Jan 212019
 


Su-30MKI (foto:Wikipedia)

JakartaGreater.Com – Angkatan Udara India berencana akan memesan delapan pesawat tempur Su-30MKI dari perusahaan dirgantara HAL (Hindustan Aeronautics Limited) India.

Pembelian itu konon untuk menutup kekurangan skuadron Su-30MKI akibat kecelakaan dalam insiden yang berbeda.

“Rencananya adalah untuk memperoleh delapan pesawat tempur Su-30MKI baru,” kata sumber di Angkatan Udara India. “Kami telah kehilangan beberapa pesawat dalam kecelakaan selama beberapa waktu dan untuk menebus kehilangan, kami akan memesan delapan pesawat tempur Su-30MKI baru,” kata sumber tersebut.

HAL telah mengajukan penawaran untuk memasok 40 pesawat Su-30MKI kepada Angkatan Udara India dengan upgrade terbaru, tawaran tersebut dipandang sebagai langkah darurat bagi Angkatan Udara India untuk bisa menjaga kekuatan pesawat tempurnya mengingat skuadron udara yang ada semakin menipis. .

Sejak tahun 2000, IAF telah mengoperasikan sekitar 12 skuadron pesawat superioritas udara Su-30MKI, sumber dari IAF mengatakan total Angkatan Udara hanya akan memiliki total 13,5 skuadron pesawat yang beroperasi pada akhir 2021-22, dengan sedikit pesawat tempur yang tersedia sebagai cadangan.

Masih dipertanyakan apakah pembelian lagi Su-30MKI dikarenakan masih tersendatnya akuisisi pesawat tempur Rafale dari Perancis, apalagi dengan penolakan dari oposisi India yang menganggap pembelian 36 pesawat tempur Rafale terlalu mahal bagi India.

  19 Responses to “India Pesan Su-30MKI, Ada Apa dengan Rafale?”

  1.  

    Sukhoi Su-30MKI (Flanker-H) adalah Sebuah varian dari Sukhoi Su-30 yang merupakan pesawat tempur superioritas udara yang dikembangkan bersama oleh Sukhoi Rusia dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) India untuk Angkatan Udara India (IAF). Pengembangan varian dimulai setelah India menandatangani kesepakatan dengan Rusia pada tahun 2000 untuk memproduksi 140 Su-30 jet tempur. Pesawat Su-30MKI buatan Rusia pertama masuk ke dalam Angkatan Udara India pada tahun 2002. Pada tahun 2007, IAF memesan 40 Su-30MKI tambahan. IAF memiliki 157 Su-30MKI dalam masa tugas aktif selama Januari 2012, dan berencana memiliki 272 armada. Su-30MKI diharapkan untuk mejadi tulang punggung armada pesawat tempur Angkatan Udara India untuk 2020 dan seterusnya. Dua prototipe dibangun oleh Biro Desain pada 1995-1998. Prototipe yang pertama, Su-30I-1, berdasarkan pada produk versi Su-30, prototipe selesai dibuat di musim semi tahun 1997. Penerbangan perdana dilakukan oleh pilot uji V.Yu. Averyanov pada 1 Juli 1997. Pada bulan Juli 1997, Design Biro meluncurkan program untuk menguji pesawat bersama SPFC dari Angkatan Udara…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/sukhoi-su-30mki-flanker-h-angkatan.html

  2.  

    india kecewa dengan bung rafale.sefotan yg buat minumnya ga bisa di umpetin.

  3.  

    kl bs bikin sendiri enak ya.ga perlu tekanan dri kanan kiri.

    •  

      Benar bung rusia oke…kita harus mampu buat apa saja di segala bidang…kita semua rakyat harus bangkit…

      •  

        Wah rakyat yang cerdas dan sadar…tapi sayang sang penentu dan pembuat kebijakanya lupa atau mungkin malah tidak tau apa yang terbaik buat bangsa…!!!
        Mungkin mapan dan puas diri buat sebagian kita engan dan malas dalam mengambil langkah besar dan beresiko tinggi…!!!
        Apa lagi rakyat sejahtra semua hingga tidak perlu kwatir untuk mendapat kecaman…atau dorongan…!!!
        Apa mungkin kita negara seadanya saja…maju sukur mandek engak papa turun apa boleh bulat…!!!
        Siapa peduli dan risau jika semua kebutuhan tercukupi…!!!

    •  

      India sudah punya lisensi su 30 diindustri india

      Tapi rafale mmng kemalahan, kualitas hampir sama dgn su 30
      😆 😆

  4.  

    kita mau beli 11 unit sj smp ada negara paranoid yg ingin kita membatalkannya.
    ingat si amer tdk ingin negara kita lebih maju.
    ingat pesawat gatotkaca kita.jd gatot beneran di sikut sm si amer.

  5.  

    Seharusnya kita menyegerakan akusisi su 35 dan pesawat lainnya. Walaupun kita tidak dalam situasi perang makan sudah selayaknya kita menyiapkan diri untuk menyeimbangkan dengan tetangga yang sebentar lagi dilengkapi dengan f35 yang notabene sebagai perpus siluman. Sedangkan yang kita pesan dengan jumlah terbatas itu pun statusnya adalah sebagai perpus gen 4 walaupun ada embel-embel ++. Jadi akan sangat bijak jika kita SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN. Akan sangat percuma jika kita membeli payung sesudah hujan bisa-bisa kita HIPOTERMIA. Dan akan lebih joss lagi jika sekalian dilengkapi juga sista yang lainnya. Apalagi jika dipenuhi oleh produk kita sendiri. Atau minimal dirakit di negeri sendiri. Semoga kemandirian SISTA dan bidang lainnya di negeri ini segera terwujud.