May 302018
 

Transport-Charging Unit (TZM) 22T6 untuk sistem rudal S-400 Rusia © Russian MoD via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – India telah setuju membeli empat sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf yang hampir senilai Rs 40.000 crore atau $ 5,9 miliar dari Rusia, seperti di lansir dari laman The Hindu.

Kedua negara mengakhiri negosiasi harga dan sekarang berusaha mencari cara untuk menghindari ancaman sanksi melanggar Undang-Undang AS yang berusaha untuk bisa menghukum kepada negara dan entitas yang terlibat dalam transaksi dengan lembaga pertahanan dan intelijen Rusia.

“Negosiasi untuk kesepakatan rudal telah selesai. Komponen keuangan pun telah diselesaikan”, menurut pejabat penting yang terlibat dalam negosiasi kesepakatan dengan Rusia.

Pejabat tersebut juga mengatakan Rusia dan India kemungkinan akan mengumumkan kesepakatan itu sebelum pertemuan tahunan antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Oktober.

India kemungkinan akan meminta AS untuk mengecualikan sanksi-sanksi atas Rusia untuk mengamankan langkahnya membeli sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 dari Moskow.

“Pemerintah juga menilai jika kesepakatan tersebut akan membuat India bertanggung jawab atas tindakan Presiden AS Donald Trump di bawah CAATSA”, tulis Deccan Herald pada bulan April.

Sanksi CAATSA menimbulkan kekhawatiran bagi hubungan pertahanan Indo-Pasifik dengan negara-negara seperti India, Vietnam dan Indonesia.

Jika saja AS memutuskan untuk memberikan sanksi kepada negara-negara mitra atas pembelian peralatan Rusia, keputusan ini dapat menghambat pertumbuhan kemitraan yang sedang berkembang dan meningkatkan ketergantungan masing-masing mitra kepada Rusia”, menurut Laksamana Philip S. Davidson, calon Komandan Komando Pasifik (PACOM) AS bulan lalu.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis juga telah mengajukan “banding” ke Kongres untuk memberi India dan Turki pengecualian terhadap RUU ancaman keamanan nasional, atas kesepakatan sistem rudal S-400, karena hanya akan merugikan AS.

AS telah mengumumkan sanksi terhadap Rusia di bawah undang-undang atas dugaan campur tangan dalam pemilihan presiden Amerika pada tahun 2016 silam.

Ada kekhawatiran yang meningkat di India atas sanksi AS terhadap industri pertahanan utama Rusia termasuk RosOboronExport, sebab miliaran dolar belanja militer mungkin terkena dampak karena tindakan sanksi AS tersebut.

Tahun 2016, India dan Rusia telah menandatangani perjanjian tentang sistem pencegat rudal berbasis Triumf yang dapat menghancurkan pesawat, rudal dan bahkan pesawat tanpa awak musuh dari jarak hingga 400 km.

S-400 dikenal sebagai sistem pertahanan misil permukaan-ke-udara jarak jauh Rusia yang paling canggih saat ini.

Dengan radar jarak jauh yang mampu melacak antara 100-300 target secara bersama, S-400 memiliki berbagai jenis misil supersonik dan juga hipersonik untuk mencegat ancaman udara yang masuk pada rentang yang berbeda.

India bermaksud untuk memilik rudal pencegat jarak jauh antara 120-370 km. China adalah pembeli asing pertama dari sistem pertahanan udara S-400 ini, sementara yang kedua adalah Turki.

  7 Responses to “India Rusia Tuntaskan Negosiasi Pembelian S-400”

  1.  

    Tak kira Indonesia! Miris memang negara seludas NKRI blm memiliki sistem Hanud mumpuni secara memadai!he3

    •  

      Indonesia cukup jadi pengamat aja bung, maksudnya hanya mengamati negara lain Punya s400 tanpa Bisa berbuat apapun. Hehehe
      Kita sebenarnya butuh mainan ini, sebab tetangga selatan dan utara sudah pake mainan f35. Tapi sebenaran dan kenyataan sering bertolak belakang

  2.  

    Harapan salesnya sih, bisa segera tuntas sebelum lebaran supaya bisa ngajuin klaim komisi DP nya dulu buat ongkos mudik…

  3.  

    Sanksi caatsa itu yg bagaimana?

    Hahhaahaaaa