Okt 022019
 

S-400 Triumf. (Andrey Luzik – Mil.ru via commons.wikimedia.org)

New Delhi, Jakartagreater.com  –   Menteri Luar Negeri India Dr. Subrahmanyam Jaishankar, yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat, mengadakan pembicaraan luas tentang masalah-masalah bilateral, regional dan internasional dengan mitranya, Sekretaris Mike Pompeo di Washington, dirilis Sputniknews.com pada Selasa 1-10-2019.

Berbicara dengan wartawan sebelum pertemuannya dengan Sekretaris Pompeo, Dr. Jaishankar mengatakan New Delhi juga akan mengatasi kekhawatiran Washington mengenai akuisisi India atas sistem Rudal S-400 dari Rusia, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

“Kami selalu menyatakan bahwa apa yang kami beli, sumber peralatan militer, adalah hak yang sangat berdaulat,” kata Dr. Jaishankar. Setelah pertemuannya dengan Pompeo, Dr. Jaishankar tweeted bahwa ia memiliki “percakapan yang baik” tentang kemajuan hubungan bilateral.

AS memberlakukan sanksi terhadap Moskow pada tahun 2017 di bawah Undang-Undang Penanggulangan Lawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), yang melarang negara-negara membeli senjata utama dari Rusia.

India, bagaimanapun, disampaikan kepada Administrasi Trump awal tahun ini selama kunjungan Sekretaris Mike Pompeo ke New Delhi bahwa pembelian sistem pertahanan Rudal S-400 adalah untuk kepentingan nasional.

India dan Rusia telah menandatangani kontrak S-400 senilai $ 5,43 miliar untuk pembelian 5 sistem pertahanan Rudal S-400, meskipun ada ancaman sanksi dari AS. India tetap menjadi mitra pertahanan utama bagi Rusia; sekitar 58 persen impor senjatanya antara 2014 dan 2018 bersumber dari Rusia.

AS mengecam keras Turki, mitra NATO Washington, awal tahun ini atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia, yang memaksa pembatalan perjanjian pembelian F-35 besar meskipun Ankara telah berkontribusi pada pengembangan pesawat perang.

Bagikan:

  5 Responses to “India Pertahankan Keputusannya Membeli Senjata Rusia”

  1.  

    Contoh yang patut ditiru

  2.  

    US melarang S400 India diganti Thaad dan Patriot. Yang udah pakai Patriot/Thaad ajah mau beralih ke S400. Disisi lain tawarkan full produksi F21 di India yang bakalan overlap dengan Tejas.
    Mana bisa diterima oleh India??

  3.  

    Mantab ulasannya bung sp

  4.  

    Pemerintah indonesia hati2nya terlalu LEBAYYYYY

  5.  

    Yg disini cuma menang kumis dan hobby cengengesan, sayangnya gak punya taring