Jan 232015
 

image

India dan Rusia sepakat untuk mempercepat pekerjaan co-produksi dan co-desain dari pesawat tempur siluman generasi ke 5.

Sebelumnya kedua negara pada tahun 2012 telah sepakat untuk bersama-sama merancang dan memproduksi pesawat tempur generasi kelima. Kedua negara menganggarkan dana masing masing US $ 5,5 miliar untuk biaya perancangan pesawat, membangun infrastruktur, pengembangan prototipe dan pengujian penerbangan. Namun Pemerintah saat itu gagal mengoperasionalkan keputusan project tersebut.

Kini jalur mempercepat program ini dilakukan setelah adanya pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar dan rekan Rusia-nya, Sergei Shoigu, pada Pertemuan ke-14 Indian-Russian Inter-Governmental Commission on Military-Technical Cooperation yang berlangsung di New Delhi, Rabu, 21/01/2015.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan di New Delhi, Menteri Pertahanan Manohar Parrikar mengatakan, “Kami telah memutuskan untuk mempercepat penyelesaian banyaknya masalah yang muncul”. Namun yang jelas, pesawat tempur generasi ke-5 sedang dibangun untuk Angkatan Udara Rusia dan telah uji penerbangan di Rusia dan India telah menyarankan bahwa research and development yang baru hanya akan membuang-buang waktu dan sumber daya.

Rusia telah membangun lima prototipe dalam versi percobaan tunggal. Versi India adalah dua-seater, yang akan mengakomodir satu pilot dan co-pilot yang berfungsi sebagai Operator Sistem Senjata (WSO). Parrikar juga mengatakan kepada Rusia bahwa India menginginkan banyak jet tempur siluman yang bergabung ke Angkatan Udara India sebelum tahun 2024-2025 – waktu yang ditetapkan untuk pengiriman. India berencana membangun sebanyak 127 pesawat di fasilitas Hindustan Aeronautics Limited di Nashik. Proyek Pesawat siluman generasi Kelima (FGFA) ini diperkirakan menelan biaya $ 25 milyar.

Selain itu, kedua pihak sepakat bahwa India akan bertukar semua informasi tentang protokol keselamatan penerbangan yang diterapkan pada platform Rusia – jet tempur, helikopter dan pesawat transportasi – yang diterbangkan oleh Indian Air Force. Pertukaran informasi adalah penting mengingat terjadinya serangkaian kecelakaan di Angkatan Udara India, termasuk masalah mesin di pesawat tempur andalan India, Sukhoi Su-30 MKI. Rusia sebelumnya menyangkal klaim India bahwa kursi pilot Su-30 keluar secara otomatis saat kecelakaan terakhir di bulan Oktober tahun lalu. (NDTV).

Bagikan Artikel :

  37 Responses to “India – Rusia Sepakat Percepat Kerjasama Pesawat Gen 5”

  1. Keren !

    • Sulit itu…konteksnya…saat ini arah kebijakan luar negeri USA , Indonesia ditempatkan sebagai mitra yg derajatnya lebih penting….krn secara kepentingan lebih menguntungkan merangkul Indonesia drpd membiarkan Indonesia dirangkul rival USA khususnya dalam membendung dominasi China, walau bagaimana di dunia ini hanya dua negara yg pernah punya sejarah gemilang menggempur China, pertama jepang bahkan menduduki sampai kampung halamannya, yg kedua negeri nusantara ini yg sukses membendung Dominasi china pada puncak kejayaan imperium terbesar…

  2. Amerika Serikat sulit embargo militer Indonesia
    Jumat, 23 Januari 2015 17:53 WIB | 2.578 Views
    Amerika Serikat sulit embargo militer Indonesia
    JAS 39E Gripen dalam satu penerbangan. Bersama Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS, Gripen menjadi calon pengganti F-5E/F Tiger II armada Skuadron Udara 14 TNI AU. (wikipedia.org)

    … mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS…

    Jakarta (ANTARA News) – Amerika Serikat siap memenuhi keperluan Indonesia akan peralatan perang, termasuk atas wacana penggantian satu skuadron F-5E/F Tiger II.

    Staf Khusus Menteri Pertahanan AS untuk Kawasan Asia Pasifik, David B Shear, di Jakarta, Jumat, mengaku tidak mengerti secara detil mengenai rencana penggantian F-5E/F Tiger II itu.

    Kendati demikian, dia mengatakan Amerika Serikat selalu siap dan berkeinginan membahas kesempatan kerja sama di masa depan pada bidang militer masa dengan Indonesia.

    Sebelumnya TNI berencana mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS.

    Indonesia juga telah menerima lima dari 24 F-16 Fighting Falcon Block 25 hibah dari AS pada 2014.

    Yang terkini, Pusat Penerbangan TNI AD akan diperkuat helikopter serang AH-64D Apache Longbow.

    Rencananya, sejumlah helikopter tersebut akan didatangkan pada 2018 hingga 2021 secara bertahap.

    “Sulit bagi AS untuk melakukan embargo kepada Indonesia sebagai mitra yang amat kuat,” kata Shear .

    Shear melawat ke Indonesia selama empat hari sejak 20 Januari 2015 dan telah menemui beberapa pejabat pertahanan Indonesia, antara lain Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko (22/1) serta Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Jumat ini.

    Editor: Ade Marboen

  3. Xixixi..masih pd asyik ama bung grippen, halloo..??

  4. Hmmmm bersama rusia TNI strong

  5. indonesia kapan ifx nya jadi kelamaan ngantuk nunggunya

  6. Makin Mantap ni india.

  7. Siap Penuhi Keperluan Militer Indonesia Termasuk Pengganti F-5 F16 52ID?? Amerika Serikat siap memenuhi keperluan Indonesia akan peralatan perang, termasuk atas wacana penggantian satu skuadron F-5E/F Tiger II. Staf Khusus Menteri Pertahanan AS untuk Kawasan Asia Pasifik, David B Shear, di Jakarta, Jumat, mengaku tidak mengerti secara detil mengenai rencana penggantian F-5E/F Tiger II itu. Kendati demikian, dia mengatakan Amerika Serikat selalu siap dan berkeinginan membahas kesempatan kerja sama di masa depan pada bidang militer masa dengan Indonesia. Sebelumnya TNI berencana mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS. Indonesia juga telah menerima lima dari 24 F-16 Fighting Falcon Block 25 hibah dari AS pada 2014. Yang terkini, Pusat Penerbangan TNI AD akan diperkuat helikopter serang AH-64D Apache Longbow. Rencananya, sejumlah helikopter tersebut akan didatangkan pada 2018 hingga 2021 secara bertahap. “Sulit bagi AS untuk melakukan embargo kepada Indonesia sebagai mitra yang amat kuat,” kata Shear. Shear melawat ke Indonesia selama empat hari sejak 20 Januari 2015 dan telah menemui beberapa pejabat pertahanan Indonesia, antara lain Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko (22/1) serta Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Jumat ini.

  8. Indonesia katanya juga mau borong, pada sabar ya nunggu datangnya

  9. Langkah maju yg luar biasa dari pemerintah india dlm menggapai kemandirian bangsa, sudah sepatutnya bangsa besar yg bernama indonesia jg melakukan hal yg sama, semoga semua steakholder di negeri ini segera menyadari pentingnya kemandirian bangsa dan segera membuat langkah2 yg diperlukan untuk mencapai kemandirian tsb, semoga Alloh selalu menjaga bangsa ini amin………..

    • sepakat bung,,,
      coba seandainya RI ikut dalam proyek ini bersama rusia dan india, bukankah ini adalah suatu pencapaian teknologi yg luar biasa, dalam hal ini kemampuan teknologi inhan kita bisa sejajar dengan india dan china dalam teknologi pesawat tempur, bukankah ini adalah cara yg jitu untuk mengejar ketertinggalan, karena ini adalah proyek pesawat GEN-5, yg digadang-gadang sebagai pesawat tempur masa kini dan masa depan,,,

  10. Yang penting SU 35 dan pengawalnya gripen yg dipilih sm negara tercinta ini, ga perlu ada yg dari negara menjijikan

  11. S.E.T.U.J.U …..

  12. India lebih maju…kapan negara ini membikin pesawat tempur sendiri? berharap N219 menjadi cikal bakal pesawat tempur ala Indonesia yang bisa take off n landing vertcal kayak F 35. ngarep.com.

  13. Ato semuanya di batalin saja pembelian pespur Dan kemudian batalin Program KFX/IFX ganti nya minta sama Russia yg model begini seperti India-Russia boleh dah hahahaaaa

  14. se7, f35 buat xpor yg kw2 coatingnya ibarat mobil baru cuma cat dasar, belum cat warna plus pernis

  15. India aj percepat buat generasi 5. Masa kita mau beli generasi 4….untuk apa???? Hebatnya generasi 4 cuma sampai 2017…kesananya keok sama G 4,5-5

  16. katanya sukhoi itu ‘jelek’, tapi kok india malah ngebet ya?

  17. “Amerika Serikat sulit embargo militer Indonesia” …….WADEFAK ??!

  18. +1. Yups begitulah ASU. Tipeng menipeng terus.

  19. tul…. wong negara aman tentrem aja kayak Iraq dulu, dengan gampang dituduh punya WMD… di acak-acak trus diperkosa tu negara….. mpe sekarang masih kelenger tu negara. Gak ada yang sulit buat USA kalau udah urusan syahwat hegemoni dan kekuasaannya… Negara Sumber Masalah.
    Untungnya ada pelajaran di vietnam. Biar nyaho….

  20. “sulit bagi amerika untuk embargo indonesia……”SULIT” bukan berarti tidak “BISA”.

  21. Ikutan projek ini aja….

  22. KHUSUS PESAWAT LEBIH BAIK DARI RUSIA.

    Melihat negara tetangga sekutu Asu jd alangkah baiknya khusus pesawat kita ke Rusia.

    Indonesia sudah cukup punya F-16. jangan di tambah lagi. F-16 itu pesawat kuno, sdh gak jaman beli F-16.

    Negara2 besar sdh ga minat beli pesawat generasi ke 4 (F-16). Semua beralih ke Gen 5.

    Buat apa beli pesawat dr blok barat. Negara tetangga kita sekutu Asu. Kalo terjadi konflik dengan mereka pasti pesawat f-16 kita di embargo.

    Beli F-16 speknya lbh rendah dr sekutu Asu.

  23. ASu sulit meng embargo Indonesia ??? lha yang sudah sudah bagaimana om ….. ???
    rakyat Indonesia tidak akan pernah lupa, ……….. dasar ASu, asal mengonggong !!!

  24. kalau sulit meng embargo…………………….!!!!

    BUKAN ERARTI TIDAK BISA MENG EMBARGO LAGEEEEEEE……..!!!!!

    ASU TENAN.

    ASU ADALAH TEMAN YG PALING TIDAK BISA DI PERCAYAAAAAAA……!!!!

 Leave a Reply