Jun 292019
 

File: S-400 system – From Wikimedia Commons, the free media repository

New Delhi, Jakartagreater.com  –  Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri India menggarisbawahi bahwa New Delhi tidak memiliki rencana untuk membatalkan kesepakatan S-400 yang besar dengan Moskow meskipun ada ancaman sanksi AS, dirilis Sputniknews.com pada Jumat 28-6-2019.

India kemungkinan akan membayar senjata Rusia dalam euro untuk menghindari ancaman sanksi AS, ungkap surat kabar India Economic Times mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sumber mengklaim bahwa meskipun beberapa pembayaran telah dilakukan “melalui rute rupee-ruble”, Moskow dan New Delhi membuat kesepakatan yang menetapkan bahwa VTB Bank Rusia akan menerima uang dalam euro.

Beberapa kontrak untuk penyediaan perangkat keras militer Rusia ke India senilai total $ 4 miliar telah ditandatangani, termasuk untuk pembelian sistem rudal S-400 dan empat fregat, serta sewa kapal selam Chakra III. Selain itu, kedua pihak akan menandatangani dua perjanjian lagi terkait pengiriman senapan serbu AK-203 dan helikopter Ka-226 kepada tentara India.

Perkembangan terjadi setelah Departemen Luar Negeri AS memperingatkan India agar tidak membeli sistem S-400 Rusia, mengusulkan agar New Delhi mempertimbangkan persenjataan lain dari jenis itu.

“Sehubungan dengan S-400, kami mendesak semua sekutu dan mitra kami, termasuk India, untuk menghentikan transaksi dengan Rusia yang berisiko memicu sanksi CAATSA (Melawan Musuh Melalui Sanksi Amerika). Ini adalah waktu kita akan mendorong India untuk mencari alternatif, ”kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.

CAATSA, yang ditandatangani menjadi undang-undang pada tahun 2017, memungkinkan Washington untuk menjatuhkan sanksi pada negara mana pun yang membeli perangkat keras pertahanan buatan Rusia.

Peringatan itu mengikuti pernyataan Kementerian Luar Negeri India bahwa mereka tidak akan meninggalkan kontrak S-400 dengan Moskow meskipun ada kemungkinan sanksi AS.

New Delhi mengumumkan kesiapannya untuk membeli sistem Rudal S-400 pada tahun 2015. Kontrak untuk pasokan pertahanan udara ini, senilai $ 5,43 miliar, ditandatangani selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke India pada tahun 2018.

  9 Responses to “India Mungkin Bayar S-400 Rusia dengan Euro untuk Hindari Sanksi AS”

  1.  

    Berarti SU-35 yg dibeli Indonesia, jg akan menggunakan mata uang Euro disamping secara imbal dagang.

  2.  

    Mahal bung ruskye pembelian su35 lebih baik 10 taon lagi ,bekas pake rusia jadi bisa jauh lebih murah

  3.  

    Pilotnya sdh pingin ngepit sekarang pake SU-35 kok disuruh nunggu 10 tahun lg. Wong pilot sdh ada yg sekolah ngepot pake SU-35 lho kang.

  4.  

    Kapan punya Indonesia kelar

  5.  

    Test…..

  6.  

    Bangsa indonesia itu bangsa yang penyabar, kita berdoa smoga walau su35 bekas 10 taon lagi bisa ambil lebih dari11 biji ya mungkin 12 biji

  7.  

    11 12 dong ?

  8.  

    Lebih setuju indonesia pake s-500 rusia terbaru… Biar gak ada yg macem” sama bumi pertiwi

  9.  

    Tapi jangan bilang tidak ada imbasnya bayar pakai mata uang sendiri sendiri. Pembayaran senjata eksport tanpa dollar lebih mahal 2-3% dari menggunakan US Dollar…… Ingin mengetahui lebih jauh follow twitter @RALee85.