Feb 132019
 

JakartaGreater.com – Pemerintah India telah mengajukan permintaan ke Rusia untuk memperpanjang lisensi untuk memproduksi pesawat Su-30MKI di fasilitas Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di India, dan artinya bisa berupa pesanan tambahan untuk 222 unit jet tempur multi-peran dibawah pesanan sebelumnya yang telah dikirim ke Angkatan Udara India (IAF).

Seperti dilansir dari laman Defense World pada hari Senin, 4 Februari yang lalu, sumber-sumber mengatakan bahwa “permintaan” tersebut telah dibuat melalui agen Rusia untuk kerjasama teknis-militer. Setelah permintaan disetujui, maka itu dapat mengatur untuk memperpanjang umur pabrik perakitan Su-30SMKI di fasilitas Nashik HAL.

Berdasarkan laporan media sebelumnya mengatakan bahwa pesanan untuk 18 unit jet tempur Su-30MKI tambahan, terdiri dari satu skuadron sedang dalam proses dan akan diterima setelah tahun 2019-2020, ketika pesanan saat ini dengan HAL dikatakan berakhir.

Kementerian Pertahanan (MoD) India telah meminta Moskow untuk memasok HAL dengan bahan baku serta sub-sistem yang diperlukan untuk membangun skuadron jet tempur Su-30MKI, menurut laporan itu.

Jet tempur multiperan Su-30MKI Angkatan Udara India (IAF). 漏 Venkat Mangudi via Wikimedia Commons

HAL hingga saat ini telah memproduksi 202 unit jet tempur Su-30MKI dengan membeli kit dari Rusia berdasarkan perjanjian lisensi produksi. HAL kemungkinan harus membayar biaya lisensi tambahan untuk hak memproduksi jet. Jika 18 unit pesanan datang, ini akan menjadi armada pesawat terbesar dengan IAF yang menambah hingga total 290 jet tempur saat ini.

HAL sedang menghadapi prospek jalur perakitan Su-30MKI yang diam, namun dengan usulan pesanan baru, Su-30MKI akan dapat terus menggulung jalur perakitan selama 2-3 tahun ke depan. Su-30MKI dalam dua tahun terakhir ini telah ditingkatkan untuk membawa rudal jelajah Brahmos dan rudal jarak jauh buatan lokal.