Mei 302018
 

Jet tempur multiperan Su-30MKI Flanker-H milik Angkatan Udara India. © g4sp via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Bergerak menuju konsolidasi, Angkatan Udara India (IAF) telah bersiap mengirimkan jet tempur Su-30MKI ke Australia untuk partisipasi perdananya dalam latihan udara multilateral Pitch Black 2018, seperti dilansir dari Deccan Herald.

Setidaknya 4 hingga 5 pesawat tempur lini terdepan dan sebuah transporter C-17 akan terbang ke Australia pada bulan Juli untuk melaksanakan latihan udara selama 3 (tiga) minggu antara tanggal 27 Juli hingga 17 Agustus 2018.

Ini akan menjadi partisipasi perdana bagi India dalam program pelatihan tempur udara gabungan terbesar di belahan bumi selatan yang melibatkan beberapa angkatan udara lainnya, menurut beberapa sumber.

Pada tahun 2015, India dan Australia telah menyepakati untuk partisipasi IAF ini pada latihan perang multilateral.

Setelah pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar dan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Andrews, kedua pihak memberikan pernyataan publik tentang kehadiran India dalam Pitch Black 2016.

Namun pada saat itu IAF, tidak jadi berpartisipasi karena masalah operasional tertentu.

Pada bulan Januari 2018, Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne menegaskan partisipasi India pada Pitch Black 2018 ketika memberikan kuliah di National Defence College di Delhi.

Latihan udara yang diadakan dwi tahunan sejak 2006 yang lalu, latihan dimulai dengan Singapura, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat serta berkembang hingga mencakup Prancis dan Malaysia pada tahun 2008.

Sementara itu Selandia Baru pun ikut berpartisipasi untuk pertama kalinya pada tahun 2010, diikuti oleh Indonesia pada tahun 2012. Uni Emirat Arab juga gambil bagian pada tahun 2014, diikuti oleh Kanada, Jerman dan Belanda pada tahun 2016.

Manuver yang dilaksanakan di wilayah Australia utara  adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang serangan balik udara dan perlawanan menghadapi pertempuran udara di dalam lingkungan simulasi.

Hubungan strategis antara India dan Australia perlahan meningkat. Kedua Angkatan Laut memulai latihan maritim tahunan mereka pada tahun 2015 dan edisi yang kedua berlangsung pada tahun 2017.

Namun, New Delhi tidak mengizinkan Canberra ambil bagian dari latihan angkatan laut multilateral di Malabar yang melibatkan Angkatan Laut AS dan Jepang.

Keputusan India mendapat pujian langka dari China.

India, Jepang, Australia dan AS diyakini telah membentuk Empat Serangkai mengatasi peningkatan kegiatan Angkatan Laut China di kawasan Indo-Pasifik.