami dan itu tidak digunakan untuk serangan darat,” kata pensiunan Laksamana Muda K Raja Menon kepada AFP. “Ini sebuah kapal induk pertahanan sehingga kapal itu akan menyerang platform yang datang menyerang armada angkatan laut kami. Tanpa pertahanan udara, armada kami tidak bisa bertahan hidup,” kata Menon.

INS Vikrant yang berarti “berani” dalam bahasa Hindi, mampu mengangkut sekitar 30 pesawat tempur, dilengkapi dua landasan take off STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery) konfigurasi ski-jump, serta satu fasilitas landing (landing strip) dengan tiga kabel penahan laju pesawat. Deck kapal didisain untuk mengakut sebagian besar (20 unit) Mig-29K atau HAL Tejas Mark 2 (naval variant), serta 10 helikopter Kamov Ka-31 atau Westland Sea King. Helikopter Ka-31 akan membawa peralatan airborne early warning (AEW) role dan Sea King menyiapkan kemampuan anti-submarine warfare (ASW).

Kapal Induk ini digerakkan oleh 4 mesin General Electric LM2500 ditambah 2 shaft gas turbines, untuk menghasilkan tenaga 80MW yang bisa mendatangkan kecepatan 30 knot untuk INS Vikrant.

India telah memiliki sebuah kapal induk buatan Inggris berusia 60 tahun yang diperoleh pada tahun 1987 dan berganti nama menjadi INS Viraat. Namun, kapal itu akan dihapus dalam beberapa tahun mendatang. Sekutu India, yaitu Rusia, juga berencana akan menyerahkan kapal induk ketiga, INS Vikramaditya, akhir tahun ini setelah perselisihan sengit menyangkut kenaikan biaya dan beberapa kali penundaan pengiriman untuk kapal perang era Soviet yang telah diperbarui itu.

Menyangkut persaingan India dengan China, sejumlah pengamat menilai, secara keseluruhan, India masih tertinggal jauh di belakang China dalam kemampuan pertahanan. China telah memenangi persaingan regional dalam lomba mengembangkan kapal induk yang diproduksi di dalam negeri. Kapal induk pertama China, Liaoning, yang dulu dibeli dari Ukraina, mulai beroperasi pada September lalu. Beijing dilaporkan sedang berencana untuk membangun atau membuat sebuah kapal yang lebih besar lagi di masa depan. Majalah Jane menyatakan mereka telah melihat sejumlah bukti China akan membangun kapal induk pertamanya di fasilitas pembuatan kapal di dekat Shanghai.(JKGR/AFP).

Bagikan Artikel :

  18 Responses to “India Luncurkan Kapal Induk INS Vikrant”

  1. Semoga aja pemerintah indonesia bisa berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam proyek pengadaan alutsista nasional seperti india …

  2. jika konflik LCS memanas dan menyeret RI, kira2 ‘benda’ macam apa yg bisa menghentikan kapal induk?

    • Torpedo bos. Torpedo SUT buatan Indonesia lisensi Jerman untuk KS Cakra dan CBG masih menakutkan bagi kapal induk AS sekalipun. Berbeda dengan Yakhont, Club-S, dll, torpedo kan yang dikejar lunasnya. Lunas (keel) adalah tumpuan utama seluruh struktur kapal. Kalau lunas rusak apalagi jebol, maka biarpun pada kapal induk nuklir AS akan tinggal wassalam .. kapal akan terbelah karena struktur tumpuan arah membujur telah melemah.

      • trims utk pencerahanya masbro

      • om WH, kalau kapal induk nuklir atau kapal selam nuklir itu ketembak torpedo terus meledak (atau minimal tenggelam deh) kira2 efeknya gimana ya?

        apa gak malah jadi kayak bom nuklir meledak lengkap dengan awan cendawan en radiasinya atau ya biasa2 aja meleduk / tenggelam biasa kayak kapal konvensional gitu?

        maaf nih kalau nanyanya kurang berbobot, benar2 penasaran soalnya.

  3. kira2 kalo bangsa indonesia bikin kapal induk juga, mungkin nama yg pantas bisa KRI Gajah Mada dan KRI Soekarno

  4. KRI Soekarno, Gajah Mada itu pahlawan Jawa Timur, kami warga Jawa Barat menolahnya…

    • Bukan soal kedaerahan Bung Yanto, tapi tentang jasa-jasa orang itu untuk negeri ini. Benar banyak yang berjasa untuk negeri ini, tapi siapa yang mau mengingkari besarnya jasa Soekarno untuk negeri kita.

      Salam

    • Saya yang orang jawa barat aja santai-santai aja. Orang yang berpikiran picik dan sempit dan selalu mengkotak-kotakkan daerah dan kesukuan seperti anda ini yang menghancurkan Indonesia dari dalam. Cam kan itu kisanak!!!

    • kalo nama soekarno saya masih setuju karena pahlawan bangsa indonesia, tetapi kalo gajah mada saya kurang setuju karena orang sunda memiliki sejarah yg kurang bagus dengan gajah mada. bisa di baca sejarah tentang perang bubat.

      • eko” dok

        emg masalahnya apa..? Kalau nama gajah mada..gjah mada menyatukan slruh nusantara,,siliwingi mnyatukan pasundan saja belum bisa.
        Kalau masalah pribadi antar daerah gk usah di bawa”lah ,, cukup di simpen aja..

        Kalau gk setuju lapor aja ke komnas Ham..atau ke saritem atau stasiun andir…

    • Bung Yanto, pemikiran anda terlampau terkotak2 dgn hanya melihat sisi kedaerahan saja, coba anda berpikir lebih nasionalis.

    • mas by @ yanto ma’af ni sebagai bangsa yg besar kok masih SARA sih kapan indonesia maju.. konflik ratusan tahun dipelihara itu tidak ada habiznya dan tidak ada untungnya..
      kapan kita jadi bangsa yang besar jika kita masih mikirin melayu & tionghoa, majapahit & pajajaran..
      musuh utama itu bukan dari luar tapi dari dalam diri kita sendiri

      buat apa bhineka tunggal ika kalau masih gontok2-an sesama anak bangsa

    • yanto…..

      nama kRi aja susah,di rebutkan,itu namma pahlawan maah,,
      sedangkan bp jend nasution saja ,di pakai nama jalan gak ada jendral nya diem saja,,pasti kbnyakan jalan A h nasution,,..

      Mgkin d bndung nama jalan majapahit gk ada gk apa”.. Tp ini pahlawan.. Bukan daerah cuy.berpikir lah negatif..emg km apa?? bilang gk boleh kasih nama KrI gjah mada…
      Toh kamu juga gk bantu apa”..mau bayar pajak..sim aja gk punya.. ..stnk jg mati dh setahun..bilang apa lg kau ” yanto “..

      • Andai Indo bisa punya Carrier ship …gua usul namanya KRI. RAKATA aja …atau KRI. KRAKATAU STEEL skalian …!. Hahahaha ….yar org yakin tuh ampuhhhnya ….!.

    • jika harus mewakili daerah masing2 harus berapa carrier yang dibutuhkan Indonesia? belum ada nama Presiden RI yang dijadikan nama KRI, itu karena TNI AL belum punya kapal yang cukup “besar” untuk dinamai sesuai nama tokoh Nasional masa lalu maupun masa sekarang. Itu saja patokannya kang, tokoh yang berjasa mempersatukan atau minimal pernah memimpin Nusantara untuk KRI sekelas Destroyer apalagi Carrier. dan IMO nama Gajah Mada atau Soekarno jelas termasuk kandidat nama yang pantas untuk tugas tersebut

      Mari kita menjauhi SARA, saya sendiri bukan orang Jawa

  5. Indonesia harus berani untuk brbuat, contohi India dan China yg tlah memiliki kemampuan lebih di asia…biar gak di KADALIN mulu ….!. Cukup SIPADAN LIGITAN dan TIMOR TIMUR jadi kisah LUKA sang GARUDA, ….jangan sampai kebun BUAH MERAH kita di bongkar maling ….!.

    JAYALAH NEGERIKU …..!!!.

 Leave a Reply