India Mendapatkan 245 Rudal Stinger Amerika Serikat

Kontraktor pertahanan Amerika Serikat Raytheon dalam satu pernyataannya mengumumkan bahwa India akan mendapatkan 245 rudal Stinger udara-ke-udara lengkap dengan peluncur dan alat dukungan yang diperlukan.

“Departemen Pertahanan India telah menandatangani kesepakatan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengakuisisi rudal Stinger udara-ke-udara buatan Raytheon Company. Sebagai bagian dari kesepakatan, India akan menerima 245 rudal Stinger udara-ke-udara bersama dengan peluncur dan dukungan teknik,” kata pernyataan itu.

Akuisisi Stinger India menjadi bagian dalam kesepakatan senilai 3,1 miliar dolar AS atau sekitar 41 triliun rupiah dengan Amerika Serikat, yang mencakup helikopter tempur, senjata, radar dan perlengkapan peperangan elektronik.

Stinger merupakan rudal permukaan-ke-udara berkecepatan tinggi yang bisa diluncurkan dari bahu seseorang. Menurut Raytheon, rudal itu memberikan kemampuan bagi seorang operatornya untuk menjadi “ujung operasional” demi menghadapi helikopter, drone, rudal jelajah dan pesawat fixed-wing.

Stinger juga memiliki kemampuan udara-ke-udara yang dapat diintegrasikan ke dalam sebagian besar fixed- or rotary-wing platforms.

Menurut wakil presiden Raytheon Land Warfare Systems, Duane Gooden, India telah bergabung bersama berbagai bangsa di seluruh dunia yang mengakui bahwa Stinger dapat menjadi komponen kunci serangan terhadap helikopter ringan. Stinger dianggap dapat meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai ancaman yang terjadi saat ini.

Rudal Stinger telah berkemampuan tempur, setidaknya dalam empat konflik besar. Rudal itu telah digunakan oleh 19 negara, selain oleh keempat cabang militer Amerika Serikat.

Pada tahun 2015, Amerika Serikat telah menjual rudal Stinger ke Korea Selatan, Latvia dan Taiwan. Anggota parlemen Amerika Serikat juga telah menyerukan kepada pemerintahan Obama untuk mempersenjatai oposisi Suriah moderat dengan rudal Stinger portabel.

Sputnik News

TERPOPULER

Tinggalkan komentar