India Membantah Bahas F-16 Demi Menghindari Sanksi AS

Jet tempur F-16D Angkatan Udara AS lepas landas dari Pangkalan Udara Bulgaria © USAF Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah AS telah sejak lama menekan India untuk membeli jet tempur F-16 Fighting Falcon tetapi pemerintah India telah mengklarifikasi dalam beberapa kesempatan bahwa mereka tidak berniat untuk membelinya meskipun ada tawaran untuk mendirikan fasilitas produksi disana, seperti dilansir dari Sputnik.

Pemerintah India secara kategoris membantah laporan tentang diskusi yang sedang berlangsung antara Washington dan New Delhi mengenai kemungkinan pembelian jet tempur F-16 untuk Angkatan Udara India sebagai imbal balik pembebasan sanksi di bawah CAATSA untuk akuisisi sistem pertahanan udara S-400 Triumf Rusia.

India telah menandatangani kontrak senilai $ 5,43 miliar untuk membeli lima unit sistem rudal pertahanan udara jarak jauh, S-400 Triumf dari Rusia dalam sebuah KTT tahunan pada awal bulan ini.

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Kemenhan Rusia

“Kementerian telah mencatat laporan dari media, yang mengklaim AS telah mengindikasikan bahwa India dapat menghindari sanksi CAATSA jika memberikan jaminan untuk membeli F-16 dari AS. Ini adalah untuk mengklarifikasi bahwa laporan berita itu salah. Tidak pernah ada diskusi semacam itu yang diadakan oleh Kementerian”, sebut klarifikasi yang dikeluarkan oleh kementerian pertahanan India.

Sebelumnya, Indian Express melaporkan bahwa AS menawarkan untuk memberikan opsi pengesampingan CAATSA dalam pertukaran kesepakatan pada jet tempur F-16 yang dibuat awal bulan ini.

Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman bertemu dengan mitranya dari AS, James Mattis di Singapura pada hari Jumat, di sela Pertemuan Menteri Pertahanan Asia Tenggara Plus.

India telah mengirimkan beberapa delegasi, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, untuk mengajukan kasus pembebasan sanksi, tetapi belum menerima jaminan atas pengabaian meskipun Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengajukan keringanan untuk India.

Beberapa hari setelah perjanjian S-400 Triumf ditandatangani, ketika ditanya apakah dia akan melepaskan sanksi terhadap India, Presiden AS Donald Trump mengatakan: “India ingin mencari tahu, bukan? Itu [sanksi] lebih cepat dari yang kalian pikirkan”.

Tinggalkan komentar